Entrepreneurship

Pemimpin dan Problem Eksekusi


dreamstime.com

Dalam sebuah organisasi, apapun bentuknya dan seberapapun besarnya, selalu memiliki tujuan yang kemudian dirumuskan dalam visi dan misi. Selanjutnya dibreakdown dalam program kerja yang didalamnya juga terdapat : target, sasaran, indikatar keberhasilan. Dan  dilanjutkan dengan formula strategi serta strategi implementasi termasuk timelinenya. Namun, kerapkali kita menjumpai organasi dengan strategi yang tersusun dan terformulasikan dengan baik, dengan mengikuti kaidah manajemen modern, akan tetapi tidak mampu terimplementasi sesuai dengan rencananya. Inilah yang kemudian disebut dengan problem eksekusi. Dimana, salah satu aktor terpenting disini adalah pemimpin organisasi.

Mengapa demikian? Sebab pemimpin itu hadir bukan hanya untuk dihormati, dita’ati dan disayangi serta dengan sejumlah diksi sejenis lainnya. Itu sudah pasti. Akan tetapi lebih jauh dari itu, kehadirannya dituntut untuk mempersembahkan kinerja dan karya serta sejarah, dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi. Sehingga pada hakekatnya kinerja seorang pemimpin itu, akan dicapai melalui kerja orang lain.

Dengan demikian  maka salah satu tugas utama pemimpin adalah menggerakkan orang lain. Sebab, sejatinya seorang pemimpin itu hanyalah ibarat sebatang lidi yang tidak memiliki banyak fungsi bila ia sendiri. Ia perlu menggabungkan lidi-lidi itu untuk menjadi kekuatan. Nah, pemimpin bertugas menggabungkan lidi tersebut. Konsekwensinya adalah, seorang pemimpin lebih banyak berbicara tentang kita bukan saya. Continue reading “Pemimpin dan Problem Eksekusi”

Dakwah, ekonomi, iptek, Islam

Potret Mini Gen Z Muslim


voa-islam

Tanggal 1 Syawal 1443 H dua pekan lalu, ada sekitar sebelas anak muda teman main anak saya, silaturrahim ke rumah. Mereka usia SMP dan SMA. Saya ajak ngobrol hampir 1 jam tentang berbagai hal.  Terkait dengan hal kekinian, terutama berkenaan dengan masa depan teknologi. Saya sengaja memilih tema itu, sebab saya yakin saat silaturrahim di tempat lain, banyak di nasihati tentang sekolah, agama dlsb. Saya berusaha memasuki dunia mereka. Mesti ada terasa ada gap yang sangat jauh.

Saya dahului bercerita sekilas tentang bagaimana ilmuwan Islam dulu, mampu mengubah dunia. Dan bagaimana kontribusi nya terhadap sains modern saat ini. Sekilas dikenalkan Al Khawarizmi, Ibn Sina, Al Biruni, Al Jazari, Al Haitam dst. Dan dikaitan dengan kehadiran teknologi saat ini. Kelihatan matanya pada berbinar dan antusias. Dan ternyata nyambung. Padahal, mereka semuanya nyantri, diberbagai pesantren. Ketika saya tanya, ada 2 anak yang sudah hafal 30 juz, tetapi rata-rata mereka sudah hafal lebih dari 5 juz. Continue reading “Potret Mini Gen Z Muslim”

IT, Leadership, Peradaban, teknologi

Tantangan Literasi


source google

Pada awalnya, literasi dinisbatkann kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dalam hal ini, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan dalam berbahasa.

Akan tetapi pada perkembangan berikutnya, maka literasi didefinisikan dengan seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan yang dimaksud diperoleh, dari siapa keterampilan tersebut diperoleh dan bagaimana cara memperolehnya. Konsekwensinya adalah pemahaman seseorang berkenaan dengan literasi ini juga terus berkembang. Sebab, dia akan dipengaruhi oleh kompetensi bidang akademik, konteks tempat dan cakupan nasional maupun intenasinal, institusi, nilai-nilai budaya serta pengalaman dalam berbagai aspek kehidupan, dan lain sebagainya.

Sajalan dengan perkembangan teknologi informasi, juga memuncilkan lahirnya istilah literasi digital. Dimana, menurut wikipedia, literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum sesuai dengan kegunaannya dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading “Tantangan Literasi”

Islam, Parenting, Tarbiyah

Satu Kesalahan Menghapus Seribu Kebaikan?


media cerita

Pagi ini, tiba-tiba ada lewat WAG saya. Awalnya saya biarkan lewat saja, saking banyaknya group dan WA yang masuk. Tetapi setelah melihat ada angka 1.000, sudah kadung terlanjur di scroll down, memaksa saya untuk scroll up. Seolah ada magnet yang menariknya. Sekelebat kemudian membacanya.

Dan ternyata benar, sebuah Quote berupa kata-kata hikmah yang sarat dengan makna. Saya tidak tahu sumber tulisannya dari mana. Tetapi terkesan mak-jleb, menghujam ke ulu hati. Menampar muka. Mencabik-cabik jiwa dan mengiris-iris perasaan.

Seoalah itu nasihat hanya buat diri ini sendiri. Bukan untuk orang lain. Namun sesaat kemudian berpikir. Bukankah ini memang sudah jadi habit sebagian dari kita.  Dan kemudian, kita pun seringkali merasakan hal yang sama, dan mengalami keseharian seperti ini. Jadi nasihat ini buat kita semua

Qutotenya seperti ini,“Manusia akan melupakan 1000 kebaikan yang pernah kita lakukan hanya karena satu kesalahan. Tapi Allah Ta’ala akan mengampuni 1000 kesalahan dengan satu kebaikan yang kita lakukan.”. Continue reading “Satu Kesalahan Menghapus Seribu Kebaikan?”

Islam, Kronik, Leadership, organisasi, Peradaban

Turbulensi Kehidupan


Source traveler.com.au

Dunia terus berputar. Dia tidak stagnan. Silih bergantinya peradaban dan peristiwa, menandai bahwa ada kehidupan. Setiap tahapan memiliki karakteristik masing-masing. Perubahan yang terjadi baik bersumber dari internal maupun pengaruh eksternal, memaksa siapapun juga untuk mensiasati perubahan itu. Dituntut untuk adaptif. Bukan hanya mengikuti ataupun ikut-ikutan, apatah lagi larut dalam perubahan. Tetapi bagaimana, berselancar diatas perubahan. Sehingga dengan sadar bisa berhitung manfaat dan mudharatnya. Jika tidak, maka justru kita yang bakal tergilas dan digulung oleh arus perubahan itu sendiri.

Pandemi yang telah memasuki tahun ke-3 ini, juga telah mendeterminasi perubahan peradaban. Pun demikian dengan dorongan revolusi teknologi yang demikian cepat dan masif. Digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan. Hampir disetiap aspek kehidupan, saat ini terhubung dengan teknologi. Ketika pandemi bersenyawa dengan digitalisasi ini, maka terjadi akselerasi perubahan yang luar biasa. Model kerja digital nomad, work from home, work from anywhere, dan seterusnya juga menjadi life style.  Dan lagi-lagi menemukan momentumnya saat pandemi dan dukungan digitalisasi ini.

Selanjutnya, pelan atau pasti merubah tatanan kehidupan. Etika, adab, sopan santun menjadi barang mahal, jika tidak dikatakan langka. Digitalisasi dengan beberapa turunannya diantaranya adalah melahirkan media sosial. Dimana keberadaannya seolah memfasilitasi sekaligus memberi wadah yang besar bagi berkumpulnya energi positif dan negatif, yang saling berhadpan secara diametral, bahkan asimetris. Terjadi perang narasi berupa narasi, bahkan tidak jarang dibumbui dengan hoax, fitnah, hate speech dan seterusnya. Kini menjadi hidangan yang tampil di linimasa hampir setiap orang. Continue reading “Turbulensi Kehidupan”