ekonomi, entrepreneur, technopreneur, Entrepreneurship, iptek, IT, organisasi, teknologi

Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia Dan Tantangan Digitalisasi


Ada sebuah hasi penelitian yang cukup baik bertajuk Indonesian E-commerce Consumer Behaviour (Perilaku Konsumen E-commerce Indonesia) yang dikeluarkan oleh Kredivo bekerjasama dengan Katadata Insigt Center. Laporannya masih gress, baru di rilis pada bulan Juni 2022 ini. Membedah dari berbagai aspek  berkenaan dengan perilaku konsumen, terutama terkait dengan memberikan wawasan terbaru mengenai perilaku konsumen e-commerce Indonesia melalui pendekatan bottom up yang berdasarkan data primer.

Sebagaimana kita ketahi bahwa industri e-commerce yang merupakan penggerak utama ekonomi digital Indonesia, dari tahun ke tahun terus berkembang pesat. Laporan ini membahas perilaku konsumen secara lebih mendalam, mulai dari profil demografi konsumen yang berbelanja online hingga jenis-jenis produk yang dibeli. Selain itu, juga membahas lebih dalam frekuensi transaksi berdasarkan waktu untuk menganalisis pola perilaku tertentu dari konsumen dalam berbelanja online.

Laporan ini dibagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama meneliti perilaku belanja online dari konsumen menggunakan sampel pengguna Kredivo yang melakukan transaksi e-commerce. Bagian kedua mengukur perilaku pembayaran konsumen dalam berbelanja online dan penggunaan PayLater secara khusus di tengah pandemi yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Continue reading “Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia Dan Tantangan Digitalisasi”

Dakwah, Leadership, organisasi, Peradaban

10 Pelajaran Penting Dari Buku “Outliers”


Buku Outliers : The Story of Success, karangan Malcolm Gladwell ini cukup fenomenal. Dia mengungkap rahasia tokoh-tokoh dunia yang sukses dan memiliki prestasi luarbiasa di bidangnya. Buku ini sudah cukup lama terbit, tahun 2008, namun masih menjadi bacaan yang relevan dan menarik untuk dikupas hingga saat ini.

Malcolm sebenarnya seorang jurnalis The New Yorker dan pernah bekerja di Washington Post. Dia berkebangsaan Kanada. Beberapa bukunya memang menjadi best sellers seperti : David & Goliath, The Tipping Point, Blink, Why the Dog Shaw, Talking to Strangers, Bomber Mafia, dlsb. Tidak sedikit orang yang terpengaruh dari buku-buku Malcolm ini.

Mengutip dari akun @daily_bookquote, yang membuat thread tentang buku ini, menjadi menarik untuk di share. Meskipun sensasinya tidak bisa dibandingkan jika kita membaca langsung dari buku ini. Sebab kita akan berselancar dan menikmati perjalanan Bill Gates, The Beatles dlsb, dalam meraih sebuah kesuksesan Continue reading “10 Pelajaran Penting Dari Buku “Outliers””

Leadership, organisasi, Peradaban, Politik.

Memahami Oligarki


Diskursus tentang oligarki, akhir-akhir ini menyeruak lagi, diberbagai jenis perbincangan. Bahkan ressufle kabinetpun, tidak lepas dari penilaian berkenaan dengan melanggengkan oligarki. Dan menjadi semaki panad saat dikipasi melalui berbagai jenis media. Karenanya media sosial kini menjadi sarana efektif untuk menyebarkannya. Sehingga ruang publik menjadi riuh, disisi lain, juga mengundang pro-kontra.

Sebagaimana sifat media sosial, maka tidak pernah utuh dan tuntas untuk mengedukasi serta memberikan penjelasan yang mencerahkan. Karena keterbatasan ruang, sehingga seringkali timpang antara yang faham permasalahan, dengan mereka yang asal menyahut saja. Terlebih, bagi mereka yang gampang nge-share judul, tanpa membaca konten. Lengkap jadinya.

Dalam kamus KBBI oligarki artinya pemerintahan yang dijalankan oleh beberapa orang yang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu. Mengutip wikipedia Oligarki (Bahasa Yunani: Ὀλιγαρχία, Oligarkhía) adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok elit kecil dari masyarakat, baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau militer. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Yunani untuk “sedikit” (ὀλίγον óligon) dan “memerintah” (ἄρχω arkho).

Sedangkan Prof. Jeffrey A. Winters, dalam bukunya Oligarchy yang terbit tahun 2011, menjelaskan bahwa gagasan utama dari konsep Oligarki adalah  terpusat pada upaya mempertahankan kekayaan (wealth defense) melalui kekuasaan. Praktik bagaimana mempertahankan kekayaan melalui kekuasaan ini berevolusi sesuai perkembangan zaman. Dari praktik ini, muncul kemudian sebuah teori oligarki. Continue reading “Memahami Oligarki”

ekonomi, entrepreneur, technopreneur, Entrepreneurship, organisasi, Peradaban

Work From Anywhere


bos.com

Pandemi COVID-19 mengantarkan popularitas kebijakan pekerjaan dari mana saja. Meninggalkan atau setidaknya mereduksi work from office (WFO) yang sudah biasa. Dimulai dari work from home (bekerja dari rumah), di saat awal-awal pandemi berlangsung. Selanjutnya belakangan memunculkan istilah baru, lebih dari bekerja dari rumah (WFH), tetapi adalah work from anywhere/WFA (bekerja dari mana saja). Sehingga karyawan dapat memilih lokasi dari mana mereka bekerja, baik di dalam atau di luar negara tempat perusahaan mereka terutama berada.

Meskipun pada awalnya merupakan solusi sementara untuk menangani krisis kesehatan global akibat pandemi, ternyata fleksibilitas pekerjaan dari mana saja, menjadi kebiasaan dan addict, dampaknya semakin banyak permintaan untuk memilih opsi WFA ini.  Sehingga manajer sekarang bertanya pada diri sendiri bagaimana mereka harus menyesuaikan lingkungan kerja mereka dengan kebutuhan karyawan mereka.

Dan hal ini sebenarnya, sudah disinyalir sejak sebelum pandemi dengan istilah digital nomad. Yang menjelaskan bahwa pekerjaan sekarang itu -pada jenis pekerjaan tertentu- dapat dilakukan di mana saja. Tanpa kemudian dibatasi oleh tempat dan jam kerja tertentu. Bukan time based oriented, tetapi target and result oriented. Intinya, nggak peduli dikerjakan dimana saja dan kapan saja, asalkan pekerjaan diselesaikan dengan baik dan tepat waktu yang ditentukan. Dan hal seperti ini, memang sangat disukai oleh generasi Y dan Z. Continue reading “Work From Anywhere”

Dakwah, Islam, Leadership, organisasi, Peradaban

Membangun DNA Juara


source : mit

Jauh-jauh hari sebelum Real Madrid memenangkan pertandingan melawan Liverpool dengan sekor 1-0 di final Liga Champion, Ahad (29 Mei 2022), banyak yang memprediksi klub sepak bola asal kota Madrid, Spanyol, itu bakal menjadi juara.

Bukan tanpa alasan. Sebab, secara statistik, mereka memang unggul. Sebelum menambah 1 gol pada pertandingan final tersebut, mereka sudah 13 kali juara Liga Champion, sedang Liverpool baru 6 kali juara.

Di sisi lain, berdasarkan trackrecord-nya, meski sempat terseok-seok di liga sebelumnya, Real Madrid selalu bisa memenangkan pertandingan di final. Dari sinilah gelar juara sebenarnya memang pantas dinisbatkan kepada Real Madrid. Mereka memang telah memiliki “DNA juara”.

Lalu apa sebenarnya DNA itu? Continue reading “Membangun DNA Juara”