Krisis Multidimensi Dampak Covid-19


Ramadhan ke-7

Renungan Kita sore ini berkenaan dengan apa saja sih dampak ikutan dari COVID-19?. Baik yang terdampak secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kehidupan manusia secara individu. Juga terhadap kehidupan bernegara & kehidupan dunia?

Ternyata, jika dikaji lebih jauh, sesungguhnya yang terjadi bukan hanya persoalan kesehatan saja. Memang kesehatan menjadi triger, namun pada pekembangan berikutnya saling berkelindan dengan aspek lainnya. Kemudian meenghasilkan krisis diberbagai sektor. Dengan bahasa lain, hal ini bisa mengarah ke krisis multidimensi.

Sehingga banyak cerdik pandai telah mensinyalir dunia sedang di reset, sedang diformat ulang, sedang direinstallatau istilah sejenis lainnya. Tentu pendapat tersebut sebagai analogi dan diikuti dengan data, fakta dan kajian yang bisa diverifikasi. Sehingga diprediksi akan segera lahir new world order. Bahkan bisa memantik lahirnya peradaban baru, yang berbeda dari yang ada sekarang. Apa itu? Nanti Kita bahas dilain waktu. Continue reading “Krisis Multidimensi Dampak Covid-19”

Strategic Planning Ketahanan Pangan Nabi Yusuf a.s.


Ramadhan ke-6

Kemarin, saat tilawah surat Yusuf,  dilembar-lembar terakhir Juz 12,dimulai dari ayat 43, terjadi dialog antara Raja Mesir dengan para pembesar di negaranya termasuk ahli nujum berkenaan dengan mimpi Raja,” Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering”. Hai orang-orang yang terkemuka: “Terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku itu jika kamu dapat mena’birkan mimpi” (QS Yusuf :43)

Semua pakar dari berbagai bidang yang dihadirkan dan ditanya, mereka kompak satu suara tidak tahu jawabanya atau takwil dari mimpi itu.  Bahkan mimpi  itu dianggap mimpi kosong belaka. Karena sudah menyerah mereka ingat kepada seorang pemuda tampan yang sedang dipenjara yang pandai menakwilkan mimpi. Maka mereka mendatangi Yusuf a.s. Continue reading “Strategic Planning Ketahanan Pangan Nabi Yusuf a.s.”

Menikmati Ramadhan Saat Pandemi


Ramadhan ke-5

Beberapa hari menjelang ramadhan, kita bisa menikmati tarhib ramadhan. Fasilitas teknologi video conference, yang mudah di dapat. Yang  gratisan maupun yang berbayar bisa di unduh. Seolah menjadi solusi dikala Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) berlangsung. Sehingga memaksa atau dengan penuh kesadaran sendiri, kita harus tetap tinggal di rumah. Banyak aktifitas yang mengharuskan kita stay at home

Memang kondisi lingkungan sedang “tidak baik.” Pandemi Covid-19 menghantui aktifitas setiap rakyat. Virus korona yang tidak memilih siapa yang akan ditinggali sebagai inang, bisa menginfeksi siapa pun itu. Tua-muda, pria-wanita, kaya-miskin, pintar-bodoh, tinggal di kota-atau dikampung, dlsb, tidak ada yang kebal dengan virus yang “egaliter”. Tidak jarang memaksa si pemilik badan (inang), akhirnya mengidap gejala pernafasan kronis. Jika kondisi fisiknya bugar, maka akan kuat menahan gempuran corona. Jika sedang lemah, maka kematian akan membersamainya. 

Kembali ke soal tarhib ramadhan. Seringkali kita rancu dan salah penempatan, termasuk di penulisan spanduk/memen. Yaitu antara istilah tarhib dan targhib. Biar lebih mudah, kita kaji definisinya dulu. Continue reading “Menikmati Ramadhan Saat Pandemi”

Vietnam Sudah Selesai, Kita Kapan ?


Ramadhan ke-4

Beberapa hari ini, kabar baik berhembus dari Vietnam. Negara Indo China itu telah mengumumkan akan digulirkannya kembali kompetisi sepakbola di negaranya, pada pertengahan mei nanti. Kehidupan kembali normal. Karantina dan Isolasi telah berakhir. Di saat  yang besamaan, hampir semua negara di dunia, masih sibuk berhadapan dengan Covid-19, seolah menjadi paradox. Bahkan musuh besarnya, negaranya Rambo, yaitu Amerika Serikat,  hinga hari  ini hampir 1 (satu) juta rakyatnya terinfeksi COVID-19. Sedangkan yang mati, sudah lebih dari 50 ribu jiwa. Demikain juga dengan Indonesia. Prediksi dari http://www.sutd.edu.sg/ (Singapore University Technology and Design) diperkirakan tanggal 6 Juni baru selesai. Prediksi ini terus berubah. Tergantung penembahan data yang masuk setiap hari.

Sementara Vietnam Negara dengan penduduk lebih dari 96 juta jiwa itu, sampai hari ini, Senin 27 April 2020, hanya 270 orang yang terinfeksi corona, dan lebih dari 250 orang yang sembuh total, sisanya masih dalam perawatan. Sementara angka kematiannya adalah 0, alias tidak ada satupun yang meningeal dunia. Dan beberapa hari kebelakang ini, terhitung sejak 18 April sudah tidak ada lagi pertumbuhan Covid-19 disana. 

Vietnam tidak main-main. Pemerintahannya sangat serius menghadapi virus jahat ini. Continue reading “Vietnam Sudah Selesai, Kita Kapan ?”

Ramadhan di Tengah Pandemi


Catatan Ramadhan-1

Alhamdulillah, hari ini kita memasuki hari pertama ramadhan 1414 H. Suasanan Ramadhan kali ini, jelas berbeda dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Paling tidak yang pernah saya alami. Bersebab pandemic Sars-Cov-2 (COVID-19), virus yang bermula dari kota Wuhan, Propinsi Hubei China, sejak desember tahun lalu, hingga hari ini telah tersebar lebih dari 220 negara seantero dunia. Paling tidak menurut https://www.worldometers.info/coronavirus/ hingga sore ini ada 2.736.173 penduduk dunia telah terjangkit covid-19. Dengan jumlah kematian 191.422 jiwa dan yang sembuh 751.795. Sementara untuk Indonesia sendiri per 24/04/2019 jam 12.00 tadi sudah ada  8.211 jiwa yang terinfeksi, yang meninggal dunia 689 jiwa dan yang sembuh 1.002 jiwa. Meski masih jauh dari flu spaniel tahun 1918-1920, dimana ada 500 juta jawa terinfeksi dan sekitar 50 juta menunggal. Sementara Indonesia saat ini namanya mesih Dutch East India (Hindia Belanda) ada 1,5 juta yang meninggal, saat itu jumlah penduduknya baru 30 juta.

Saat ini, memang secara jumlah yang terinfeksi Indonesia menempatri peringkat ke 34 dunia. Namun yang namanya kematian (nyawa) itu bukan hanya dilihat dari deretan data statistic. Tetapi selayaknya, menyelamatkan nyawa satu penduduk, sama halnya dengan menyelamantkan nyawa seluruh umat manusia. Demikian juga halnya sebaliknya Continue reading “Ramadhan di Tengah Pandemi”

SIap Tidak Siap Harus Siap


Pekan lalu 03/04/2020, Menteri BUMN, ErickTohir dalam sebuah teleconference untuk dengar pendapat dengan anggota DPR, menyampaikan asumsi dan prediksi bahwa secara ekonomi, Indonesia ada  beberapa sekenario dari yangringan hingga yang terburuk selama dan pasca pandemi Covid-19. 

Menurut dia, sekaligus mempertegas dan mengkonfirmasi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya, bahwa sekenario berat mata uang Rupiah terhadap US Dolar sekitar Rp. 17.500,-. Sedangkan kondisi terburuk, sampai Rp.20.000,-. Demikian juga terkait pertumbuhan ekonomi, sekenario berat adalah 2,3%, sedangkan skkenario terburuk ada di minus 0,4 persen. Sedangkan tingkat inflasi dari 3,9% menjadi 5,1%. 

Belum lagi jika ditambah dengan indikator lain misalnya: anjloknya IHSG, negatifnya reraca perdagangan, beberapa perusahaan mulai gulung tikar, daya beli rakyat yang mulai menurun, dan seterusnya. 

Sebagaimana pada tulisan sebelumnya, dan juga prediksi beberapa pengamat, situasi seperti ini, akan tambah mempercepat dan membuat krisis multidimensi Continue reading “SIap Tidak Siap Harus Siap”

Melampaui Krisis


Pandemi SARS-CoV-2 (COVID-19), masih terus terjadi. Secara pasti belum bisa diketahui kapan berakhirnya. Jumlah korban yang terinvesksi dan meninggal dunia, baik sekala local, nasional maupun global terus meningkat, secara eksponensial. Hanya beberapa Negara yang sudah menunjukkan pertumbuhan yang landai. Meskipun beberapa pihak secara akademis, telah mengeluarkan prediksi berdasarkan permodelan matematika. 

Paling tidak, dari beberapa modeling yang dikeluarkan itu, ada tiga sekenario besar yang dihasilkan. Pertama Optimis, yaitu jika dilakukan lockdown/karantina wilayah, dan negara ketat menerapkan aturan, maka  wabah akan mengalami puncak  di pertengahan bulan April ini, dan seacara berangsur 1-2 dua bulan berikutnya akan berakhir. Strategi ini nampaknya sudah terlambat dilakukan di Indonesia. Kedua adalah moderat, Sekenario ini berjalan jika ada aturan karantina wilayah atau sekarang Pembatasan Sosial Bersekala Besar(PSBB) Continue reading “Melampaui Krisis”