Mari Beli Produk Teman


Saat ini pandemi masih belum jelas kapan berakhirnya. Setiap hari kita mendapatkan informasi bahwa jumlah yang positif COVID-19 terus meningkat. Meski fluktuatif, tetapi masih di atas 1.000 orang perhari. Bahkan episentrum berpindah, dari Jakarta ke Jawa Timur. Disinyalir saat ini malah telah terjadi gelombang kedua. Ini pasti mempengaruhi segala aspek kehidupan. Kita fokus di aspek ekonomi dulu. Pengangguran terjadi dimana-mana. Dampaknya, jelas terasa. Multiplier effect-nya,melebar kemana-mana.

Beban hidup yang terus meningkat, Continue reading “Mari Beli Produk Teman”

I’tikaf Dengan Protokol Ketat


Hari-hari ini adalah 10 hari terakhir bulan Ramadhan (asyrul awakhir). Biasanya, saatnya Masjid dipenuhi dengan kaum muslimin yang  i’tikaf. Sebuah ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.  Dimana, Beliau setiap 10 hari terkahir di bulan ramadhan, lebih banyak mengikatkan dirinya di masjid. Melakukan i’tikaf. Artinya, berdiam diri dengan memperbanyak ibadah kepada sang Khaliq.

Dalam konteks saat ini, ditengah masih belum beujungnya wabah covid-19, merupakan salah satu bentuk isolasi mandiri yang efektif dan produktif. Karena orang masih tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik, daripada di rumah saja. Tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan yang super ketat.  Sebab jika tidak, seandainya ada peserta di Masjid itu yang terindikasi COVID-19, maka buliyyan terhadap umat Islam sebagai cluster baru, bakal meramaikan seluruh media. Apalagi di medsos.

Sehingga aturannya, sebelum ikut i’tikaf, semua peserta wajib di cek dulu kesehatannya. Jika dinyatakan sehat, boleh ikut. Jika tidak fit, apalagi ODP dan PDP, atau beberapa waktu sebelumnya berada/berkunjung di zona merah, by default, dilarang gabung. Bahkan, jika memungkinkan Continue reading “I’tikaf Dengan Protokol Ketat”

Sale Of Everything


Ramadhan ke-16
Tiba-tiba status WA teman-teman saya banyak yang berubah. Tidak seperti biasanya. Sebagaimana hari-hari sebelumnya, seperti yang saya kenal.  Ternyata tidak hanya di WA, namun juga wall di facebook, cuitan di twitter, status di instagram. Demikian hanya, tidak sedikit kemudian berubah menjadi YouTuber, dan seterusnya. Pendeknya, semua akun media sosial yang dimiliki, seolah menampilkan “wajah baru” dari apa dan siapa, yang selama ini mereka saya kenal. Mungkin disekitar anda juga seperti ini.

Semua berawal dari virus China itu. Awal-awal, saat pandemi muncul, semua medsos rata-rata dipenuhi dengan ketahanan dan optimisme terhadap serangan covid-19. Dilanjutkan dengan empati terhadap korban. Meski tidak jarang diikuti sesekali menyentil kebijakan pemerintah yang terkesan lamban, tidak jelas, miskoordinasi, dan lain sebagainya. Dengan disertai gambar, video, meme atau tautan berita untuk menunjukkan ketidaknyamanan situasi yang berlaku. Ini terjadi sekitar 2 minggu hingga satu bulan. Meski juga ada kawan lain, yang membela habis kebijakan pemerintah. Apapun itu kebijakannya dibenarkan dan selalu didukung. Tidak ada daya kritis. Meski kita hargai, masing-masing orang punya pilihan untuk mengekspresikan dirinya Continue reading “Sale Of Everything”

Peluang dan Tantangan Krisis


  1. Menurut Dcode EFC Analytics, dalam jangka pendek selama terjadi wabah COVID-19 ada beberapa kejadian dibidang ekonomi & Bisnis yang patut dicermati. Sehingga, dalam kompetisi ini, sebagaimana biasa ajan ada yg akan jadi pemenang dan tentu ada yang bakal kalah, alias tumbang.


Beberapa prediksi itu, sekarang sudah, sedang dan nampaknya bakal terjadi. Hal ini tentu saja menjadi early warning bagi para pelaku usaha. Prediksi ini, menjadikan pelaku usaha, harus selalu meng-update informasi, melakukan mitigasi, dan merumuskan langkah-langkah strategis Continue reading “Peluang dan Tantangan Krisis”

SIap Tidak Siap Harus Siap


Pekan lalu 03/04/2020, Menteri BUMN, ErickTohir dalam sebuah teleconference untuk dengar pendapat dengan anggota DPR, menyampaikan asumsi dan prediksi bahwa secara ekonomi, Indonesia ada  beberapa sekenario dari yangringan hingga yang terburuk selama dan pasca pandemi Covid-19. 

Menurut dia, sekaligus mempertegas dan mengkonfirmasi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya, bahwa sekenario berat mata uang Rupiah terhadap US Dolar sekitar Rp. 17.500,-. Sedangkan kondisi terburuk, sampai Rp.20.000,-. Demikian juga terkait pertumbuhan ekonomi, sekenario berat adalah 2,3%, sedangkan skkenario terburuk ada di minus 0,4 persen. Sedangkan tingkat inflasi dari 3,9% menjadi 5,1%. 

Belum lagi jika ditambah dengan indikator lain misalnya: anjloknya IHSG, negatifnya reraca perdagangan, beberapa perusahaan mulai gulung tikar, daya beli rakyat yang mulai menurun, dan seterusnya. 

Sebagaimana pada tulisan sebelumnya, dan juga prediksi beberapa pengamat, situasi seperti ini, akan tambah mempercepat dan membuat krisis multidimensi Continue reading “SIap Tidak Siap Harus Siap”