Dakwah, Islam, Leadership, Peradaban, Politik.

Menumbangkan Ruwaibidhah


wallpaper

Banyak hadits yang meriwayatkan tentang  tanda-tanda Akhir Zaman ini. Dalam salah satu hadits, Rasulullah mengingatkan tentang perkara akhir zaman dan pertanda yang menyertainya. Ini sebagaimana hadits riwayat Abu Hurairah RA:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: سيَأتي علَى النَّاسِ سنواتٌ خدَّاعاتُ يصدَّقُ فيها الكاذِبُ ويُكَذَّبُ فيها الصَّادِقُ ويُؤتَمنُ فيها الخائنُ ويُخوَّنُ فيها الأمينُ وينطِقُ فيها الرُّوَيْبضةُ قيلَ وما الرُّوَيْبضةُ قالَ الرَّجلُ التَّافِهُ في أمرِ العامَّةِ

Akan datang tahun-tahun penuh kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang jujur didustakan, pengkhianatan terhadap amanah yang diberi, orang yang jujur dikhianati, dan ruwaibidhah ikut berkomentar”. Lalu ditanya, “apa itu ruwaibidhah? Beliau menjawab: “orang-orang bodoh (Ar Rajul At Taafih) yang mengurusi urusan perkara umum.”  (HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912).

Jika kita maknai dari hadits di atas merupakan prediksi dari Rasulullah. Memang, tidak dipastikan waktunya kapan bakal terjadi. Akan tetapi bahwa fenomena dan tanda-tandanya sangat jelas. Setidaknya, bisa kita saksikan dalam keseharian di sekitar kita. Terjadinya kebohongan oleh  para pembohong justru saat mereke diberi jabatan. Banyak pemimpin yang dipilih rakyatnya bukan atas dasar kredibilitas dan profesionalisme, namun disebabkan pencitraan diri dan money politic.

Orang-orang yang baik dan jujur malah didustakan, dikhianati dan dikriminalisasi. Orang dengan mudah berkhianat dan mengingkari amanah dan janji, seolah menjadi pemandangan  yang lazim saat ini. Ulama tidak di dengar fatwanya. Alih-alih ditaati, yang terjdai justru para ulama’ dicibirkan, dilecehkan dan dikriminalisasi. Tidak ada hormat lagi dengan tokoh agama. Seolah sudah tidak ada sopan-santun dan tata krama. Semua dinilai dengan rupiah.

Bahkan hal ini, saat ini sudah menggejala secara luas. Bukan hanya kepada mereka yang diberi kekuasaan untuk memimpin rakyat, ini  sudah jelas dan pasti. Namun sungguh ironis bahwa sifat-sifat dan karakter sebagaimana tersebut di atas sudah membudaya di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan orang-orang bodoh (Ar Rajul at Taafih), justru diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin dan mengurusi urusan umum. Maka dapat dipastikan bakal rusak dan kacau jadinya.

Dalam hal ini Imam Suyuthi Rahimallah, saat menerangkan tentang hadits di atas, sabdanya “Dan Ar-Ruwaibidhah berbicara”, tafsirnya adalah seperti yang disebutkan dalam hadits Anas: “Kami berkata; Wahai Rasulullah, apa yang nampak dari umat-umat sebelum kita?” Beliau bersabda: “Rajanya justru datang dari orang kecil di antara kamu, para pelaku kekejian justru adalah orang-orang besar kalian, dan ilmu justru ada pada orang jahatnya kalian.”

Ar Rajul At Taafih artinya orang yang jahat dan hina. Dan, Ar-Ruwaibidhah adalah pengecilan dari Raabidhah, yaitu orang yang lemah yang berlutut kepada orang-orang mulia yang memahami urusan, lalu dia duduk dan belajar kepadanya. (Syarh Sunan Ibni Majah, 1/292)

Maka nubuwwah, yang merupakan prediksi Nabi sebagaimana tersebut di atas, bukan sebuah isapan jempol, sebab kini nyata adanya. Pemimpin yang jahil itu sejatinya ada. Dari kebodohannya itu, akan melahirkan kepemimpinan yang dzalim. Sebab, mereka menempatkan perkara dan urusan tidak pada tempatnya. Semua menurut kemauan dirinya atau kelompoknya belaka.

Dusta alias kebohongan senantiasa mewarnai kehidupannya. Setiap saat dan waktu selalu tidak takut untuk melakukan kebohongan demi kebohongan.  Sudah menjadi habits. Sehingga, hal ini dilakukan bukan tanpa sadar, melainkan untuk menutupi kebohongan yang dilakukan sebelumnya. Ini, menjadi semacam lingkaran setan yang tak berujung.

Anehnya, mereka selalu mendapatkan dukungan oleh para penjilat, yang mengambil keuntungan dari dukungannya itu. Mereka bersekongkol dan bahu membahu saling mendukung dalam kedzaliman. Tidak peduli apa yang bakal terjadi. Bahkan, selalu berusaha mempertahankan kekuasaan, agar tidak berakhir, dengan berbagai cara. Yang penting mereka dan kelompoknya terus berkuasa, sehingga bisa mengatur apa saja dan ujungnya mencari keuntungan secara materi. Mereka, berlindung atas nama demokrasi, padahal sejatinya sedang mengangkangi demokrasi itu sendiri. Akibatnya penderitaan rakyat dan siapapun yang dipimpinnya akan semakin menjadi-jadi.

Terkait dengan hal ini, telah diingatkan dalam hadis lain Rasulullah SAW juga menegaskan akan mengancaman bagi pemimpin yang dzalim, Rasulullah SAW bersabda: “Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga.” (HR Tirmidzi, Nasai dan Al Hakim).

Kadang-kadang kita mengira  bahwa mereka seolah kuat. Padahal sesungguhnya rapuh. Karena ikatannya adalah benda. Namun mereka menjadi nampak kuat itu, karena mereka bergerombol, dengan dukungan media dan kekuatan lainnya, termasuk finansial yang nyaris unlimited. Hal ini yang secara psikologis mampu menyiutkan nyali orang-orang beriman. Kita mesti bangkit melakukan perlawanan. Dan yakinlah pasti menang.

Sehingga pada saatnya Ruwaibidhan dan gerombolannya, sebagai simbol dan representasi kebatilan pasti tumbang. Cepat atau lambat. Sebab ikatan orang beriman itu, adalah ikatan tauhid. Dan kita sebagai pengusung kebenaran yang hakiki. Sebagaimana firman Allah ta’ala dalam Surat Al-Isra’ : 81.

وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

Dan katakanlah: “Apabila yang benar telah datang maka yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Wallahu A’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.