Kurs, Hutang dan Cukong


Hari-hari ini, kita disibukkan dengan berita melemahnya kurs (nilai tukar)  rupiah terhadap semua mata uang di dunia. Akan tetapi yang menjadi sorotan adalah, melemahnya nilai rupiah terhadap US Dolar. Menurut Kwik Kian Gie, sejak tahun 1971 rupiah terhadap USD mengalami depresiasi (pelemahan) sekitar 3.750%. Dan beberapa hari lalu sempat menyentuh ke level 14.235. Pelemahan ini, terendah sejak 3 tahun terakhir. Dan kita tidak tahu fluktuasi naik-turunnya ini kapan berakhir.

Hal ini membelah pendapat, baik antar analis, maupun pembelaan pemerintah. Tidak kurang seorang menteri, menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia  masih aman Continue reading

Advertisements

Dari Investasi ke Invasi


Respon atas tulisan sebelumnya tentang TKA dan Ancaman Kedaulatan Negara, ternyata mendapat tanggapan yang relatif homogen. Yaitu meng-amini apa yang saya tulis, dan kemudian prihatin atas kenyataan yang ada. Artinya saya tidak sedang menyampaikan fiksi, namun itu fakta yang dilengkapi dengan data. Bahkan ada yang menambahkan informasi yang tidak saya punya. Misal ada foto pemakaian uniform militer negara China, lengkap dengan tanda pangkatnya, seorang petugas security di salah satu perusahaan China. Saya belum sempat mengkomfirmasi kebenarannya. Jikalau demikian maka, justru fakta itu lebih menguatkan tesis awal saya yang saya maksud. Dan hanya dengan sedikit analisa sederhana, meski barangkali terkesan subyektif, malah semakin melengkapi narasi yang sudah ada itu.

Di akhir tulisan saya sebelumnya, sebagaimana menjadi judul tulisan ini, kemudian melahirkan hipotesa baru, bahwa ada kaitan erat antara investasi dan Invasi yang dilakukan negeri tirai bambu itu. Continue reading

TKA dan ancaman Kedaulatan Negara


Kemarin saya naik pesawat ID 6128, dari Cengkareng ke Makassar. Penerbangan pagi. Ketika panggilan Boarding dan pemeriksaan tiket oleh petugas, hampir separoh lebih penumpangnya, menunjukkan pula passport berwarna merah. Mereka rata-rata bermata sipit. Tubuhnya tegap. Rambutnya mayoritas cepak. Tidak berbicara dalam bahasa Indonesia. Mereka bergerombol sesamanya. Sebelumnya, saat memasuki pintu scan dan metal detector, sempat salah satu dari mereka mengeluarkan rokok dari kantong bajunya, bungkusnya merah, dengan tulisan ber huruf China.

Di Makassar mereka semua turun, berarti akan transit. Continue reading

Corporate Spiritual


Sebagaimana dibahas dalam tulisan sebelumnya, bahwa kelas menengah muslim menjadi kunci dalam membangun sebuah bangsa. Dengan belasan fenomena tesebut -bahkan bisa jadi akan terus berkembang- ternyata juga mendeterminasi yang selanjutnya, secara sistemik -disadari atau tidak- telah mengubah perilaku mereka dalam menjalankan bisnis. Entrepreneur muslim dan pemilik perusahaan rintisan (start-up), bahkan eksekutif puncak perusahaan muslim sekalipun, rerata memasukkan nilai-nilai islam dalam menjalankan aktifitas bisnisnya. Dan ini menjadi semacam kesacaran kolektif (jama’i) yang terjadi di kalangan pengusaha dan juga profesional serta eksekutif muslim.

Spiritualitas agama (Islam), dengan berbagai aspek dan turunannya, dan dengan berbagai subyek (pelakunya), kini terus berkembang dan menjadi basis nilai pesatnya sistem ekonomi syariah di Indonesia. Fenomena ini sekaligus membantah teori Ian Marshal dan Danah Zohar Continue reading

Tentang Skema Ponzi


Kasus penipuan yang dilakukan oleh First Travel, Abu Tours yang menghangat beberapa bulan ini dan telah masuk ke persidangan, nampaknya tidak membuat kapok, dan disinyalir masih ada beberapa Biro Travel Haji Umrah yang juga akan mengalami nasib yang sama, meski kasusnya sedikit berbeda. Hal yang sama, sesungguhnya merupakan pengulangan dari kasus-kasus investasi semisal sebagaimana di alami dalam investasi di Alam Raya, Langit Biru, Kospin di Sulawesi, Pohon Emas dan masih banyak lagi. Demikian halnya dengan kasus investasi atau bisa dalam bentuk arisan lainnya, yang tak ter-ekspose ke publik. Namun praktek-prektek seperti ini banyak terjadi di tengah masyarakat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa, pemahaman umat, berkenaan dengan investasi masih minim dan lemah. Sehingga dengan rayuan, pengembalian (return) yang menggiurkan, baik dalam bentuk bunga maupun skema bagi hasil, yang sesungguhnya tidak masuk akal, tidak logis, tetap saja diterima menjadi sebuah kebenaran dan keuntungan yang menggiurkan, olehnya mereka mengikutinya. Kasus investasi “bodong” seperti ini, memang terus terjadi dan berulang. Hal ini memang terjadi banyak aspek, salah satunya juga diakibatkan oleh lemahnya pemahaman tentang fiqh mumalah, termasuk di dalamnya adalah ketiadaan pemahaman tentang syirkah, mudharabah, murabahah, ijarah, dan seterusnya. Lagi-lagi hal ini, bersebab dari lemahnya edukasi tentang investasi di satu sisi, di lain pihak juga tarikan (gravitasi) tentang keuntungan dan janji yang menggiurkan di depan mata, membuat rakyat (bahkan tidak sedikit ustadz), laksana tertutup matanya, bagai kerbau di cocok hidungnya. Mengikuti saja tawaran-tawaran itu, tanpa reserve, karena matanya sudah hijau tertutup oleh gambaran keuntungan yang ditawarkan itu. Sesungguhnya, hal seperti ini bukan barang baru. Sebab, sudah sejak lama ada, namun, “penipuan” modern, dimulai sejak awal tahun 1900-an. Praktik sejenis ini sudah di mainkan oleh Carlo (Charles) Ponzi, dengan apa yang dikemudian hari dikenal dengan istilah skeema Ponzi.

Skema Ponzi (Sistem Ponzi/Ponzi Scheme) adalah istliah yang digunakan untuk mendefinisikan sebuah sistem dimana seseorang menginvestasikan dana demi mendapat keuntungan dan keuntungan yang diperoleh adalah berasal dari investasi yang dilakukan oleh investor berikutnya. Disebut sebagai Skema Ponzi (Ponzi Scheme) karena sistem ini pertama kali digunakan oleh Carlo Ponzi. Skema ini masih banyak digunakan pada banyak bisnis sampai dengan sekarang. Continue reading

Blockchain Untuk Pendidikan


Diskursus tentang blockchain, saat ini mewarnai perbincangan di beberapa kelompok diskusi. Sebagai sebuah teknologi “baru”, tentu tidak semua faham, terlebih dia terus berkembang, terutama trekait dengan pemanfaatannya. Dan dari diskusi itu, biasanya selalu menghadirkan pembicaraan yang menarik. Ada perdebatan, ada titik temu, ada peluang dan seterusnya. Tentu hal ini selanjutnya akan menjadi tantangan, baik bagi para pegiat teknologi, maupun penerima manfaat dari teknologi tersebut. Berawal dari diskusi di salah satu WAG, terkait isu yang saya lontarkan, berkenaan dengan pemanfaatan blockchain untuk pendidikan. Berbagai pertanyaan gayung-bersambut, pro-kontra, mewarnai percakapan disitu. Lalu seperti biasa, pembahasannya sempat melebar kemana-mana. Namun jika dikerucutkan, paling tidak ada 4 (empat) hal yang mengemuka, dalam diskusi tersebut. Pertama, Bagaimana Implementasi blockchain di sektor pendidikan, seperti apa sih? Masih belum kebayang. Kedua, blockchain kok di pendidikan, entar di PT nggak pake rektor, di sekolah nggak ada kepala sekolah, termasuk dosen, guru dan jajaran nya? Ketiga, bagaimana blockchain berhadapan dengan regulasi pendidikan yang bejibun dan sering berubah-ubah itu?. Keempat, siapa dan dimana lembaga/negara yang sudah sukses mengimplementasikan blockchain ini, sehingga bisa dipakai benchmarking di Indonesia?

Tentu diskusi di WAG tersebut, sebenarnya lebih seru dari sekedar empat pertanyaan yang ada di atas. Tetapi dari situ menemukan kalimat yang menarik, bahwa jangan latah sedikit-sedikit blockchain, karena dia bukan aspirin sebagai obat mujarab bagi semua kebutuhan teknologi, saat ini dan masa depan. Continue reading

Nilai-Nilai Ekonomi Syariah


Sebenarnya sudah lama saya ingin berbagai tulisan ini. Saya terinspirasi dan kemudian mengambil salah satu materi dalam International Seminar on Islamic Economic System – A Reply to Global Economic Challenge yang dilaksanakan STIE Hidayatullah, dalam ruang GBHN DPR/MPR Republik Indonesia pada tanggal, 5 February 2018, dengan tema Increasing National Competitiveness through Strengthening Sharia Economic and Finance. Materi ini disampaikan oleh Dr. Prayudhi Azwar, MEc sebagai Islamic Economic and Finance Department Bank Indonesia. Presentasi beliau cukup komplit dan lengkap. Semua aspek, baik yang sifatnya konseptual sampai data-data berkenaan dinamika dan implementasi ekonomi Islam secara khusus dan ekonomi di dunia pada umumnya, tersampaikan dengan baik.

Dari materi yang berbobot itu, memang sarat dengan data dan informasi, sehingga semuanya bisa dijadikan referensi bagi pegiat ekonomi Islam. Saya sangat menikmati. Tidak perlu mengerutkandahi untuk memahaminya. Semua ditampilkan dengan cara yang mudah dipahami. Continue reading