Kejujuran


Jujur itu hebat. Begitu salah satu tagline yang sering kita jumpai di poster,  di spanduk yang di pasang di jalan-jalan, atau yang di broadcast diberbagai media, termasuk medsos, hasil besutan lembaga anti rasuah, KPK. Sekilas tagline itu benar dan mengandung kebenaran. Tetapi jika ditelisik lebih jauh, bisa dimaknai sebagai pelecehan. Disatu sisi seolah kejujuran menjadi barang langka, dan susah ditemukan di negeri ini.

Sehingga siapapun yang jujur, terkesan hebat. Padahal, seharusnya jujur itu menjadi sikap dasar setiap manusia. Artinya jujur itu default bagi setiap muslim yang embedded, di jiwanya. Di lain pihak, seolah menunjuk hidung, Continue reading

Advertisements

#11… Umrah, Sebuah Perjalanan Ruhiyah


Alhamdulillah, tanggal 20 – 28 Mei 2012 kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mendatangi tanah haram, bersama istri dan rombongan untuk menjalankan ibadah Umrah. Sebuah perjalanan dan pengalaman ruhani yang cukup memberikan nutrisi bagi ruhiyah.Nutrisi yang sesungguhnya juga dibutuhkan oleh tubuh,  agar sebanding dengan santapan jasmani yang selama ini telah rutin dikonsumsi, secara cukup. Bahkan telah  memenuhi empat sehat lima sempurna. Meskipun hanya mengenakan dua lembar kain tanpa jahitan, yang dinamakan ihram itu.

Ibadah Umroh, sebagaimana di awal tulisan ini di atas, merupakan santapan ruhani, akan tetapi dalam prosesi ibadahnya, sesungguhnya, banyak hal-hal yang menarik, yang sejatinya tidak berkaitan langsung dengan pemenuhan konsumsi ruhiyah, sebagai akibat langsung dari proses/ritual ibadah. Akan tetapi percikan ruhani itu, di dapat dari proses membaca alam, melihat tanda-tanda, dan lain sebagainya, selama di Jazirah Arab. Dan ini menjadi ibrah/pelajaran yang berharga. Bisa saja kita menemui hal-hal yang dalam keseharian sesuatu yang dipandang secara sederhana dan biasa saja, akan tetapi ketika kita berada dalam puncak ruhani yang full charge, memberikan makna yang berbeda. Pendek kata, setiap kejadian menjadi memiliki nilai tersendiri, dan ini merupakan kenikmatan ruhani tiada tara.

Seringkali, ketika saya berada di suatu tempat, baik selama di Mekkah, Madinah maupun tempat-tempat lain, tanpa saya sadari, imajinasi langsung melayang kemasa lampau, Continue reading

#4 …..Pendidikan yang memerdekakan


Saya meyakini, seharusnya sebuah sistem pendidikan itu, bisa mengantarkan peserta didiknya menjadi pribadi-pribadi yang merdeka. Dan kemerdekaan dari murid ini, tentu saja didapat dari guru-guru yang merdeka. Guru yang merdeka tentu saja berasal kurikulum yang merdeka. Singkatnya pendidikan yang merdeka akan di hasilkan oleh sistem pendidikan yang merdeka. Tidak ada tertekan, tidak ada paksaan dan keterpaksaan. Artinya jika ternyata saat ini, masih kita jumpai sistem pendidikan yang belum memerdekakan, berarti ada sesuatu yang salah. Seharusnya, sebuah sistem pendidikan yang benar akan berjalan menuju satu kesatuan tujuan yang sama, yaitu memerdekakan manusia. Dalam makna merdeka yang sebenarnya, yaitu merdeka dari ketergantungan terhadap mahkluk, dan hanya bergantung kepada sang khaliq.

Jika demikian adanya lantas pendidikan model apa yang harus di desain. Satu-satunya model pendidikan yang berhasil mengantarkan pendidik dan peserta didiknya menjadi pribadi-pribadi yang terkenal sepanjang sejarah manusia, dan tertulis dalam tinta emas, sebagai generasi terbaik, bahkan tidak ada lagi generasi terbaik sesudahnya. Pendidikan yang berhasil melahirkan peradaban yang mulia Continue reading