Dakwah, Islam, Tarbiyah

Peringatan Bagi Pembenci Nabi Muhammad SAW


google

Kejadian penghinaan terhadap Rasulullah SAW senantiasa berulang. Setelah kasus Holywings yang menyebabkan penjarakannya 6 tersangka, kemudian beredar lagi video muda-mudi yang sedang pesta minuma keras, dan dengan entengnya dari mulut mereka mengeluarkan kata-kata yang menghina dan melecehkan terhadap panutan umat Islam itu. Kita tidak pernah tahu apa motifnya, disengaja atau tidak, namun pelecehan terhadap Nabi Muhammad itu, sama dengan melecehkan Islam itu sendiri.

Terkait dengan hal di atas, sesungguhnya sudah diperingatkan oleh Allah Ta’ala. Dalam surat Al-Kautsar Ayat 3, Allah ta’ala berfirman.  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ (Inna syāni`aka huwal-abtar) “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”.

Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia menjelaskan bahwa,”Sungguh orang-orang yang membencimu dan mengacuhkan hidayah yang engkau bawa, dialah orang yang terputus. Tidak hanya terputus jejaknya, mereka pun dijauhkan dari rahmat Allah dan segala kebaikan. Keteladanan dan kebaikanmu akan terus menjadi pembicaraan sepanjang zaman dan keturunanmu akan terus mewarisi kebaikanmu.  Wahai nabi Muhammad, katakanlah, ‘wahai orang-orang yang me-milih kafir sebagai jalan hidup”! Continue reading “Peringatan Bagi Pembenci Nabi Muhammad SAW”

Covid, ekonomi, Peradaban, Politik.

The Enemy of My Enemy is My Friends


pinterest

Dunia medsos gempar. Tiba-tiba ada pernyataan mengejutkan dari Ruhut Sitompul alias si Poltak. Salah seorang pengacara yang juga aktivis Partai Politik itu. Dia terkenal sebagai kutu loncat. Pernah di Partai Golkar, Partai Demokrat, dan terakhir berlabuh ke PDIP. Gerakannya, mengikuti  dan mengekor partai apa yang sedang berkuasa. Nebeng disitu.

Ada anomali dari statemennya, yang di luar kebiasaannya. Sebagimana dikutip beberpa media beberapa hari belakngn ini. Biasanya dia selalu komentar miring terhadap Gubernur DKI. Seolah apapun yang dilakukan oleh Mas Anies tidak ada benarnya, semua salah. Lengkap dengan bullyan. Tak segan dia menghabisi dan menebar hoax kepada Mas Anies. Bukan sekedar kritik. Tapi melakukan character assassination. Dia melakukan prinsip kill the messenger.

Mas Anies bicara apa, ditimpali dengan komen yang sarkastik, nyelekit, diametral & paradoks. Seolah ingin dilumat, dihabisi, meski tanpa data dan miskin narasi. Yang penting nge-gas dan viral. Nampaknya by design, atau memang dia pion yang sedang dipasang untuk membuat gaduh. Dan biasanya berhasil memancing reaksi netizen. Meski selalu ada yang kotra dan melawannya, dengan data, fakta dan akal sehat. Namun selalu saja bisa berkelit. Ibarat belut masuk oli, susah dipegang. Continue reading “The Enemy of My Enemy is My Friends”