RENUNGAN PENGHUJUNG TAHUN


sunriseHari ini, Selasa 31 Desember 2013, di tengah guyuran hujan sepanjang hari, sejak malam tadi, dan mendung hitanm yang menggelantung di langit, adalah ujung perjalanan kita, dalam menapaki hidup selama 1 tahun. Selama lebih kurang 365 hari, kita telah lalui. Dengan segala dinamika yang ada di dalamnya, mau tidak-mau, suka-tidak suka telah tahun 2013 telah kita lalui. Ini bukan akhir dari sebuah perjalanan hidup kita. Ini mata rantai, tetapi dia tidak bisa lagi ditarik kebelakang. Secara hukum alam dan sunnatullah-nya akan terus maju kedepan. Kita akan memulai langkah baru lagi di awal tahun 2014, dan nanti juga akan berujung di tahun 2014. Atau, bisa jadi kita tidak bisa ketemu di ujung 2014 kelak, karena di tengah jalan Allah menakdirkan kita ketemu ujung hidup kita, meski bukan ujung tahun. Itulah substansi perjalan hidup kita. Kita tidak tidak tahu pasti apa yang terjadi kelak.

Tentu saja, dinamika kehidupan kita di tahun ini, penuh dengan variasi. Ada pencapaian yang menggembirakan dan melesat di tahun ini, bahkan mungkin melampaui target yang telah kita canagkan. Pun demikian, bisa jadit idak sedikit hasil yang meleset dari apa yang pernah kita canangkan. Perkara melesat dan meleset dari target adalah bahan evaluasi diri. Di awal 2013 kemarin, sayapun juga membuat resolusi yang tentu saja didalamnya berisi tentang segudang dan sederet rencana pencapaian di tahun ini. Lengkap dengan parameter keberhasilan. Apakah itu terkait dengan target pribadi, berorganisasi atau dalam berbisnis. Secara target pribadi memang masih banyak yang jauh dari apa yang saya inginkan, demikian pula terkait dengan target dalam berorganisasi. Kendati demikian secara berorganisasi dan pribadi, masih bisa diprosentasekan dalam bilangan 60-70% target terpenuhi. Akan tetapi dalam berbisnis, jika di ukur dengan parameter kuantitatif maka tahun ini hanya tercapai sekitar 20%, sedangkan yang kualitatif pencapaiannya sekitar 25%. Hal ini menjadikan secara bisnis, tahun ini memang agak jeblok. Sehingga banyak hal yang tak terduga kemudian terjadi selama tahun ini. Meskipun ketika menyusun rencana di awal tahun sudah dilakukan dengan dilakukan dengan menggunakan banyak sudut pandang, ternyata masih ada yang kurang. Demikian juga perbaikan kulaitas ibadah secara pribadi, juga terus ditingkatkan, tetap saja belum mampu mengangkat dan menyelesaikan persoalan yang ada. Tentu hal demikian itu, memerlukan perenungan yang sangat mendalam.

Mengapa kita bisa melesat di satu bidang dan kemudian bisa berprestasi di dalamnya, tentu kita tahu Continue reading

Advertisements

Tentang Waktu


timeTanpa terasa, dengan seluruh aktifitas di dalamnya, kini kita berada di penghujung tahun 2013, dan sebentar lagi memasuki tahun 2014. Waktu seakan datang dan pergi begitu saja. Ada kalanya waktu yang telah lewat kita pergunakan dengan seoptimal mungkin dan membekas menjadi sebuah karya, tetapi, jika renungkan, maka tidak sedikit waktu yang terbuang dengan sia-sia. Padahal Allah, tentang waktu ini telah memberikan warning kepada kita,”Tiap-tiap ummat mempunya batas waktu, apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS 7:34). Dari sini Nampak jelas bahwa, waktu itu sesungguhnya netral, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu itu. Dan hanya yang bisa memanfaatkan waktu secara efektif dan bijaklah, mereka tergolong orang-orang yang beruntung, dan menjadi pemenang.

Allah SWT, telah begitu adil dalam memberikan waktu kepada ummatnya. Tidak dibeda-bedakan, semuanya mendapat porsi yang sama. Tidak peduli kaya-miskin, tua-muda, pintar-bodoh, muslim-kafir dst, semua mendapatkan jatah waktu yang sama, yaitu 24 jam, 1.440 menit atau 86.400 detik setiap hari. Atau 8.760 jam, 381.600 menit atau 22.896.000 detik dalam 1 tahun. Tetapi pertanyaannya kemudian adalah, mengapa dengan jatah waktu yang diberikan sama itu, hasilya bisa berbeda? Ada orang yang berhasil dan ada yang gagal?. Lagi-lagi jawaban sederhananya (dan sebenarnya ini apologis semata)  adalah, siapa  saja yang pandai dan bijak dalam memanfaatkan waktu, dialah yang akan mendapatkan hasil terbaik. Oleh karenanya, mari kita merenung sejauhmana hari-hari yang telah  kita lalui itu, kita memanfaatkan waktu yang Allah berikan kepada kita dengan sebaik mungkin, dan seberapa produktifkah waktu yang telah ada kita pergunakan ? Saya yakin banyak deretan pertanyaan Continue reading