I’tikaf Dengan Protokol Ketat


Hari-hari ini adalah 10 hari terakhir bulan Ramadhan (asyrul awakhir). Biasanya, saatnya Masjid dipenuhi dengan kaum muslimin yang  i’tikaf. Sebuah ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.  Dimana, Beliau setiap 10 hari terkahir di bulan ramadhan, lebih banyak mengikatkan dirinya di masjid. Melakukan i’tikaf. Artinya, berdiam diri dengan memperbanyak ibadah kepada sang Khaliq.

Dalam konteks saat ini, ditengah masih belum beujungnya wabah covid-19, merupakan salah satu bentuk isolasi mandiri yang efektif dan produktif. Karena orang masih tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik, daripada di rumah saja. Tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan yang super ketat.  Sebab jika tidak, seandainya ada peserta di Masjid itu yang terindikasi COVID-19, maka buliyyan terhadap umat Islam sebagai cluster baru, bakal meramaikan seluruh media. Apalagi di medsos.

Sehingga aturannya, sebelum ikut i’tikaf, semua peserta wajib di cek dulu kesehatannya. Jika dinyatakan sehat, boleh ikut. Jika tidak fit, apalagi ODP dan PDP, atau beberapa waktu sebelumnya berada/berkunjung di zona merah, by default, dilarang gabung. Bahkan, jika memungkinkan Continue reading “I’tikaf Dengan Protokol Ketat”

Sale Of Everything


Ramadhan ke-16
Tiba-tiba status WA teman-teman saya banyak yang berubah. Tidak seperti biasanya. Sebagaimana hari-hari sebelumnya, seperti yang saya kenal.  Ternyata tidak hanya di WA, namun juga wall di facebook, cuitan di twitter, status di instagram. Demikian hanya, tidak sedikit kemudian berubah menjadi YouTuber, dan seterusnya. Pendeknya, semua akun media sosial yang dimiliki, seolah menampilkan “wajah baru” dari apa dan siapa, yang selama ini mereka saya kenal. Mungkin disekitar anda juga seperti ini.

Semua berawal dari virus China itu. Awal-awal, saat pandemi muncul, semua medsos rata-rata dipenuhi dengan ketahanan dan optimisme terhadap serangan covid-19. Dilanjutkan dengan empati terhadap korban. Meski tidak jarang diikuti sesekali menyentil kebijakan pemerintah yang terkesan lamban, tidak jelas, miskoordinasi, dan lain sebagainya. Dengan disertai gambar, video, meme atau tautan berita untuk menunjukkan ketidaknyamanan situasi yang berlaku. Ini terjadi sekitar 2 minggu hingga satu bulan. Meski juga ada kawan lain, yang membela habis kebijakan pemerintah. Apapun itu kebijakannya dibenarkan dan selalu didukung. Tidak ada daya kritis. Meski kita hargai, masing-masing orang punya pilihan untuk mengekspresikan dirinya Continue reading “Sale Of Everything”

Menyongsong Kebangkitan Peradaban


Ramadhan ke-10

 

Akan datang sebuah peradaban baru, setelah Corona berlalu. Diprediksi muncul kekuatan baru, yang akan menggantikan dominasi sekarang, sekaligus menentukan arah dunia ke depan. Begitu kesimpulan beberapa pendapat para ahli, menyikapi kondisi mutakhir. Demikin halnhya, lonceng kematian kapitalisme sudah ditabuh. Indikasi dan gejalanya sudah jelas dan nyaring. Tinggal tunggu waktunya. Ajal menanti, kini sedang sakaratul maut. Namun seperti biasa, tabiat kapitalisme akan mencari keseimbangan baru. Biasanya ada “Dokter” yang melakukan “operasi plastik. Kemudian, akan tammpak wajah baru, casing baru. Meski jiwa dan raganya tetap sama. Setelah itu, jika ada goncangan lagi, akan goyah. Dan berubah lagi. Selalu begitu, mencari bentuk baru lagi, dan seterusnya akan menjadi siklus. Bagi yang paham tidak kaget. Kita tunggu saja, siapa dokternya dan wajah barunya seperti apa. Beberapa waktu mendatang. 

Demikian halnya dengan sosialisme. Yang saat ini diwakili oleh China. Negara-negara lain, penganut sosialisme sudah pada tumbang. Jika tidak, maka dalam kondisi yang sempoyongan.  China, sebenasrnya  sudah berubah. Dengan menerapkan state capitalism. Secara bentuk pemerintahan dan sistem kepartaian menerapkan sistem partai tunggal. Sebuah ciri dari sosialisme/ komunisme. Namun secara Ekonomi, negara mengimplementasikan kapitalisme Continue reading “Menyongsong Kebangkitan Peradaban”

Menjadi Buruh Allah


Ramadhan ke-8

Hari ini diperingati sebagi hari buruh atau lebih di kenal dengan May Day. Seremonial ini biasanya dilakukan dengan aksi buruh dari berbagai kota untuk turun kejalan-jalan menuntut perbaikan nasib buruh. Namun kali ini, menurut Said Iqbal Sekjen KSPI “Buruh tidak akan melakukan aksi turun ke jalan pada May Day, tetapi kami akan melakukan kegiatan-kegiatan dalam bentuk lain yang menyuarakan isu perjuangan kaum buruh,”. 

Saat ini , situasi ekonomi memang sedang memburuk. Sehingga terjadi PHK dimana-mana. Hingga pertengahan April lalu, Kementrian Tenaga Kerja mencata ada 2,8 juta pekerja yang mengalami PHK hingga dirumahkan. Dan angka ini akan terus bertambah seiring wabah COVID-19 yang belum jelas kapann berakhirnya. Dan sudah barang tentu, diikuti dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan, dan juga belum pasti kapan akan rebound. Kita masih bersyukur UU Omnibus Law, yang sarat kepentingan pemilik modal dan kontroversial itu ditunda dibahas, semoga malah di drop dari prolegnas Continue reading “Menjadi Buruh Allah”

Krisis Multidimensi Dampak Covid-19


Ramadhan ke-7

Renungan Kita sore ini berkenaan dengan apa saja sih dampak ikutan dari COVID-19?. Baik yang terdampak secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kehidupan manusia secara individu. Juga terhadap kehidupan bernegara & kehidupan dunia?

Ternyata, jika dikaji lebih jauh, sesungguhnya yang terjadi bukan hanya persoalan kesehatan saja. Memang kesehatan menjadi triger, namun pada pekembangan berikutnya saling berkelindan dengan aspek lainnya. Kemudian meenghasilkan krisis diberbagai sektor. Dengan bahasa lain, hal ini bisa mengarah ke krisis multidimensi.

Sehingga banyak cerdik pandai telah mensinyalir dunia sedang di reset, sedang diformat ulang, sedang direinstallatau istilah sejenis lainnya. Tentu pendapat tersebut sebagai analogi dan diikuti dengan data, fakta dan kajian yang bisa diverifikasi. Sehingga diprediksi akan segera lahir new world order. Bahkan bisa memantik lahirnya peradaban baru, yang berbeda dari yang ada sekarang. Apa itu? Nanti Kita bahas dilain waktu. Continue reading “Krisis Multidimensi Dampak Covid-19”

Strategic Planning Ketahanan Pangan Nabi Yusuf a.s.


Ramadhan ke-6

Kemarin, saat tilawah surat Yusuf,  dilembar-lembar terakhir Juz 12,dimulai dari ayat 43, terjadi dialog antara Raja Mesir dengan para pembesar di negaranya termasuk ahli nujum berkenaan dengan mimpi Raja,” Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering”. Hai orang-orang yang terkemuka: “Terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku itu jika kamu dapat mena’birkan mimpi” (QS Yusuf :43)

Semua pakar dari berbagai bidang yang dihadirkan dan ditanya, mereka kompak satu suara tidak tahu jawabanya atau takwil dari mimpi itu.  Bahkan mimpi  itu dianggap mimpi kosong belaka. Karena sudah menyerah mereka ingat kepada seorang pemuda tampan yang sedang dipenjara yang pandai menakwilkan mimpi. Maka mereka mendatangi Yusuf a.s. Continue reading “Strategic Planning Ketahanan Pangan Nabi Yusuf a.s.”

Menikmati Ramadhan Saat Pandemi


Ramadhan ke-5

Beberapa hari menjelang ramadhan, kita bisa menikmati tarhib ramadhan. Fasilitas teknologi video conference, yang mudah di dapat. Yang  gratisan maupun yang berbayar bisa di unduh. Seolah menjadi solusi dikala Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) berlangsung. Sehingga memaksa atau dengan penuh kesadaran sendiri, kita harus tetap tinggal di rumah. Banyak aktifitas yang mengharuskan kita stay at home

Memang kondisi lingkungan sedang “tidak baik.” Pandemi Covid-19 menghantui aktifitas setiap rakyat. Virus korona yang tidak memilih siapa yang akan ditinggali sebagai inang, bisa menginfeksi siapa pun itu. Tua-muda, pria-wanita, kaya-miskin, pintar-bodoh, tinggal di kota-atau dikampung, dlsb, tidak ada yang kebal dengan virus yang “egaliter”. Tidak jarang memaksa si pemilik badan (inang), akhirnya mengidap gejala pernafasan kronis. Jika kondisi fisiknya bugar, maka akan kuat menahan gempuran corona. Jika sedang lemah, maka kematian akan membersamainya. 

Kembali ke soal tarhib ramadhan. Seringkali kita rancu dan salah penempatan, termasuk di penulisan spanduk/memen. Yaitu antara istilah tarhib dan targhib. Biar lebih mudah, kita kaji definisinya dulu. Continue reading “Menikmati Ramadhan Saat Pandemi”