Posted in Entrepreneurship, Kronik, Peradaban

Ramadhanomic dan Harapan Kebangkitan Ekonomi Umat 



Hidayatullah.com– Bulan Ramadhan yang begitu dinantikan kehadirannya itu kini telah berlalu sepekan lebih. Beberapa fasilitas yang ditawarkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, membersamai datangnya sahrul mubarak ini.

Keutamaan Ramadhan, telah menjadi rangsangan bagi setiap orang yang beriman, untuk berlomba-lomba meraih keberkahan di dalamnya.

Ibadah yang memiliki hubungan langsung dengan Allah Subhanahu Wata’ala, bahkan hanya Allah-lah yang tahu berapa reward (pahala) yang layak untuk dilimpahkan kepada hamba-Nya yang berpuasa.

Olehnya, Ramadhan menjadi tempaan bagi yang berpuasa, karena mereka dididik dalam berbagai hal agar mendapatkan output-nya nanti mendapatkan predikat sebagai orang yang bertaqwa.

Namun, Ramadhan bukan hanya berkait dengan ibadah semata. Hadirnya Ramadhan, ternyata dibarengi juga dalam mengubah lifestyle (gaya dan pola hidup) mereka yang berpuasa. Continue reading “Ramadhanomic dan Harapan Kebangkitan Ekonomi Umat “

Advertisements
Posted in Kronik, Peradaban

Konsistensi


Update-lah blogmu setiap hari, walau itu hanya berupa cuplikan kata-kata mutiara @jamilazzaini

buku Tweet dari Jamil Azzaini sebagaimana saya kutip di atas, yang di jagad twitterland beliau bisaa dipanggil dengan julukan Kakek, ini cukup menginspirasi saya untuk selalu meluangkan waktu dalam nge-blog. Sementara, Kakek ini, adalah salah satu dari sekian orang yang selalu meng-update blognya setiap hari. Profesinya sebagai trainer dan seorang motivator, juga telah menghasilkan beberapa buku yang best seller, cukup mendukung untuk mengalirkan gagasannya dalam bentuk tulisan, Dan tulisannya yang ringan dan renyah itu baik yang dituangkan di buku maupun blog-nya, memudahkan pembacanya untuk memahami, tidak perlu mengernyitkan dahi atau memeras otak dan keringat untuk mengerti dan memahami apa maksud tulisannya. Meski kadang juga serius, tetapi tetap terasa ringan dan santai, karena kecakapannya dalam memilih diksi dan menyusun kalimat. Sesuatu yang cukup sulit buat saya. Dari isnpirasi itu, saya juga sudah berulang kali berniat untuk istiqomah dalam mengisi blog saya setiap hari, dan gagal maning-gagal maning. Dan  bisa di tebak, lagi-lagi beribu alasan yang bisa dibuat untuk kemudian menyebabkan blog yang sudah ada dibiarkan statis tak terupdate alias tak terurus. Padahal sebagaimana ciri dari web 3.0, blog adalah salah satu media social, dengan ciri bisa memberikan komunikasi dua arah dan bahkan lebih, antara penulis (pemilik blog) dengan pembaca. Continue reading “Konsistensi”

Posted in Entrepreneurship, IT, Kronik

Creative Economy untuk Manusia Kreatif dan Berkarakter


creativeDitengah-tengah ributnya implementasi Kurikulum 2013, yang telah di evaluasi dan kemudian dihentikan pelaksanaannya oleh Mendikbud Anies Baswedan, PhD beberapa hari yang lalu. Saya tidak tahu apakah ini anugerah atau musibah. Sekali lagi saya tidak mau masuk kewilayah itu, lantas berpolemik tentang mengapa K-13 itu dihentikan pelaksanaannya. Namun saya ingin mengajak kita  semua untuk mencoba menelisik lebih jauh bagaimana pendidikan negeri ini. Dapatkah  melahirkan manusia-manusia kreatif yang mampu survival untuk dirinya sendiri dan kemudian memenangkan pertarungan di tingkat global. Saya tidak tahu persis, karena saya bukan pakar pendidikan, tetapi saya meyakini bahwa kreatifitas seseorang selain tentu saja given, yang merupakan bakat pemberian dari Allah SWT, saya juga meyakini, bahwa kreatifitas ity bisa di dapat dari proses pembelajaran  dan pelatihan yang intensif dan benar. Maka pendidikan merupakan salah satu kunci untuk melahirkan manusia kreatif itu.

Sebab, apapun alasannya, mulai tahun depan, yang tinggal beberapa hari lagi, kita dipaksa dan terpaksa menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mau atau tidak mau, siap atau tidak siap. Dimana konsekwensi logisnya, kita akan dapati kompetisi bebas akan hadir disitu. Kita akan bertarung dengan komunitas masyarakat Asean hampir di semuaa bidang, dengan kondisi apapun juga. Sebuah tahapan awal dalam rangka pertarungan global. Sebagaimana diketahui, pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara, sehingga kompetisi akan semakin ketat. Sehingga, Masyarakat Ekonomi Asean ini, tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, IT, dan lainnya. Selanjutnya, selain pertarungan pada aspek profesionalitas tersebut, tentu kita akan memasuki tahapan baru yaitu creative economy. Dimana pertarungannya tidak hanya pada adu skill, tetapi sejauh mana manusia-manusia kreatif bertarung di situ, industri kreatif bisa tumbuh dan tegak berdiri disitu dan akhirnya bangsa kreatif bisa kokoh dan memenangkan pertarungan di situ. Sehingga, siapa yang lebih kreatif, dialah sesungguhnya yang mampu memenangkan persaingan saat ini dan masa depan.  Continue reading “Creative Economy untuk Manusia Kreatif dan Berkarakter”

Posted in Entrepreneurship, Kronik, Peradaban

NASEHAT AWAL TAHUN


awaltahunLupakan hiruk pikuk dan hingar bingar menyambut tahun baru, yang disiarkan berbagai media dari seluruh belahan dunia. Dengan deretan pesta pora dan kebisingan yang ditimbulkan oleh tiupan terompet, dentuman petasan dan kemudian diakhiri dengan bunyi sirene atau gemerincing lonceng sera gegap-gempita dan sorak-sorai,  ketika waktu menunjukkan pukul  00:00. Biarlah mereka larut dalam dunianya itu. Karena itu yang diinginkannya, dan selalu ditunggu setiap pergantian tahun. Meski hal ini terus berulang, disetiap tahun, ternyata tidak pernah membosankan. Kendati di berbagai media selalu di wartakan bahwa, disetiap tahun pasti menelan korban, apakah itu kecelakan, mabuk-mabukan, narkoba dan lain sebagainya, ternyata masih saja dinanti-nanti. Bahkan di akhir tahun dan di awal tahun ini, lebih tragis lagi. Kita dikejutkan dengan pemberitaan tentang pembantaian rakyat oleh aparat, atas nama pemberantasan terorisme. Tanpa melalui proses peradilan, dan pembelaan di hadapan hakim, mereka dihabisi di sebuah rumah, yang dikelilingi sawah di bilangan Ciputat. Enam nyawa melayang. Terlepas mereka ‘teroris” beneran atau tidak, seperti pada kejadian di berbagai tempat sebelumnya, banyak yang  tidak terbuktikan. Tetapi opini telah tergiring, mereka melakukan perlawanan dengan senjata api, menyimpan bahan peledak yang siap di ledakkan, setiap saat  dan dengan tujuan yangtelah jelas, dan argumen lainnya. Stigmatitasi telah terbentuk. Mediapun seolah mengekor dan tidak melakukan cover both side, dan kemudian mengiyakan saja. Kemudian tidak sedikit yang tambah menyerang dengan membubui dan menambah-nambahi dengan berbagai alasan dan sudut padang, yang seolah-olah ilmiah dan benar. Tapi, lagi-lagi menyudutkan mereka, yang sudah tidak dapat membela diri.  Selanjutnya bisa dipastikan bahwa, tidak ada alsan lagi bagi publik untuk tidak meng-iyakan bahwa mereka adalah “teroris” sungguhan, dan pada giliranya adalah menyudutkan ummat Islam itu sendiri. Terutama bagi mereka yang menggiatkan dirinya dalam menegakkan Syari’ah. Ini pointnya.

Kembali ke soal akhir dan wal tahun. Kondisi seperti ini, kemudian menimbulkan pertentangan antara yang pro dan kontra. Coba lihat di media-media sosial menjelang tahun baru. Twitwar banyak terjadi antara yang pro dan kontra. Dinding-dinding facebook dipenuhi dengan status antara pro dan kontra, yang dilanjutkan dengan tulisan comment yang lebih seru lagi, berderet gayung bersambut, saling silang antara yang setuju dan tidak. Inilah era web 3.0. Yang ditandai dengan digulirkannya technologi semantic web dan kemudian mengedapankan aspek interaksi antar pengguna dan juga dibingkai dalam kemudahan akses, termasuk dengan mobile device. Maka sempurnalah pertarungan didunia maya itu. Karena betapa fasilitas yang ditawarkan itu telah memanjakan penggunanya sekaligus , memicu users untuk saling berinterasti, termasuk dengan saling serang. Continue reading “NASEHAT AWAL TAHUN”

Posted in Islam, Kronik, Peradaban

Kepompong itu Kita


kepompongTadi malam, Kementrian Agama dengan berbagai Ormas Islam telah melakukan sidang Isbat dan memutuskan bahwa hari Rabu , 10/7/2013, sebagai awal Ramadhan. Tetapi juga tidak sedikit yang memulai awal ramadhan dihitung mulai hari ini,  Selasa 9/7/13. Meskipun secara pribadi saya menyayangkan ramadhan kali ini tidak bisa dimulai dengan serentak, tetapi karena saya mafhum, karena hal ini merupakan perbedaan pendekaan metode. Apapun yang melatar belakanginya, yang jelas ummat Islam di seluruh dunia, serentak mulai melaksanakan shiyam Ramadhan. Sebuah Ibadah yang kedatangannya sudah di tunggu-tunggu. Bahhan telah di kondisikan sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Tamu agung yang dinantikan kehadirannya oleh ummat Islam, itu kini telah menghampiri kita.  Ramadhan bulan yang pernuh berkah, dimana ghirah ummat Islam melaksanakan ibadah lebih intensif dari pada hari-hari biasa. Bulan dimana al-Qur’an diturunkan pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Bulan yang di dalamnya terdapat lailatul qadr, malam seribu bulan. Bulan yang setiap ibadah akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah, bahkan sampai hanya Allah sajalah yang tahu berapa kali kelipatan yang akan di dapat oleh hambanya.

Bulan yang didalamnya, disediakan media dan wanan bagi ummatnya untuk memperbanyak amal ibadah, Sehingga selain melaksanakan puasa ramadhan, kita di anjurkan untuk menghidupkan malam-malam kita dengan qiyamul lail, mebasahi mulut dan bibir kita dengan  membaca serta melantunkan alqur’an seraya berusaha untuk memahaminya. Memperbanyak dzikir, berdo’a baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan ummat islam lainnya, Continue reading “Kepompong itu Kita”

Posted in Entrepreneurship, Islam, Kronik

Trend Muslim Indonesia di Era C3000


Islamic C 3000Sejak akhir tahun 2010, income per capita rakyat Indonesia adalah  US$ 3.000,-, Dan pada saat itu pula, sejatinya kelas menengah baru telah tumbuh secara progresif di negeri ini.. Saat ini, menurut IMF , berdasarkan data tahun 2011, saat ini sudah memasuki angka US$3.512.. . Prof. Rhenald Kasali (2010), Guru Besar FEUI itu menulis, bahwa para ekonom percaya, angka (pendapatan perkapita) sebesar US$ 3.000 itu akan menjadi cut off penting yang mendatangkan perubahan gaya hidup luar biasa. Dan dalam satu tulisannya, akhir tahun 2012, GDP Percapita Indonesia, hampir menembus angka US$ 4.000. Dus, masyarakat dengan income demikian akan mengkonsumsi apa saja yang mendatangkan perubahan kehidupannya.

Sementara itu, dengan  GDP per capita di angka US$ 3.000, merupakan momentum yang penting bagi suatu negara, karena begitu angka itu terlampaui, negara tersebut akan menikmati pertumbuhan yang cepat. Secara empiris hal itu sebelumnya dialamai negara-negara maju seperti Korea Selatan, China dan Brasil. Begitu tulis Yuswohadi mengutip tulisan ekononom Cyrillus Hernowo di The Jakarta Post pada Oktober 2010.  Dan berangkat dari situ, kemudian mas Siwo merumuskan C3000, yang bermakna Customer 3000

Bertolak dari sini, maka para cerdik cendekia, memaknai bahwa negara yang melewati ambang batas pendapatan per capita US$ 3.000, akan mengalami percepatan pertumbuhan yang fantastis. Artinya, jika benar cara “pengelolaan negaranya” model percepatan pendapatanya, mengikuti pola deret ukur, eksponensial. Jika demikian, pola seperti ini, juga dapat dipakai parameter untuk melihat pertumbuhan dan komposisi demografi penduduknya. Misalnya,  iika di pakai distribusi normal, untuk mengukur pengaruh GDP per-capita US$ 3.000 itu, dihubungkan dengan komposisi penduduk Muslim di negeri ini, seharusnya juga akan diperoleh data dan angka yang fantastis pula Continue reading “Trend Muslim Indonesia di Era C3000”

Posted in Kronik, Peradaban

#9…..Membaca Sejarah


Sejarah itu bukan hanya sekedar catatan dari rentetetan peristiwa yang kemudian dikompilasi dalam bentuk sebuah buku, yang biasanya sangat tebal. Bukan pula dongeng dan cerita turun-temurun, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya. Sejatinya sejarah adalah sebuah gambaran dan visualisasi dari masa lalu, yang denganya, sejarah selalu memotret apa yang terjadi dalam silih bergantinya generasi manusia, jatuh dan bangunnya sebuah bangsa, muncul dan tenggelamnya peradaban, bangkit dan ambruknya sebuah kekuasaan dan seterusnya. Sehingga darinya, sejarah akan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Sejarah adalah bukti empiris masa lalu. Dan sejarah bukan hanya yang ditulis secara tekstual dalam buku-buku tebal itu, pun demikian bukan pula apa yang dicerikan sambung-menyambung dari nenek moyang itu. Sejarah adalah kontekstual, dia berada di dalam buku dan apa yang ada di luar buku, dia melingkupi semua peristiwa, kejadian dan aktor, disaat sejarah itu terjadi. Maka, sejarah sesungguhnya merupakan petunjuk masa depan.

Saya bukan ahli sejarah. Saya hanya seorang penikmat sejarah. Itupun dilakukan dengan cara amatiran, yaitu dengan membaca buku-buku sejarah ataupun mungkin melihat tayangan di DVD atau nonton National Geographic. Bahkan pelajaran resmi sejarah yang pernah saya ikuti, hanya diperoleh di bangku SD, SMP dan SMA, selebihnya hanya mencari sendiri. Apa saja saya baca: mulai dari siroh nabawiyah, tarikh islam, dan berbagai buku sejarah dunia, maupun sejarah nasional, bahkan sejarah lokal lainnya. Karena, bagi saya dengan membaca sejarah saya, bisa melayang ke masa lalu, dan menyelam, menelisik jauh dalam relung-relung kehidupan masa lalu, dengan segala asesoris dan dinamika kehidupan saat itu. Pada saat yang sama, dengan sangat bebasnya membikin komparasi dengan membandingkan dengan kehidupan di mana saat ini saya hidup. Kadang, bisa tersenyum sendiri, jika kemudian masa lalu kita gunakan parameter masa kini, pun demikian sebaliknya. Maka, membaca sejarah, akan terasa indah. Continue reading “#9…..Membaca Sejarah”