Entrepreneurship

Pemimpin dan Problem Eksekusi


dreamstime.com

Dalam sebuah organisasi, apapun bentuknya dan seberapapun besarnya, selalu memiliki tujuan yang kemudian dirumuskan dalam visi dan misi. Selanjutnya dibreakdown dalam program kerja yang didalamnya juga terdapat : target, sasaran, indikatar keberhasilan. Dan  dilanjutkan dengan formula strategi serta strategi implementasi termasuk timelinenya. Namun, kerapkali kita menjumpai organasi dengan strategi yang tersusun dan terformulasikan dengan baik, dengan mengikuti kaidah manajemen modern, akan tetapi tidak mampu terimplementasi sesuai dengan rencananya. Inilah yang kemudian disebut dengan problem eksekusi. Dimana, salah satu aktor terpenting disini adalah pemimpin organisasi.

Mengapa demikian? Sebab pemimpin itu hadir bukan hanya untuk dihormati, dita’ati dan disayangi serta dengan sejumlah diksi sejenis lainnya. Itu sudah pasti. Akan tetapi lebih jauh dari itu, kehadirannya dituntut untuk mempersembahkan kinerja dan karya serta sejarah, dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi. Sehingga pada hakekatnya kinerja seorang pemimpin itu, akan dicapai melalui kerja orang lain.

Dengan demikian  maka salah satu tugas utama pemimpin adalah menggerakkan orang lain. Sebab, sejatinya seorang pemimpin itu hanyalah ibarat sebatang lidi yang tidak memiliki banyak fungsi bila ia sendiri. Ia perlu menggabungkan lidi-lidi itu untuk menjadi kekuatan. Nah, pemimpin bertugas menggabungkan lidi tersebut. Konsekwensinya adalah, seorang pemimpin lebih banyak berbicara tentang kita bukan saya. Continue reading “Pemimpin dan Problem Eksekusi”

entrepreneur, technopreneur, Entrepreneurship

UJUNG TANDUK


telor“Bagaikan telur di ujung tanduk” peribahasa

 

Ungkapan atau peribahasa di atas sering dipergunakan untuk menggambarkan sebuah situasi dan keadaan yang mengancam, membahayakan, bahkan genting. Jika salah sedikit bisa tergelincir, jatuh dan hancur. Sebagaimana kita ketahui, tanduk binatang itu kebanyakan berujung runcing dan tajam. Maka jika telur diletakkan diatasnya, kemungkinan untuk jatuh lebih besar, dibanding dengan tidaknya. Artinya, probabilitas celaka alias nyungsep-nya, sangat tinggi, dibandingkan dengan selamat dan aman.

Kondisi seperti ini, kerapkali menjadi satu paket ketika seseorang memilih jalan di jalur entrepreneur. Ketidakpastian, menemani setiap langkahnya. Oleh karenanya dibutuhkan, tidak hanya kekuatan mental, tetapi harus didukung pula dengan spiritualitas dan skill yang mumpuni. Memang, ketidakpastian itu, tidak selalu ditemui oleh semua entrepreneur. Ada juga, entrepreneur, yang berjalan mulus, sejak start up, hingga menjadi bisnis yang baik atau menjadi perusahaan besar. Tetapi yang begini ini jumlahnya sedikit. Kebanyakan entrepreneur, melewati ujian dengan serangkaian ketidakpastian. Masing-masing memiliki jenis dan tingkat ujian yang bermacam-macam. Besar dan beratnya ujian, satu entrepreneur dengan entrepreneur lainnya tidak sama. Meski nampaknya sama, tetapi pasti berbeda. Ujian itu bisa datang kapan dan dimana saja. Bisa bersumber dari internal, maupun eksternal. Kadang juga kombinasi dan perpaduan keduanya. Continue reading “UJUNG TANDUK”