iptek, Islam, IT, Peradaban

Al-Khwarizmi : Sejarah Menarik Tentang Algoritma


source : avesiar

Seorang bernama Alex Wang, menulis di akun LinkedIn dengan judul Sejarah Yang Menarik Tentang Algoritma. Tulisannya cukup fair dan  proporsional, cukup ringkas namun jelas, dengan menyertakan referensi yang memadai. Selanjutnya, tulisannya saya kutip secara lengkap sebagai berikut ini.

‘Algoritma’ adalah kata yang benar-benar berasal dari 900 tahun yang lalu. Kata ini berasal dari nama seorang jenius matematika Persia, yang datang dengan sistem bilangan Hindu-Arab bersama dengan titik desimal, konsep aljabar, dan membuat kontribusi inovatif untuk multi mata pelajaran: Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi.

‘Algoritmi’ adalah versi Latin dari namanya ‘al-Khwarizmi’. Dan ini adalah asal-usul kata algoritma.    Dalam bahasa Latin abad pertengahan, algorismus hanya berarti sistem bilangan desimal.

Pada abad ke-13, itu telah menjadi kata bahasa Inggris, tetapi baru pada akhir abad ke-19 algoritma itu berarti seperangkat aturan langkah demi langkah untuk memecahkan masalah.

Pada awal abad ke-20, Alan Turing, bapak ilmu komputer modern, menemukan bagaimana secara teori, sebuah mesin dapat mengikuti instruksi algoritmik dan memecahkan matematika yang kompleks.   Sekarang itu menjadi kata yang secara bertahap mengubah hidup kita.

REFERENSI: Ben-Menahem, Ari (2009). Historical Encyclopedia of Natural and Mathematical Sciences (1st ed.). Berlin: Springer. pp. 942–943. ISBN 978-3-540-68831-0. “Persian mathematician Al-Khowarizmi

Saya berbagi perjalanan belajar saya di Data Science dengan teman-teman LinkedIn saya yang luar biasa, tolong ikuti saya dan mari kita tumbuh bersama! Alex Wang

Tulisan di LinkedIn milik Alex Wang ini mendadak ramai beberapa hari ini. Dan tiba-tiba juga lewat di linimasa saya. Padahal jarang sekali buka linkedIn. Saat saya kunjungi, sudah di like lebih dari 15 ribu orang, di comments hampir 600 lebih orang dan di share lebh dari 1.500 user. Alex Wang sendiri seorang perempuan yang profesinya Data Science / Business Algorithms, yang menyediakan Social Media Marketing, tinggal di Sydney, New South Wales, Australia. Dia lulusan dari Universitas Sidney.

Pro dan Kontra

Reaksi yang komentar bermacam-macam. Menimbulkan pro dan kontra. Bagi yang muslim (jika ditilik dari namanya) rata-rata setuju dengan berbagai tambahan dan koreksi. Misal dari Ahmad AlDelemy seorang Bisnis dan Analisis Data mengatakan Al-Khwārizmī, nama lengkaonya Muḥammad ibn Mūsā al-Khwārizmī, (lahir c. 780 —meninggal c. 850), matematikawan dan astronom Muslim, tinggal di Baghdad, di mana ia bekerja di “Rumah Kebijaksanaan” (Dār al-Ḥikmah) di bawah kekhalifahan al-Maʾmūn. Dia mungkin berasal dari tempat yang sekarang dinamakan Irak. Oleh karena itu, ia sering digambarkan sebagai matematikawan Arab karena ia menulis dalam bahasa Arab dan melakukan semua karyanya dalam konteks budaya Abbasiyah Arab abad ke-9. (referensinya https://www.britannica.com/biography/al-Khwarizmi, https://www.encyclopedia.com/science/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps/al-khwarizmi )

Sedangkan Waleed Abalkhail seorang Visionary Global Entrepreneur, Ketua TradeKey.com. menyampaikan, “Koreksi: Dia adalah seorang Muslim Arab yang lahir dan tinggal di Baghdad, dan akarnya (kakek moyangnya) dari Uzbekistan”.

Sementara yang kontra, rata-rata dari warga/keturunan India, juga jika dilihat dari namanya. Manoj Kumar yang bekerja di HDFC Life mengatakan, “Algoritma ini awalnya ditemukan oleh astronom-matematikawan India Āryabhaṭa (476-550 M) dan dijelaskan dengan sangat singkat dalam bukunya Āryabhaṭīya. Āryabhaṭa tidak memberikan algoritma nama Kuṭṭaka, dan deskripsinya tentang metode ini sebagian besar tidak jelas dan tidak dapat dipahami. Itu adalah Bhāskara I (c. 600 – c. 680) yang memberikan deskripsi rinci tentang algoritma dengan beberapa contoh dari astronomi dalam Āryabhatiyabhāṣya- nya, yang memberi nama algoritma Kuṭṭaka. Dalam bahasa Sansekerta, kata Kuṭṭaka berarti penghancuran (mengurangi bubuk), dan itu menunjukkan sifat algoritma”.

Sedangkan Sandeep Mohandas Shenoy seorang yang dalam profilenya mendiskripikan dirinya dengan Strategic Systems Thinker. Engineer. Product Systems Engineering Leader. Solutions Manager. Architect. Tech Specialist. Autonomous. Robotics. Systems Control. Algorithms. Embedded Software. Active Safety ADAS. MS. MBA. Dia memberikan komentar sebegai berikut,”Al Khwarzimi adalah seorang penerjemah untuk mengambil pendekatan algoritmik yang dikembangkan di India selama 1500 tahun sebelum Al Kwarzimi dan Arab diperkenalkan pada karya-karya Hindu yang diterjemahkan ke bahasa Arab dan kemudian bahasa Latin digunakan di Eropa. “Karya-karya al-Khwarizmi yang paling penting, yang judul aslinya mungkin The Book of Addition and Subtraction According to the Hindu Calculation” “Satu-satunya salinan teks itu untuk bertahan hidup adalah versi Latin dari abad ke-12, yang penerjemahnya berjudul Algoritmi pada jumlah orang India. Dalam karya itu, al-Khwarizmi membuat presentasi lengkap tentang sistem penomoran India”. (Referensinya https://www.bbvaopenmind.com/en/science/mathematics/al-khwarizmi-a-mathematical-bridge-between-civilisations/, https://lnkd.in/gUEYijkM,  https://en.m.wikipedia.org/wiki/Brahmagupta )

Ada juga yang netral, namanya Ana J. seorang Flight Attendant Freelancer /Ambassador Private Jets & Lifestyle United Kingdom, dia bilang, “Artikel Anda benar-bebar menarik. Untuk artikel berikutnya, silakan sebutkan Ada Lovelace karena dia adalah programmer komputer pertama di abad ke-19. Jadi Anda bisa membayangkan menjadi seorang wanita pada abad ke-19 bagaimana wanita ini dia melanggar semua aturan matematika dan meskipun dia menulis tentang komputer, Analytical Engine, yang tidak pernah dibangun, dia menyadari bahwa komputer dapat mengikuti serangkaian instruksi sederhana, sebuah program, untuk melakukan perhitungan yang kompleks”.

Dan banyak lagi komentar pro kontra dan saling meluruskan. Ini menjadi perdebatan menarik dan sehat. Apapun alasannya, dari berbagai referensi yang ada, memang peran dari Al-Khwarizmi ini dibidang Ilmu pengetahuan, sangat mempengaruhi sains modern, yang dikembangkan di Barat. Dan itu mengilhami bebrapa ilmuwan Barat, tak terkecuali Isaac Newton. Bahkan dimasa kekeinian, pengakuan seorang Mark Zuckerberg sang CEO Meta pun, yang menyatakan mengagumi Al-Khwarizmi .

Banyak kitab yang berhasil di Al-Khwarizmi. Dua hal ini yang mempengaruhi dunia yaitu a).  Kitab Al-Jabr wal Muqaabalah. Merupakan salah satu kitab yang paling terkenal dan terpenting yang pernah ditulis dalam bidang matematika sepanjang sejarah pemikiran, peradaban dan pengetahuan bangsa Arab. B).   Kitab al-jam wa’l-tafriq bi-hisab al-Hind (Book of Addition and Subtraction by the Method of Calculation). Karya ini dikenal pelajaran pertama yang ditulis dengan menggunakan sistem bilangan desimal, merupakan titik awal pengembangan matematika dan sains. Pelajar di Eropa mengaitkan Al-Khwarizmi dengan ‘new aritmetic’ yang akhirnya menjadi basis notasi angka, dimana penulisan angka Arab dikenal dengan istilah ’algorism’ atau ’algorithm’.

Dan yang terakhir inilah yang di kutip oleh Alex Wang, berkenaan dengan Algoritma, yang memang saat ini sedang naik daun. Terutama bagi mereka yang bergelut di dunia Data Science, Machine Learning, Artificial Intelligence dan sejenisnya. Dan dengan melihat realitas di atas, terlepas dengan pro kontra yang ada, maka wajar jika Al-Khwarizmi sebagai bapak algoritma. PR nya adalah, bukan hanya mengagumi Al-Khwarizmi semata, akan tetapi bagaimana mampu melahirkan Al-Khwarizmi- Al-Khwarizmi baru yang lahir dari pendidikan Islam. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.