entrepreneur, technopreneur, Entrepreneurship

#8…..Bekerjasamalah…..


Beberapa hari yang lalu, saya ketemu dengan kawan, yang sekaligus partner bisnis, dengan beberapa kali sempat kerjasama mengerjakan pekerjaan dalam berbagai jenis proyek. Sebenarnya, lebih tepatnya saya dikenalkan oleh kawan saya sehingga kenal dengan kawan ini.Ketika kami diperkenalkan, waktu itu perusahaan saya masih kecil (meskipun sampai sekarang juga masih kecil, tapi dari volume pekerjaan, jumlah orangnya, dan juga jumlah hutangnya meningkat drastis:)). Sedangkan |perusahaan kawan saya itu, ketika itu, sekitar 7 tahun yang lalu juga masih dalam tahapan start up. Kami menjalin kerjasama dengan tsiqoh (kepercayaan) yang tinggi. Dengan sama-sama masih miskin segalanya, baik modal,pengalaman dll, tetapi justru saat itu kami mulai menjalin kerjasama itu. Meskipun secara pribadi kawan saya ini, telah memiliki jam terbang yang cukup lumayan di sebuah perusahaan besar, sebelum kemudian memutuskan untuk menmbangun bisnis sendiri.

Salah satu alasan ketika itu kami menggandeng kawan tadi adalah, karena saat itu kami mendapatkan sebuah proyek, sedangkan resource kami sangat terbatas. Dan saat itu, core competence perusahaan kami, justru bukan di pekerjaan yang kami peroleh itu. Ketika itu core kami di Infrastructure and Network Solution, sementara kami mendapatkan project di Software Development dan System Integration. Sehingga untuk mengerjakan pekerjaan yang kami dapat, kami harus memilih paling tidak dua cara ini, pertama melakukan rekruitmen atau dan kedua bekerjasama dengan perusahaan lain. Continue reading “#8…..Bekerjasamalah…..”

entrepreneur, technopreneur, Entrepreneurship, IT

#7….. 5F Untuk Mengembangkan Bisnis


Seringkali saya  menjumpai sesorang yang sudah cukup lama mengembangkan usahanya. Bahkan berkali-kali berganti jenis usaha, akan tetapi tidak pernah cocok. Semuanya kandas di tengah jalan. Ada yang bangkrut, bahkan meninggalkan setumpuk hutang. Padahal dia telah membaca puluhan buku tentang entrepreneurship dan kisah sukses pengusaha besar, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan beberapa trik dan tipnya sudah dipraktekkan. Disamping itu tidak jarang dia melihat dan mendengarkan radio bisnis, juga mengikuti seminar dan pelatihan yang diisi oleh motivator terbaik di negeri ini. Tetapi mengapa, lagi-lagi usahanya selalu tidak membuahkan hasil?

Berdasarkan pengalaman dan bacaan saya, ada cara sederhana yang mudah di ingat, dan kemudian dilakukan untuk mengembangkan bisnis kita. Mungkin ini juga sering disarankan oleh motivator atau di dapat dari buku-buku entrepreneur, dengan cara penyajian dan argumentasi yang berbeda-beda. Tetapi bagi saya, inilah beberapa cara yang saya pakai dalam menjalankan bisnis saya, sehingga masih survive sampai saat ini, yang tahun ini memasuki tahun ke-12. Meskipun dengan dinamika yang bermacam-macam, 5F ini saya pakai kerangka dalam memanage perusahaan.

  1. Fight Saya yakin sejatinya setiap pengusaha itu seorang pejuang, atau bahasa agamanya mujahid. Mereka senantiasa bertarung di garis terdepan. Sebagai seorang petarung tentu saja banyak halangan dan rintangan yang dihadapi. Demikian juga tentang perjalanan hidupnya, kadang di atas dan tidak jarang langsung jatuh ke jurang, sebagaimana yang digambarkan dalam kurva dead valley. Oleh karenanya seorang entrepreneur harus tetap menyalakan semangangat perjuangan ini. Dia harus fight sebagai seorang fighter. Dan seorang fighter tentu memiliki fighting spirit yang tinggi untuk memenangkan pertarungan, apapapun kendala dan rintangannya. Dia, tidak boleh menyerah dalam kondisi apapun juga. Saya pernah mengalami suasana dalam kondisi yang jatuh, bener-benar jatuh, dengan tumpukkan hutang yang menggunung. Continue reading “#7….. 5F Untuk Mengembangkan Bisnis”
entrepreneur, technopreneur, Entrepreneurship

#5…..Kapan Mulai Berbisnis ?


Saya sering mendapat pertanyaan yang seperti itu, atau kurang lebih maksudnya seperti itu. Pada awalnya saya menjawab sangat normatif sekali. Yaitu tergantung dari kesiapan kita. Sebab untuk memulai bisnis itu butuh persiapan. Ada proses yang dilalui. Dimulai dari persiapan dengan membikin bisnis plan dan seterusnya sampai kemudian membuat hitung-hitungan aspek keuangan dari ROI, BEP dan seterusnya. Dulu saya berpendapat seperti itu, sehingga, sebelum mulai bisnis, akan terasa betapa berat memulai sebuah bisnis itu.

Seiring dengan pengalaman dan juga bacaan yang saya baca, saya menemukan banyak hal, yang sesungguhnya tidak begitu-begitu amat. Bukan berarti tanpa ada persiapan dan proses seperti di atas. Akan tetapi kita bisa menyederhanakan atau mungkin menyingkat proses-proses di atas. Letaknya teryata dari kebiasaan atau kesukaan yang Anda lakukan sejak kecil. Mungkin kita lihat itu sesuatu yang sederhana, atau bahkan tidak ada pengaruhnya. Continue reading “#5…..Kapan Mulai Berbisnis ?”

entrepreneur, technopreneur, Entrepreneurship

#3…..Sepuluh Faktor Utama Kurang Optimalnya Implementasi Strategi


Dalam beberapa survei dan penelitian, teryata ditemukan banyak perusahaan di Indonesia sangat lihai ketika membuat proposal, rencana kerja, business plan, termasuk mendesain strategi. Apalagi jika melibatkan Konsultan. Biasanya strategi yang di buat dalam kemasan tulisan yang indah-indah. Dan di bumbui dengan berbagai argumen, referensi, data-data statistik dan sederet dokumen pendukung lainnya. Intinya, mengandung pesan jika strategi yang tertuang itu dilaksanakan, maka akan mengangkat performance organisasi, yang pada gilirannya akan meningkatkan profit maupun benefit yang luar biasa bagi perusahaan. Kemudian efeknya bisa di tebak, bahwa pemegang saham, manajemen dan seluruh karyawan, kemudian tersihir oleh strategi yang disusun itu.

Akan tetapi menurut Tim Riset GML Consulting, dalam bukunya Even Elephans Can Dance, yang telah melakukan studi terhadap 175 esponden yang berasal dari ekseutif di berbagai organisasi di Indonesia pada tahun 2010 -2011, menemukan bahwa hanya 37,5 % responden yang merasakan setidaknya 70% program kerja dan rencana strategi berjalan dengan baik. Artinya ada 62,5% merasakan bahwa implementasi strategi belum berjalan secara optimal. Ketika ditanya apa alasan penyebab kurang terimplementasinya rencana strategi, berikut Continue reading “#3…..Sepuluh Faktor Utama Kurang Optimalnya Implementasi Strategi”

entrepreneur, technopreneur

#2……… 9 Karakteristik Start Up Company


Kampanye yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam rangka mendorong tumbuhnya entrepeneur dan juga teknopreneur di Indonesia, nampaknya mendapatkan hasil. Tidak bertepuk sebelah tangan. Nyatanya banyak kelompok yang kemudian mendedikasikan dirinya dalam membangun etrpreneurship ini. Bahkan tidak jarang yang kemudian membuat semacam inkubator bisnis, bagi para anggotanya. Sehingga kemunculan start up company, laksana cendawan yang tumbuh di musim penghujan. Di berbagai daerah, dari segala jenis dan skala bisnis yang berbeda, banyak yang mendirikan perusahaan. Dan ini seolah-olah juga menjadi tren bagi para mahasiswa.

Kita patut bersyukur dengan kondisi ini. Akan tetapi ada baiknya jika kita menengok adanya beberapa fakta menarik yang terjadi pada start up company di Indonesia. Paling tidak ini yang saya jumpai di sekitar saya. Pengalaman dan amatan saya menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang gugur di tahun pertama. Banyak alasan yang menyebabkan mereka gugur di awal-awal mulai usaha. Biasanya mereka menyebutkan yang paling menonjol adalah masalah pendanaan. Sekaligus ini yang menjadi kambing hitamnya. Saya terus terang tidak sependapat dengan ini. Sebab beberapa hal mendasar, yang menjadi karakteristik start up company, ternyata itulah yang menjadi penyebabnya. Kebanyakan, entrepreneur pemula, susah terhindar dari belenggu karakteristik ini. Padahal jika bisa, Continue reading “#2……… 9 Karakteristik Start Up Company”