Dua Senjata Konsultan


consultingSaya sudah lama berkenalan dengan profesi konsultan. Dan dalam beberapa kesempatan, saya pun juga menjadi bagian dari itu. Akan tetapi, meski bertahun-tahun bergelut disitu, ternyata masih belum ngeh bener, apa sesungguhnya yang di jual oleh konsultan itu. Bahkan dengan sedikit apriori, banyak yang berseloroh jika trainer dan motivator itu jualan abab, alias kata-kata dan omongan, lain halnya dengan konsultan. Dia jualan kertas, semakin tebal rekomendasi, analisa yang di buat, maka buku yang di cetak menjadi tebal dan ini berati semakin tebal pula bayaran yang di peroleh. Pendapat ini, tidak sepenuhnya salah, sebab praktek seperti ini lazim di dunia per-konsultanan di negeri ini. Apalagi jika berhadapan dengan proyek-proyek pemerintah, maka seloroh itu, menemukan jawabannya dengan tepat.

Saya pernah mendapat cerita, dari seorang senior mantan pemimpin proyek diperusahaan Telco terbesar di negeri ini. Beberapa tahun lalu, perusahaan ini dihadapkan pada permasalahan bagaimana untuk mengubah bisnisnya, yang selama ini stagnan, tidak bergerak dan menuju jurang kebangkrutan. Continue reading “Dua Senjata Konsultan”

Advertisements

BISNIS TANPA IDE


imageDalam sebuah obrolan ringan dengan seorang kawan, kami berbicara tentang bagaimana sih membangun sebuah bisnis. Kemudian kami merujuk beberapa buku dan tulisan, yang menerangkan bahwa, sebuah bisnis yang baik, harus di awali dengan ide besar pendirinya. Dan seringkali di contohkan dengan, perusahaan dan organisasi besar yang ada sekarang inipun, dulunya juga berawal dari ide besar penggagasnya. Kemudian dari ide besar itu, di turunkan menjadi teknis operasional, dan akhirnya dilakukan adjustment dan penyempurnaan, sehingga bisa terus berkembang hingga sekarang. Pendek kata, tanpa ide, maka tidak akan melahirkan apa-apa dikemudian hari.

Dari perbincangan yang singkat itu, kami hampir menyepakati bahwa ide lah  yang utama dalam memulai setiap aktifitas. Dari ide ini nantinya akan menjadi semacam kompas, untuk menapaki langkah dan selanjutnya menggapai pertumbuhan dan perkembangan bisnis/organisasi pada masa-masa mendatang. Ide yang baik, menjadi semacam garansi bahwa dimasa depan, prestasi gemilang sudah di depan mata. Begitupun sebaliknya. Bekerja tanpa ide, seolah berjalan tanpa penunjuk arah. Mungkin juga bisa mencapai tujuan yang akan dicapai, tetapi butuh proses panjang dan berdarah-darah untuk mencapainya. Atau dengan kata lain, probabilitas kesasarnya (baca = gagal) lebih besar, di banding keberhasilannya. Continue reading “BISNIS TANPA IDE”

#3…..Sepuluh Faktor Utama Kurang Optimalnya Implementasi Strategi


Dalam beberapa survei dan penelitian, teryata ditemukan banyak perusahaan di Indonesia sangat lihai ketika membuat proposal, rencana kerja, business plan, termasuk mendesain strategi. Apalagi jika melibatkan Konsultan. Biasanya strategi yang di buat dalam kemasan tulisan yang indah-indah. Dan di bumbui dengan berbagai argumen, referensi, data-data statistik dan sederet dokumen pendukung lainnya. Intinya, mengandung pesan jika strategi yang tertuang itu dilaksanakan, maka akan mengangkat performance organisasi, yang pada gilirannya akan meningkatkan profit maupun benefit yang luar biasa bagi perusahaan. Kemudian efeknya bisa di tebak, bahwa pemegang saham, manajemen dan seluruh karyawan, kemudian tersihir oleh strategi yang disusun itu.

Akan tetapi menurut Tim Riset GML Consulting, dalam bukunya Even Elephans Can Dance, yang telah melakukan studi terhadap 175 esponden yang berasal dari ekseutif di berbagai organisasi di Indonesia pada tahun 2010 -2011, menemukan bahwa hanya 37,5 % responden yang merasakan setidaknya 70% program kerja dan rencana strategi berjalan dengan baik. Artinya ada 62,5% merasakan bahwa implementasi strategi belum berjalan secara optimal. Ketika ditanya apa alasan penyebab kurang terimplementasinya rencana strategi, berikut Continue reading “#3…..Sepuluh Faktor Utama Kurang Optimalnya Implementasi Strategi”