Ramadhan ke-8
Hari ini diperingati sebagi hari buruh atau lebih di kenal dengan May Day. Seremonial ini biasanya dilakukan dengan aksi buruh dari berbagai kota untuk turun kejalan-jalan menuntut perbaikan nasib buruh. Namun kali ini, menurut Said Iqbal Sekjen KSPI “Buruh tidak akan melakukan aksi turun ke jalan pada May Day, tetapi kami akan melakukan kegiatan-kegiatan dalam bentuk lain yang menyuarakan isu perjuangan kaum buruh,”.
Saat ini , situasi ekonomi memang sedang memburuk. Sehingga terjadi PHK dimana-mana. Hingga pertengahan April lalu, Kementrian Tenaga Kerja mencata ada 2,8 juta pekerja yang mengalami PHK hingga dirumahkan. Dan angka ini akan terus bertambah seiring wabah COVID-19 yang belum jelas kapann berakhirnya. Dan sudah barang tentu, diikuti dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan, dan juga belum pasti kapan akan rebound. Kita masih bersyukur UU Omnibus Law, yang sarat kepentingan pemilik modal dan kontroversial itu ditunda dibahas, semoga malah di drop dari prolegnas Continue reading “Menjadi Buruh Allah”
Renungan Kita sore ini berkenaan dengan apa saja sih dampak ikutan dari COVID-19?. Baik yang terdampak secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kehidupan manusia secara individu. Juga terhadap kehidupan bernegara & kehidupan dunia?
Kemarin, saat tilawah surat Yusuf, dilembar-lembar terakhir Juz 12,dimulai dari ayat 43, terjadi dialog antara Raja Mesir dengan para pembesar di negaranya termasuk ahli nujum berkenaan dengan mimpi Raja,” Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering”. Hai orang-orang yang terkemuka: “Terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku itu jika kamu dapat mena’birkan mimpi” (QS Yusuf :43)
Beberapa hari menjelang ramadhan, kita bisa menikmati tarhib ramadhan. Fasilitas teknologi video conference, yang mudah di dapat. Yang gratisan maupun yang berbayar bisa di unduh. Seolah menjadi solusi dikala Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) berlangsung. Sehingga memaksa atau dengan penuh kesadaran sendiri, kita harus tetap tinggal di rumah. Banyak aktifitas yang mengharuskan kita stay at home.
Beberapa hari ini, kabar baik berhembus dari Vietnam. Negara Indo China itu telah mengumumkan akan digulirkannya kembali kompetisi sepakbola di negaranya, pada pertengahan mei nanti. Kehidupan kembali normal. Karantina dan Isolasi telah berakhir. Di saat yang besamaan, hampir semua negara di dunia, masih sibuk berhadapan dengan Covid-19, seolah menjadi paradox. Bahkan musuh besarnya, negaranya Rambo, yaitu Amerika Serikat, hinga hari ini hampir 1 (satu) juta rakyatnya terinfeksi COVID-19. Sedangkan yang mati, sudah lebih dari 50 ribu jiwa. Demikain juga dengan Indonesia. Prediksi dari