Kronik, Peradaban, Politik.

Mencari Figur Pancasilais


twitter

Setiap 1 Juni, selalu terjadi polemik berkenaan hari lahir Pancasila. Hal ini mengacu kepada, Pancasila versi mana yang dipakai dasar tonggak sejarah lahirnya dasar negara Indonesia itu. Sebab, banyak versi rumusan yang saat ini mudah untuk didapat, di tengah revolusi teknologi informasi. Perdebatan panjang dan terus berulang itu, seringkali tidak berujung. Akhirnya, jalan tengahnya adalah,  sama-sama menikmati kehadiran hari libur nasional, setiap tanggal 1 Juni ini. Untuk yang ini, tidak ada perbedaan.

Saya tidak ingin mengulang perdebatan itu. Sebab dengan mudah, kita bisa mencari informasi dan menemukan bagaimana proses penetapan. Sampai kemudian ketika ada “pemaksaan” penerapannya sebagai azas tunggal di Era Orde baru. Lengkap dengan adanya penolakan dan penerimaanya. Hal tersebut menjadi sebuah keniscayaan sebagai catatan sejarah panjang bangsa ini yang tidak bisa dilupakan.

Dalam kesempatan ini, Saya ingin mengajak untuk obyektif. Namun jika ada yang melihat subyektif itu juga relatif. Saya mengajak kita menggunakan akal pikiran. Maka jika cermat dan jujur saat membaca masing-masing format yang ada,  sesungguhnya sangat mudah menilai dan memilih, format usulan mana yang paling sesuai dengan apa yang sekarang kita kenal sebagai dasar negara ini. Tetapi lagi-lagi apapun dialektika yang terus terjadi ini, kita tetap merujuk lima sila yang kita kenal  sebagai lima urutan yang menjadi pedoman hidup sebagai rakyat Indonesia. Continue reading “Mencari Figur Pancasilais”

ekonomi, Islam, Kronik

Menjadi Buruh Allah


Ramadhan ke-8

Hari ini diperingati sebagi hari buruh atau lebih di kenal dengan May Day. Seremonial ini biasanya dilakukan dengan aksi buruh dari berbagai kota untuk turun kejalan-jalan menuntut perbaikan nasib buruh. Namun kali ini, menurut Said Iqbal Sekjen KSPI “Buruh tidak akan melakukan aksi turun ke jalan pada May Day, tetapi kami akan melakukan kegiatan-kegiatan dalam bentuk lain yang menyuarakan isu perjuangan kaum buruh,”. 

Saat ini , situasi ekonomi memang sedang memburuk. Sehingga terjadi PHK dimana-mana. Hingga pertengahan April lalu, Kementrian Tenaga Kerja mencata ada 2,8 juta pekerja yang mengalami PHK hingga dirumahkan. Dan angka ini akan terus bertambah seiring wabah COVID-19 yang belum jelas kapann berakhirnya. Dan sudah barang tentu, diikuti dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan, dan juga belum pasti kapan akan rebound. Kita masih bersyukur UU Omnibus Law, yang sarat kepentingan pemilik modal dan kontroversial itu ditunda dibahas, semoga malah di drop dari prolegnas Continue reading “Menjadi Buruh Allah”

ekonomi, Islam, Peradaban

The End Of The Free Market


Akhir pasar bebas. Siapa pemenang dalam perang antara Negara dan Swasta. Begitu Ian Bremmer presiden Eurasia Group, sebuah lembaga penelitian dan perusahaan konsultansi kelas dunia dengan spesialisasi penelitian resiko politik global memberikan judul bukunya yang provokatif itu. Bahkan di anak judulnya dia menulis bangkitnya kapitalisme negara dan ancaman jangka panjang bagi perekonomian dunia. Pilihan diksi dalam judul dan sub judulnya, dalam buku yang di tulis tahun 2009 lalu itu, terus menggugah kesadaran. Namun, berbagai analisa dan prediksi yang tertulis dalam buku ini, kini telah menjadi kenyataan.

Bremmer, diawal tulisannya mengutip Francis Fukuyama,”yang mungkin kita saksikan saat ini hanya akhir Perang Dingin, atau berlalunya sebuah periode tertentu dalam sejarah pascaperang, tetapi juga akhir sejarah secara harfiah: yakni, titik titik ujung ideologi umat manusia serta universalisasi demokrasi liberal Barat sebagai bentuk akhir pemerintahan manusia”. Jika di breakdown secara sekilas antara judul dari buku Bremmer dan kemudian mengutip pendapat Fukuyama, nampak terjadi paradoks. Continue reading “The End Of The Free Market”