Entrepreneurship

On High Reliability Organization


wellspringconsultancy.

Istilah “high reliability” menggambarkan sebuah budaya organisasi yang berusaha untuk mencapai kinerja dan keselamatan yang tinggi, bebas dari kesalahan dalam setiap prosedur, setiap saat – semua dapat beroperasi dilingkungan yang kompleks, berisiko tinggi atau berbahaya. Sehingga High Reliability Organization (HRO) adalah organisasi dengan sistem yang dapat diprediksi dan berulang yang mendukung operasi yang konsisten sambil menangkap dan memperbaiki kesalahan yang berpotensi bencana sebelum terjadi.

Teori HRO mengalir keluar dari Teori Kecelakaan Normal, yang menyebabkan sekelompok peneliti di University of California, Berkeley (Todd LaPorte, Gene Rochlin, dan Karlene Roberts) untuk mempelajari bagaimana organisasi yang bekerja dengan sistem yang kompleks dan berbahaya beroperasi bebas dari kesalahan. Mereka meneliti tiga organisasi: kapal induk nuklir Amerika Serikat (dalam kemitraan dengan Laksamana Muda (purn. ) Tom Mercer di USS Carl Vinson), sistem Kontrol Lalu Lintas Udara Administrasi Penerbangan Federal (dan penerbangan komersial lebih umum), dan operasi tenaga nuklir (Pacific Gas and Electric’s Diablo Canyon reactor). Continue reading “On High Reliability Organization”

Entrepreneurship

Sepuluh Prinsip Strategi Memenangkan Organisasi


amacom

Bagi setiap Leader (pemimpin), maka strategi adalah kunci. Tanpa strategi sesungguhnya seorang Leader akan tumpul. Sebab strategi sebenarnya merupakan derivasi sekaligus implementasi dari visi, misi dan tujuan organisasi. Bahkan, stretegi bisa menjadi peta jalan (roadmaps) bagi seorang Leader untuk memimpin sebuah organisasi. Olehnya, strategi tersebut harus memetakan langkah-langkah yang perlu diambil organisasi untuk beralih dari kondisi saat ini ke kondisi ideal yang diinginkan.

Ada buku lawas yang menarik untuk dikaji ulang berkenaan dengan seni dari sebuah strategi. Judulnya The Art of The Strategist. Ditulis tahun 2004, oleh William A. Cohen, PhD,  Seorang pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara di USAFR (United States Air Force Reserve). Sebagai mantan militer, dengan segudang pengalaman di dunianya, maka beliau cukup representatif berbicara dan menulis berkenaan dengan kepemimpinan dan strategi.  Apalagi, Dia merupakan lulusan Akademi Militer AS, West Point, N.Y. tahun 1959. Selanjutnya jenjang akademis tertingginya, mendapatkan gelar Doktor tahun 1979, dalam manajemen eksekutif, dari  Claremont Graduate School, Claremont, California. Sehingga memiliki pandangan yang lebih komprehenship.

Sesuai dengan subjudul dari buku ini 10 esential priciples for leading your company to victory, sebenanrnya buku ini didedikasikan untuk kepentingan bisnis. Akan tetapi, dengan puluhan contoh kasus dari bisnis, militer, politik, dan bidang lainnya, dimana dia telah menggali dari berbagai sumber dengan menelisuri referensi dalam masa 7,000 tahun, maka mendapatkan praktek dan pengalam strategi yang telah ada. Kemudian dari situ, Dia mendesain prinsip-prinsip yang dirancang untuk meraih keunggulan dan kemenangan yang menentukan bagi setiap organisasi.

Dari realitas tersebut, maka dikonstruksikan menjadi sebuah gambaran utuh yang  merangkai dari medan perang kuno hingga lanskap bisnis modern. Dimana pengalaman para pesaing yang telah mencoba pendekatan yang tak terhitung banyaknya untuk menaklukkan musuh/pesaing. Sukses untuk para pemenang diceritakan dengan mengambil banyak bentuk dan menempuh banyak jalan, tetapi pada intinya, strategi kemenangan dapat diringkas menjadi sepuluh prinsip universal. Continue reading “Sepuluh Prinsip Strategi Memenangkan Organisasi”

Dakwah, ekonomi, Islam, organisasi, wakaf

Capacity Building Lembaga Pengelola Wakaf


baitulwakaf

Rendahnya Indeks Literasi Wakaf (IWN) tahun 2021, sebagaimana laporan yang dikeluarkan oleh Badan Wakaf Indonesia bulan Maret lalu, secara tidak langsung menunjukkan bahwa kapasitas kelembagaan dari lembaga pengelola wakaf (nadzir), ditengarai bermasalah. Artinya, belum mampu menjadikan wakaf sebagai pemahaman ummat dan selanjutnya, meningkatkan literasi dan diikuti pula dengan kesadaran yang tinggi untuk berwakaf. Hal ini, memang tidak bisa ditimpakan kepada nadzir semata, akan tetapi juga ke regulator (pemerintah dan BWI), juga stake holder lainnya seperti ormas islam, pesantren, ustadz, ulama, kyiai dan seterusnya.

Fenomena ini, sesungguhnya menuntut nadzir sebagai lembaga pengelola wakaf, untuk melakukan intsropeksi. Salah satu wujudnya adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas kelembagaannya (capacity building), sehingga dapat melaksanakan dengan baik peran yang melekat pada dirinya. Hal ini juga dipicu dengan adanya dinamika eksternal dan internal dari lembaga itu sendiri. Sehingga dapat dikatakan bahwa capacity building itu, juga sebagai wujud dan response dari perubahan itu sendiri. Sebab, perubahan adalah sebuah keniscayaan.

Konsekwensi logisnya adalah, sebuah organisasi akan bisa dikatakan berkembang dan beradaptasi dengan perubahan hanya jika ada dukungan dari pembangunan kapasitas (capacity building) SDM yang mutlak berjalan dengan baik. Sedangkan secara ringkas, capacity building sendiri didefinisikan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan (skill), sikap (attitude), dan perilaku (behaviour) dari SDM dalam sebuah lembaga Continue reading “Capacity Building Lembaga Pengelola Wakaf”

Dakwah, Leadership, organisasi, Peradaban

Mensinergikan Leader dan Manager


http://www.lollydaskal.com/

Kita seringkali merasa kesulitan untuk membedakan antara leader (pemimpin) dan manajer. Bahkan jika diminta untuk menjelaskan persamaan dan perbedaan keduanya, banyak yang  bingung dan tidak tahu. Meskipun secara formal seseorang itu telah menjadi pemimpin ataupun level manajer disebuah organisasi apapun juga dan dalam sekala apapun juga. Banyak yang tidak paham membedakan keduanya.

Bisa jadi secara dejure kita adalah seorang pimpinan dalam sebuah organisasi, namun belum tentu kita adalah seorang pemimpin sebenarnya, jika kita masih dipengaruhi oleh orang lain atau masih ada yang lebih berpengaruh dari kita dalam organisasi tersebut. Pendek kata, pemimpin adalah dia yang paling besar pengaruhnya, meskipun dia tidak berada dalam posisi sebagai seorang pimpinan. Jika dalam kontek kenegaraan, bisa jadi dia bukan seorang Presiden, tapi dia bisa mempengaruhi kebijakan presiden. Maka siapapun yang dapat mempengaruhi kebijakan itulah sejatinya pemimpin tersebut, bisa asing, bisa seorang pimpinan partai atau siapapun juga.

Adalah Prof.Warren G Bennis (seorang pelopor bidang studi kepemimpinan) yang merumuskan sebuah kalimat “Leaders are people who do the right thing; managers are people who do things right”. Maksudnya seorang pemimpin adalah orang yang melakukan hal yang benar (do the right things), sedangkan manajer adalah orang yang melakukan hal dengan benar (do things right). Kalimat ini kemudian seolah menjadi mantra, yang digunakan membedakan antara pemimpin (leader) dan manajer. Selanjutnya memenuhi diskursus akademis tentang kepemimpinan. Continue reading “Mensinergikan Leader dan Manager”

Dakwah, Islam, Parenting, Peradaban, Tarbiyah

Jangan Mager, Bergeraklah


google

Ada sebuah mahfuzhat yang berbunyi تحرك فإن في الحركة بركة وكثرة الجلوس تقصر العمر “Bergeraklah, sesungguhnya di dalam pergerakan itu terdapat berkah. Sedangkan banyak duduk ( diam ) memperpendek umur”. Gerak merupakan pertanda hidup. Sebab mati artinya tidak bisa bergerak lagi. Alam juga mengajarkan kita untuk terus bergerak. Dengan gerak, maka akan mencapai keseimbangan baru.

Di dalam al-Qur’an disebutkan bahwa gunungpun bergerak, sebagaimana dalam QS An-Naml : 88,” Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Demikian halnya dengan bumi dan matahari yang tak pernah malas untuk bergerak. Ia terus berputar pada porosnya sehingga tercipta keseimbangan dalam alam galaksi bima sakti. “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. QS Yasin : 38.

Sebagaimana pula dalam sebuah siklus hidrologi, uap air pun terus bergerak. “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya…” (QS. An-Nuur : 43). Continue reading “Jangan Mager, Bergeraklah”