Entrepreneurship

Sepuluh Prinsip Strategi Memenangkan Organisasi


amacom

Bagi setiap Leader (pemimpin), maka strategi adalah kunci. Tanpa strategi sesungguhnya seorang Leader akan tumpul. Sebab strategi sebenarnya merupakan derivasi sekaligus implementasi dari visi, misi dan tujuan organisasi. Bahkan, stretegi bisa menjadi peta jalan (roadmaps) bagi seorang Leader untuk memimpin sebuah organisasi. Olehnya, strategi tersebut harus memetakan langkah-langkah yang perlu diambil organisasi untuk beralih dari kondisi saat ini ke kondisi ideal yang diinginkan.

Ada buku lawas yang menarik untuk dikaji ulang berkenaan dengan seni dari sebuah strategi. Judulnya The Art of The Strategist. Ditulis tahun 2004, oleh William A. Cohen, PhD,  Seorang pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara di USAFR (United States Air Force Reserve). Sebagai mantan militer, dengan segudang pengalaman di dunianya, maka beliau cukup representatif berbicara dan menulis berkenaan dengan kepemimpinan dan strategi.  Apalagi, Dia merupakan lulusan Akademi Militer AS, West Point, N.Y. tahun 1959. Selanjutnya jenjang akademis tertingginya, mendapatkan gelar Doktor tahun 1979, dalam manajemen eksekutif, dari  Claremont Graduate School, Claremont, California. Sehingga memiliki pandangan yang lebih komprehenship.

Sesuai dengan subjudul dari buku ini 10 esential priciples for leading your company to victory, sebenanrnya buku ini didedikasikan untuk kepentingan bisnis. Akan tetapi, dengan puluhan contoh kasus dari bisnis, militer, politik, dan bidang lainnya, dimana dia telah menggali dari berbagai sumber dengan menelisuri referensi dalam masa 7,000 tahun, maka mendapatkan praktek dan pengalam strategi yang telah ada. Kemudian dari situ, Dia mendesain prinsip-prinsip yang dirancang untuk meraih keunggulan dan kemenangan yang menentukan bagi setiap organisasi.

Dari realitas tersebut, maka dikonstruksikan menjadi sebuah gambaran utuh yang  merangkai dari medan perang kuno hingga lanskap bisnis modern. Dimana pengalaman para pesaing yang telah mencoba pendekatan yang tak terhitung banyaknya untuk menaklukkan musuh/pesaing. Sukses untuk para pemenang diceritakan dengan mengambil banyak bentuk dan menempuh banyak jalan, tetapi pada intinya, strategi kemenangan dapat diringkas menjadi sepuluh prinsip universal.

Dengan contoh termasuk penaklukan Hannibal dan Alexander Agung, kemenangan politik Bill Clinton, George W. Bush, dan Arnold Schwarzenegger, dan kesuksesan bisnis raksasa internet VeriSign dan perusahaan terkenal lainnya, The Art of the Strategist membuktikan bagaimana strategi unggul mengalahkan faktor-faktor lain di hampir setiap arena kompetitif dan membentuk peta jalan menuju kemenangan yang menentukan dalam berbagai pertarungan dan persaingan.

Prinsip-prinsip menuju kemenangan

Dengan demikian maka, sepuluh prinsip tersebut di atas, sesungguhnya sangat relevan dengan berbagai jenis organisasi, apapun itu bentuknya.  Karena bagi setiap setiap Leader, maka stretegi merupakan kunci suksenya. Sedangkan dalam strategi sendiri, mesti mengandung prinsip yang menjadi “pegangan” bagi seorang Leader. Dan darinya, bisa dipergunakan untuk menggerakkan seluruh elemen dalam organisasi. Berikut ini prinsip yang ditawarkan oleh Jenderal Cohen tersebut.

  1. Commit Fully to a Definite Objective (Berkomitmen penuh pada tujuan yang pasti)

Tentukan tujuan Anda. Setiap organisasi mesti merumuskan visi, misi dan tujuan yang jelas. Selanjutnya, dibawah sebuah kepemimpinan selalu berkomitmen mengeksekusinya. Sehingga mesti kuat dan bertahan dalam proses, dan selanjutnya melakukan perubahan dengan cepat.

  1. Seize the Initiative and Keep It (Ambil inisiatif dan pertahankan)

Analisis secara menyeluruh. Kemudian melakukan inisiatif dengan memilih kapan dan di mana harus mengambil tindakan dan meneruskannya. Jangan menunggu kondisi yang sempurna. Segera Bertindak. Kemudian menjaga tekanan pada setiap proses, serta menjaganya agar tetap on the right track.

  1. Economize to Mass Your Resources (Jadikan sekala ekonomi menjadi sumber daya masal)

Tentukan keunggulan kompetitif Anda. Konsentrasikan seluruh seumber daya termasuk : kapital, orang, waktu, dan pengaruh Anda sesuai dengan keunggulan itu. Pangkas berbagai hal yang tidak penting, dengan tegas jika perlu. Ambil risiko yang terukur.

  1. Use Strategic Positioning (Gunakan posisi strategis)

Temukan titik kekuatan Anda – intinya jika Anda bisa menang melawan pesaing Anda, Anda akan menang di mana-mana. Lakukan yang pertama, sebelum saingan Anda melakukannya. Raih setiap kesempatan untuk mendapatkan posisi strategis, lalu gunakan  posisi tersebut untuk kesalahatan.

  1. Do the Unexpected (Lakukan hal yang tak terduga)

Gunakan kerahasiaan, kecepatan, dan keberanian. Tidak semua hal, mesti diketahui banyak pihak. Hanya orang-orang pilihan dalam organisasi. Selanjutnya, mengejutkan pesaing dan pasar dengan langkah yang tidak biasa atau baru. Lakukanlah sesuatu yang menurut kebiasaan sebagai sesuatu yang tidak mungkin.

  1. Keep Things Simple (Bikin hal menjadi sederhana)

Jangan terlalu bertele-tele, dengan banyak aturan dan regulai. Bisa membelenggu dan membatasi inovasi dan kreatifitas. Pahami bahwa kompleksitas itu membunuh. Pangkas birokrasi, sederhanakan proses. Rampingkan bagan organisasi Anda.

  1. Prepare Multiple, Simultaneous Alternatives (Siapkan beberapa alternatif simultan)

Segala sesuatu itu perlu pesiapan. Termasuk juga beberapa kemungkinan yang bakal terjadi. Siapkan plan A, B, C dst, demikian juga exit strateginya. Lakukan backup ke dalam rencana strategis Anda. Lewati rintangan dengan menggunakan beberapa pendekatan.

  1. Take the Indirect Route to Your Objective (Ambil rute yang tidak langsung ke tujuan anda)

Tidak semua strategi berjalan sesuai dengan rencana. Pelajari variabel produk, harga, distribusi, dan faktor kunci lainnya dalam core aktifitas organisasi Anda. Bisa dengan menghindari persaingan dengan melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan. Kadang perlu jalan melingkar untuk mencapai sebuah tujuan. Jangan tergesa-gesa.

  1. Practice Training and Sequencing (Pelatihan Praktis dan Sekuensing)

Meningkatkan hardskill dan soft skill menjadi penting. Lebih baik “capek” saat berlatih dari pada gagal dalam pertempuran. Lakukan hal yang keras, tetapi bukan di waktu yang salah. Bandingkan antara penggerak pertama vs, manfaat membiarkan saingan melakukan R & D. Pisahkan satu tembakan dari tindakan yang sedang berlangsung.

  1. Exploit Your Success (Manfaatkan kesuksesan anda)

Bikin quick win. Ada prestasi dan penca[aian disetiap tahapan. Jangan berhenti sebelum pertandingan berakhir. Ukur kemajuan Anda. Bangun prestasi Anda. Hingga kesuksesan dan kemenangan serta keunggulan organisasi terwujud.

Meskipun saat ini eranya kolaborasi, bukan murni kompetisi, akan tetapi pada beberapa hal,  dari sepuluh prinsip tersebut di atas, masih sangat layak untuk diterapkan, dengan selektif. Karena, yang namanya strategi itu sesungguhnya tidak seratus persen generik dan harus disesuaikan dengan lingkungan, tempat dan waktu. Dan oleh karenanya,  setiap masalah tentu tidak dapat diselesaikan dengan strategi yang sama.

Seolah kita diingatkan oleh seruan adzan yang nyaring dari Toa Masjid  hayya ‘alal falah, marilah menuju kemenangan, marilah menuju kejayaan. Wallahu a’lam.

Asih Subagyo│Senior Researcher Hidayatullah Institute

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.