Dakwah, Islam, Parenting, Peradaban, Tarbiyah

Jangan Mager, Bergeraklah


google

Ada sebuah mahfuzhat yang berbunyi تحرك فإن في الحركة بركة وكثرة الجلوس تقصر العمر “Bergeraklah, sesungguhnya di dalam pergerakan itu terdapat berkah. Sedangkan banyak duduk ( diam ) memperpendek umur”. Gerak merupakan pertanda hidup. Sebab mati artinya tidak bisa bergerak lagi. Alam juga mengajarkan kita untuk terus bergerak. Dengan gerak, maka akan mencapai keseimbangan baru.

Di dalam al-Qur’an disebutkan bahwa gunungpun bergerak, sebagaimana dalam QS An-Naml : 88,” Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Demikian halnya dengan bumi dan matahari yang tak pernah malas untuk bergerak. Ia terus berputar pada porosnya sehingga tercipta keseimbangan dalam alam galaksi bima sakti. “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. QS Yasin : 38.

Sebagaimana pula dalam sebuah siklus hidrologi, uap air pun terus bergerak. “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya…” (QS. An-Nuur : 43).

Hidup itu Bergerak

Dengan bergerak akan merubah segala sesuatu menjadi hidup. Tentu jika kita menginginkan kehidupan yang lebih baik namun hanya dengan berdiam diri, maka tak ada sedikitpun yang akan kita dapatkan. Kekuatan visi dan cita-cita itu yang akan mendorong untuk bergerak. Karena ada motivasi untuk meraihnya. Sehingga diam tidak akan mengubah keadaan dan kenyataan.

Sebagaimana Firman Allah ta’ala dalam  Surat Ar Raad : 11 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang ada pada diri mereka”.  Dalam Tafsir As Sa’di dijelaskan,”jikalau para hamba merubah kondisi mereka, dari maksiat menuju ketaatan kepada Allah, niscaya Allah akan merubah kondisi yang menyelimuti mereka sebelumnya berupa kesengsaraan menuju kepada kebaikan, kebahagiaan, dan ghibtah (semangat iri dalam kebaikan) serta rahmat”. Sehingga ada ikhtiar dan upaya untuk merubah kondisi. Merubah itu artinya aktif, bergerak. Bukan pasif atau diam.

Dengan demikian maka, kita akan bisa melihat bahwa manusia dan semua benda yang tidak bergerak akan mati termasuk air. Sebagaimana dikatakan dalam mahfudzot “air yang berhenti akan merusak, apabila mengalir akan baik, tapi kalau tidak mengalir tidak akan menjadi baik.” Hal ini dikandung maksud bahwa bila air itu bergerak, maka akan menghidupkan, menyuburkan, membersihkan, dan memberik manfaat. Namun, sebaliknya bila air menggenang akan membahayakan, berubah warna dan akan menjadi sumber penyakit.

Berkenaan dengan kehidupan manusia, tokoh intelektual dan pembaharu muslim dari Pakistan, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa hidup adalah gerak (الحياة حركة). Maka apabila seseorang yang hidupnya hanya diam, tanpa berbuat, tanpa melakukan tindakan (gerakan) apapun, maka dia diragukan hidupnya. Atau bisa dikatakan sesungguhnya dia mati dalam hidupnya.

Konsekwensi logisnya, tanpa gerakan dan tindakan, tidak akan ada penemuan-penemuan besar, tidak akan ada usaha-usaha yang berhasil, tidak akan ada manusia-manusia yang berkepribadian mantap dan matang, serta tidak akan ada orang yang berhasil meraih cita-citanya. Suatu hadiah yang diberikan oleh orang lain kepada kita secara cuma-cuma pun tidak akan menjadi milik kita jika kita tidak mau menggerakkan tangan kita untuk menerima hadiah tersebut. Gerakan tangan kita merupakan suatu tindakan.

Bahkan Allah ta’ala menantang manusia untuk terus bergerak dan menjelajahi seluruh penjuru dunia,” “Dialah yang menjadikan untuk kamu Bumi yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk: 15).

Dengan demikian maka, tidak ada istilah mager lagi. Sebab mager berarti kita seolah mati dalam hidup. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak bergerak. Karena masih terlalu sedikit jangkauan gerak kita. Masih banyak dan luas yang belum terjangkau oleh gerak kita. Ayo bergerak sekarang juga.  Ayo mencari keberkahan.  Let’s move on. Wallahu a’lam

 

1 thought on “Jangan Mager, Bergeraklah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.