Charities Aid Foundation (CAF) menobatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan pada 2020. Berdasarkan World Giving Index 2021 yang disusun CAF, Indonesia memiliki skor 69%, naik dibandingkan pada 2019 yang sebesar 59%, yang juga pada urutan pertama. Faktor utamanya adalah kontribusi muslimin Indonesia yang menyumbangkan uangnya karena didorong kewajiban berzakat serta didukung shdaqoh dan infaq. Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa pembayaran zakat secara global sangat tinggi pada 2020. Dan ramadhan biasanya identik dengan banyaknya muslimin yang membayar zakat, infaq, shodaqoh serta wakaf. Meski tidak ada kewajiban dan syariat yang mengatur untuk melakukannya khusus di bulan ramadhan, kecuali zakat fitrah, akan tetapi ini sudah menjadi budaya yang baik bagi kaum muslimin Indonesia, melihat keutamaan ramadhan itu sendiri.
Hal ini juga didorong adanya semangat untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagai manusia yang sempurna dan paripurna di muka bumi, Rasulullah SAW adalah contoh utama dan tiada tanding diberbagai aspek kehidupan. Tidak ada sedikitpun celah kehidupan beliau yang tidak patut untuk di-ittba’i (diikuti) oleh siapapun, apalagi kita yang menjadi umat beliau. Sudah selayaknya menjadikan Nabi Muhhammad SAW, sebagai uswah dan qudwah dimanapn, kapanpun dan dalam kondisi apapun Continue reading “Ramadhan : Kedermawanan dan Al-Qur’an”


Gambar meme di samping ini jleb banget. Saya dapat di lini masa FB. Saya daur ulang sebagai status di FB, lalu kini saya mark-up lagi jadi tulisan di blog, yang memenag sudah lama nggak ke update. Saya caption bahwa, meme ini setidaknya bisa sebagai pengingat diri. Dan juga bisa bermanfaat bagi siapapun yang diamanahi memimpin apapun juga, dan pada level apapun juga, serta pada skala apapun juga. Dan sebenarnya hal ini nantinya juga berlaku bagi pengikut (yang sedang dipimpin). Azas resiprokal, Berlaku sama.
Tahun 2001, Michael Spence mendapat hadiah Nobel dalam bidang Ilmu Ekonomi. Melalui bukunya The Next Convergence : The Future of Economic Growth in Multispeed World, yang dirilis tahun 2011, setelah 2 (dua) dasa warsa berselang dari tulisannya itu, menemukan jawabannya. Pantas saja, saat buku tersebut diterbitkan, a Washington Post, koran harian terbesar di USA saat itu, menempatkan karya ini sebagai notable non fiction book a stragey + business best business book for economis. Sebuah penghargaan yang saat tinggi bagi sebuah karya tulis. Selain itu juga mendapatkan testimony dari berbagai media kelas atas pada masanya.