Islam, Peradaban, Ramadhan

Memadukan Kepemimpinan Qolbu dan Akal


Rasulullah SAW  bersabda,‘Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya aka rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tulisan sebelumnya tentang lead by heart dan manage by head, mendapat respon yang cukup beragam dari berbagai pihak. Terlepas dari pro dan kontra, itu adalah keniscayaan dari sebuah tulisan. Tetapi, sebenarnya istilah itu memang lazim, ketika membahas tentang kepemimpinan. Di akhir tulisan terdahulu, simpulannya adalah bagaimana mampu mengintegrasikan dan memadukan antara hati (qolbu) dan kepala (akal) dalam sebuah kepemimpinan, dan tidak mendikotomikanbya. Ini menjadi PR besar dan tantangan bagi kita. Sebab telunjuk kita tidak bisa diarahkan kepada orang lain. Melainkan terarah ke diri kita sendiri. Sebab masing-masing diri kita adalah pemimpin. Tulisan ini akan menguraikan PR tersebut.

Adalah Ivette K. Cabalero yang menulis sebuah artikel dengan judul 12 Qualities of Leaders Who Lead with Head & Heart Together, cukup dapat menjelaskan, bagaimana model kepemimpinan dengan hati (qolbu) itu bisa berjalan beriringan dengan mengelolanya dengan kepala (akal). Dia mennguraikan dengan sangat apik, bahwa Pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memimpin dengan kepala dan hati, yang bersinergi dan berjalan bersama-sama sangat berdampak dan berpengaruh dalam kehidupan orang-orang yang mereka pimpin. Seperti kutipan kata bijak Nelson Mandela,“Kepala yang baik dan hati yang baik selalu merupakan kombinasi yang hebat.”

Pemimpin yang memimpin hanya dengan kepala memberi kesan bahwa mereka tidak peduli dan tidak memiliki emosi, dan pemimpin yang hanya memimpin dengan hati memberi kesan bahwa mereka sepenuhnya emosional dan takut menyakiti perasaan orang lain dengan kata-kata dan tindakan mereka. Oleh karena itu, kunci untuk memimpin dengan kepala dan hati adalah kombinasi yang tangguh dari keduanya.

Ketika seorang pemimpin memimpin dengan kepala dan hati  secara bersama, dia menciptakan lingkungan dimana orang lain merasa diberdayakan, didorong, dilibatkan, dan aman. Lebih dari itu, tipe pemimpin ini jelas dalam visinya dan bekerja dengan standar tinggi untuk keuntungan semua orang, bukan untuk kepentingan diri dan kelompoknya.

Seorang pemimpin yang memimpin dengan kepala dan hati yang berkolaborasi bersama, akan melampaui panggilan tugasnya untuk membangun hubungan yang langgeng dengan pengikutnya (rakyatnya). Dia mengutamakan orang karena dia tahu bahwa ketika orang terlibat dalam apa yang mereka lakukan, mereka menjadi lebih termotivasi dan lebih produktif. Sehingga menghasilkan kolaborasi dan sinergi yang dahsyat. Bahkan melampau program, target dan ekspektasi yang dibuat.

Berikut adalah beberapa kualitas pemimpin yang memimpin dengan kepala dan hati mereka:

Mereka membuat orang merasa istimewa.

Mereka mengenali bakat dan kontribusi unik dari orang-orang yang mereka pimpin dengan meluangkan waktu untuk mengenal mereka secara pribadi. Mereka memperhatikan apa yang dilakukan orang dan berinisiatif untuk menyampaikan rasa terima kasih, penghargaan, dan juga memberi semangat. Tidak pelit terhadap pujian dan reward terhadap siapapun yang memiliki prestasi. Dan dihadapannya tidak setiap orang adlah istimewa, apapun kedudukan, jabatan dan perannya.

Mereka terhubung dan memiliki relasi dengan banyak orang

Mereka mencintai orang-orang mereka dan terhubung dengan mereka dengan bersikap hormat dan dengan memiliki sikap yang konstan. Mereka sadar bahwa berhubungan dengan orang lain sangat penting untuk memimpin secara efektif. Mereka menginspirasi kepercayaan dan peka terhadap kebutuhan dan kepentingan orang lain. Sehingga banyak relasi yang menjadi partnernya. Mereka menjadi relasi bukan karena kepentingan dan jabatan, akan tetapi memang kualitas, kapasitas dan integritas diri, sehingga melahirkan hubungan yang baik dengan berbagi pihak.

Mereka mendengarkan orang.

Mereka peduli tentang apa yang orang katakan dan menempatkan diri mereka di tempat mereka untuk melihat sesuatu dari sudut pandang objektif. Mereka mengakui bagaimana perasaan orang lain dan benar-benar terlibat dalam percakapan, dan memberikan balasan yang sesuai. Masukan dari orang lain, apapun bentuknya diendapkan dulu, tidak langsung reaktif untuk ditanggapi, sambil mencari kebenaran dari berbagai pihak.

Mereka menciptakan lingkungan yang aman.

Mereka fokus pada keselamatan orang-orang mereka karena sangat penting bagi mereka untuk mendorong keterlibatan kerja, kesempatan belajar, dan peningkatan kinerja. Keselamatan mempromosikan tingkat produktivitas yang lebih tinggi dan komunikasi yang efektif, secara pribadi dan profesional. Memberikan rasa aman, dengan selalu menunjukkan apa yang hendak dituju, dan saat ini sampai mana, dan dengan apa tujuan itu akan dicapai.

Mereka mendorong dialog terbuka dengan semua orang.

Mereka mempromosikan dialog sebagai cara untuk membangun fondasi kepercayaan yang kuat di mana setiap orang merasa disertakan, didengarkan, dan dihargai. Gaya komunikasi mereka jelas, sederhana, dan mengundang empati semua orang. Dialog terbuka sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat. Tidak takut jika dikritik atau dinasihati oleh orang lain. Sebab nasihat orang lain, sesungguhnya adalah cermin diri untuk berubah lebih baik. Sanjungan yang tidak pada tempatnya, sesungguhnya adalah mesin pembunuh yang sempurna

Mereka masuk akal.

Mereka terbuka dan bersedia bekerja dengan baik dengan semua orang. Mereka lebih peduli untuk mendengarkan dan membantu orang lain daripada memaksakan aturan. Menilai dan mengkritik didepan umum adalah tindakan yang sama sekali mereka hindari. Sehingga penilain yang dilakukan sangat obyektif, bukan karena faktor like or dislike. Tetapi dalam rangka perbaikan dan kebaikan bersama.

Mereka menghargai nilai.

Mereka membangun fondasi kepemimpinan yang kuat berdasarkan nilai-nilai yang terlihat dan mengagumkan bagi orang lain. Rasa hormat, kejujuran, integritas, kepercayaan, komunikasi, akuntabilitas, kolaborasi, kerja tim, dan keunggulan adalah beberapa nilai yang mereka pegang. Nilai-nilai itu berasal dari visi, misi, jati diri ataupun budaya dalam organisasi, yang kemudian telah mnegkristal dalam model kepemimpinannya.

Mereka sangat bijaksana dan tidak rentan.

Mereka mengenali kelemahan mereka, mengakui kesalahan mereka, meminta maaf, membuka diri kepada orang lain, dan tidak berpura-pura baik-baik saja padahal sebenarnya tidak. Kerentanan menunjukkan transparansi dan kemanusiaan di pihak mereka, dan bekerja dengan kuat untuk membangun kepercayaan. Sehingga tetap berwibawa, dan berjiwa tangguh. Tidak terbang ketika disanjung, dan tidak tumbang ketika mengakui kesalahan.

Mereka bersyukur.

Mereka menunjukkan dan mengungkapkan rasa terima kasih melalui tindakan dan kata-kata mereka. Tidak ada yang terlalu kecil atau terlalu besar yang tidak mereka syukuri. Mereka menekankan dalam mengakui upaya orang lain sebagai cara untuk menunjukkan penghargaan. Setiap keberhasilan tidak di daku sebagai keberhasilannya. Pun demikian, tidak semua kesalahan, ditimpakan menjadi kesalahan anak buahnya.

Mereka fleksibel.

Mereka menyadari bahwa segala sesuatunya tidak akan selalu berjalan sesuai rencana. Mereka menyesuaikan rencana mereka sesuai kebutuhan dan ramah dengan orang-orang mereka. Mereka menawarkan dukungan tanpa syarat kepada orang-orang yang mereka pimpin tanpa bersikap kasar, atau ofensif. Fleksibel bukan berti tidak memiliki sikap, akan tetapi lebih disorong untuk memberikan solusi setiap terjadi hambatan dn kendala.

Mereka murah hati.

Mereka berbagi sumber daya ;  pengetahuan, waktu, kebijaksanaan, keuangan, dll.- untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan pengikutnya. Mereka selalu menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih dan mencapai lebih banyak melalui tindakan mereka. Menjadi murah hati adalah nilai dan lifestyle/suluk yang mendarah daging di dalamnya.

Mereka sederhana.

Mereka mengakui bahwa menjadi seorang pemimpin mengandung komitmen dan tanggung jawab yang besar. Mereka terus belajar untuk lebih siap dan lebih banyak akal untuk orang lain. Yang terpenting, mereka dengan sepenuh hati tahu bahwa orang-orang mereka adalah alasan mengapa mereka memimpin. Sehingga tidak ada niat untuk pamer kekuasaan apa lagi pamer kekayaan. Yang ada adalah kesederhanaan, yang selalu mewarnai laku hidupnya.

Merka beriman

Dan sebagai kuncinya adalah bahwa kepemimpinan yang dilakukan dilandaskan atas dasar iman, sebab dengan Iman dia akan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya itu, baik kepda dirinya sendiri, kepada yang dipimpin dan terlebih kepada Allah SWT. Sehingga dia akan memegang amanah dengan sebaik baiknya, memimpin secara adil dan tidak dzolim terhadap yang dipimpin.

Dari urutan 1 hingga 12 sebagai parameter kualitas kepemimpinan yang disodorkan oleh Ivette dengan sedikit modifikasi di atas, secara manejerial dan dalam kehidupan sehari-hari, bisa jadi akan berhasil, serta menghasilkan kepemimpinan yang  lengkap efektif dan evisien. Akan tetapi tanpa ada Iman, maka tidak akan memiliki nilai yang memadai bagi kepentingan umat. Sebab point 1-12, merupakan proses ber-iqra’, yang Allah berikan kemampuan terhadap siapapun juga, jika mereka bersungguh-sungguh dalam mujahadah. Akan tetapi poin ke-13 menjadi kunci. Dan olehnya dengan Iman itulah, seorang pemimpin dipandu untuk memimpin. Dan sudah barang tetntu bisa memadukan antara qolbu dan akal.. Karena dengan hadirnya iman, para pemimpin itu memimpin setelah melakukan literasi yang panjang dan mendalam yang didasari oleh iqra’ bismi rabbika.

Wallahu a’lam.

 

Asih Subagyo

Hidayatullah Institute

Tulisan ini dimuat di : https://hidayatullah.or.id/read/asih-subagyo/2022/04/03/memadukan-kepemimpinan-qolbu-dan-akal/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.