Dakwah, Islam, Peradaban, Politik., Tarbiyah

Awas Hancurnya Gerakan Dakwah


Dalam teori organisasi dikenal dengan istilah siklus hidup organisasi (organization life cycle). Secara garis besar sebuah organisasi itu memiliki 5 (lima) fase yaitu: birth (lahir), growth (tumbuh), maturity (dewasa), decline (menurun) dan death (mati). Akan tetapi seiring revolusi digital banyak organisasi mengalami siklus yang cepat, dilain pihak juga dapat diperlambat, terutama terkait mengantisipasi sebelum memasuki masa decline.

Terkait perspektif organisasi dan gerakan dakwah, jauh-jauh hari Ustadz Fathi Yakah rahimallah, seorang da’i dan ulama di Lebanon, kelahiran Tripoli 9 Februari 1933 dan meninggal 13/6/2009. Beliau merupakan Pemimpin Front Amal Islam di Lebanon. Dalam bukunya Aids Haraki yang terbit tahun 1990, beliau memberikan peringatan terhadap eksistensi organisasi dakwah. Dimana beliau menyoroti bahwa, banyak gerakan dakwah lebih astik dan mementingkan asesoris dari gerakan dakwah, dibanding membangun umat itu sendiri.

Secara garis besar, beliau menjelaskan bagaimana suatu gerakan dakwah bisa terjangkiti penyakit aids dan kemudian mengalami kehancuran? Aids sendiri sebuah metafora dari beliau dimana penyakit aids/HIV (human immunodeficiency virus) merupakan virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel. Dan dalam konteks gerakan dakwah, ada beberapa penyakit kronis dan akut yang menjadi penyebab hilangnya imunitas. Selanjutnya dalam analisisnya, Ustadz Fathi Yakan menyebutkan setidaknya ada tujuh faktor sebagai penyebab, yaitu Continue reading “Awas Hancurnya Gerakan Dakwah”

Advertisement
Parenting, Peradaban, Ramadhan

Ramadhan : Kedermawanan dan Al-Qur’an


Charities Aid Foundation (CAF) menobatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan pada 2020. Berdasarkan World Giving Index 2021 yang disusun CAF, Indonesia memiliki skor 69%, naik dibandingkan pada 2019 yang sebesar 59%, yang juga pada urutan pertama. Faktor utamanya adalah kontribusi muslimin Indonesia yang menyumbangkan uangnya karena didorong kewajiban berzakat serta didukung shdaqoh dan infaq. Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa pembayaran zakat secara global sangat tinggi pada 2020. Dan ramadhan biasanya identik dengan banyaknya muslimin yang membayar zakat, infaq, shodaqoh serta wakaf. Meski tidak ada kewajiban dan syariat yang mengatur untuk melakukannya khusus di bulan ramadhan, kecuali zakat fitrah, akan tetapi ini sudah menjadi budaya yang baik bagi kaum muslimin Indonesia, melihat keutamaan ramadhan itu sendiri.

Hal ini juga didorong adanya semangat untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagai manusia yang sempurna dan paripurna di muka bumi, Rasulullah SAW adalah contoh utama dan tiada tanding diberbagai aspek kehidupan. Tidak ada sedikitpun celah kehidupan beliau yang tidak patut untuk di-ittba’i (diikuti) oleh siapapun, apalagi kita yang menjadi umat beliau. Sudah selayaknya menjadikan Nabi Muhhammad SAW, sebagai uswah dan qudwah dimanapn, kapanpun dan dalam kondisi apapun Continue reading “Ramadhan : Kedermawanan dan Al-Qur’an”

Kronik, Peradaban

Motivasi Awal Tahun


Ada sebuah dorongan berupa semangat baru, setiap memasuki awal tahun. Meski tidak ada tuntunannya, tetapi ini menjadi semacam ritual tahunan. Biasanya didahului dengan dirumuskannya resolusi. Suatu pernyataan tekad, yang berusaha memperbaiki diri dari kesalahan dan kekurangan tahun sebelumnya, serta pencapaian yang ingin di raih di tahun ini.

Dan sebelum membuat resolusi, tentunya terlebih dahulu  telah dirumuskan visi hidup. Sebagai gambaran apa yang akan dicapai dalam jangka waktu tertentu. Permasalahannya adalah ternyata  tidak dan/atau belum merumuskan visi hidup. Jika kita sebagai manusia, dan terlebih mengaku muslim apalagi beriman, terus hidup tanpa visi, ibarat kita mau pergi, Continue reading “Motivasi Awal Tahun”

Islam, Peradaban

RENUNGAN PENGHUJUNG TAHUN


sunriseHari ini, Selasa 31 Desember 2013, di tengah guyuran hujan sepanjang hari, sejak malam tadi, dan mendung hitanm yang menggelantung di langit, adalah ujung perjalanan kita, dalam menapaki hidup selama 1 tahun. Selama lebih kurang 365 hari, kita telah lalui. Dengan segala dinamika yang ada di dalamnya, mau tidak-mau, suka-tidak suka telah tahun 2013 telah kita lalui. Ini bukan akhir dari sebuah perjalanan hidup kita. Ini mata rantai, tetapi dia tidak bisa lagi ditarik kebelakang. Secara hukum alam dan sunnatullah-nya akan terus maju kedepan. Kita akan memulai langkah baru lagi di awal tahun 2014, dan nanti juga akan berujung di tahun 2014. Atau, bisa jadi kita tidak bisa ketemu di ujung 2014 kelak, karena di tengah jalan Allah menakdirkan kita ketemu ujung hidup kita, meski bukan ujung tahun. Itulah substansi perjalan hidup kita. Kita tidak tidak tahu pasti apa yang terjadi kelak.

Tentu saja, dinamika kehidupan kita di tahun ini, penuh dengan variasi. Ada pencapaian yang menggembirakan dan melesat di tahun ini, bahkan mungkin melampaui target yang telah kita canagkan. Pun demikian, bisa jadit idak sedikit hasil yang meleset dari apa yang pernah kita canangkan. Perkara melesat dan meleset dari target adalah bahan evaluasi diri. Di awal 2013 kemarin, sayapun juga membuat resolusi yang tentu saja didalamnya berisi tentang segudang dan sederet rencana pencapaian di tahun ini. Lengkap dengan parameter keberhasilan. Apakah itu terkait dengan target pribadi, berorganisasi atau dalam berbisnis. Secara target pribadi memang masih banyak yang jauh dari apa yang saya inginkan, demikian pula terkait dengan target dalam berorganisasi. Kendati demikian secara berorganisasi dan pribadi, masih bisa diprosentasekan dalam bilangan 60-70% target terpenuhi. Akan tetapi dalam berbisnis, jika di ukur dengan parameter kuantitatif maka tahun ini hanya tercapai sekitar 20%, sedangkan yang kualitatif pencapaiannya sekitar 25%. Hal ini menjadikan secara bisnis, tahun ini memang agak jeblok. Sehingga banyak hal yang tak terduga kemudian terjadi selama tahun ini. Meskipun ketika menyusun rencana di awal tahun sudah dilakukan dengan dilakukan dengan menggunakan banyak sudut pandang, ternyata masih ada yang kurang. Demikian juga perbaikan kulaitas ibadah secara pribadi, juga terus ditingkatkan, tetap saja belum mampu mengangkat dan menyelesaikan persoalan yang ada. Tentu hal demikian itu, memerlukan perenungan yang sangat mendalam.

Mengapa kita bisa melesat di satu bidang dan kemudian bisa berprestasi di dalamnya, tentu kita tahu Continue reading “RENUNGAN PENGHUJUNG TAHUN”

Peradaban

MUHASABAH AKHIR TAHUN


terompetBeberapa hari ini, jika kita melintasi jalanan di seputaran Jakarta, akan dengan mudah kita temui pedagang terompet dan berbagai asesoris yang  beraneka warna. Pedagang musiman ini, selalu menjejali kota-kota besar, menjelang akhir tahun seperti ini. Setiap tahun mereka, yang kebanyakan dari luar kota Jakarta, membawa dagangannya, untuk kemudian mengadu nasib, demi mendapatkan rejeki musiman itu. Selain pedagang terompet,  yang kini bentuknya sudah tidak konvensional lagi, akan tetapi berbagai bentuk yang indah dan menarik, juga tidak sedikit pedagang petasan dan kembang api, yang sama-sama berderet di sepanjang jalan. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya dagangannya laris manis, di borong oleh pembeli yang juga pengin merayakannya. Barangkali satu hal yang diharapkan mereka. Agar tahun malam baru tidak turun hujan, agar habis semua daganan yang dibawanya.

Sementara itu, didepan Hotel, di pinggir jalan-jalan protokol, di perempatan, di sisi jalan tol, dan di tempat-tempat strategis lainnya, juga terpajang spanduk dan baliho yang menjual acara dengan seluruh gemerlap kegiatan yang dikemas dengan tajuk old and new , yang biasanya diadakan di hotel dan atau tempat-tempat keramaian tlainnya. Dengan menawarkan hiburan artis-artis dalam dan luar negeri. Tidak ketinggalan pula, dikampung-kampung juga, terpasang sandu, poster, bahkan anak-anak mudah yang mengedarkan kotak sumbangan, untuk kegiatan malam tahun baru. Pendek kata,  hari-hari ini, hampir tidak ada ruang yang kosong, selain persiapan perayaan malam tahun baru. Seolah-olah jika tidak menjalankan ritual, perayaan tahun baru, dianggap sebagai Continue reading “MUHASABAH AKHIR TAHUN”