Islam, Leadership, organisasi

Kader Biologis Yang Ideologis dan Kader Ideoogis Yang Biologis


communityplans.net

Dalam sebuah organisasi dan gerakan apapun itu bentuknya, yang menginginkan untuk sustain, berjalan lama melintasi generasi, pastilah mempersiapkan generasi pelanjut untuk meneruskan visi dan misi yang sudah ditetapkan. Biasanya dua kelompok besar yang dikader dalam melakukan proses regenerasi ini. Pertama adalah mempersiapkan kader biologis. Dimana mereka adalah orang-orang yang memiliki garis keturunan dan lahir dari keluarga yang sudah menjadi bagian dari organisasi tersebut. Sehingga secara otomatis mereka sudah termasuk sebagai kader organisasi itu. Selanjutnya dianggap sudah paham dengan seluruh aturan yang ada di dalam organisasi tersebut, karena sudah berinteraksi sejak lahir dengan orang tuanya yang memang sudah menjadi kader, dan menjadi bagian dari ekosistem yang ada. Sehingga pada gilirannya diharapkan akan meneneruskan estafeta kepemimpinan organisasi dimaksud.

Kedua adalah mempersiapkan kader ideologis,  yaitu orang-orang yang menjadi bagian dari organisasi itu, setalah melakukan interaksi yang cukup panjang. Mereka awalnya outsider, yang kemudian bergabung didalamnya. Sehingga untuk mendapatkan gelar kader organisasi itu, setelah mengikuti pendidikan ataupun proser perkaderan berjenjang serta pembunaan yang ada di Organisasi tersebut. Konsekwensinya, kader ideologis ini faham atas seluruh peoses, aturan yang ada dalam organisasi, dan selanjutnya menjadi bagian dari organisasi tersebut diberbagai struktur dan underbow-nya, untuk ikut andil dalam melanjutkan estafeta kepemimpinan organisiasi dimasa mendatang. Continue reading “Kader Biologis Yang Ideologis dan Kader Ideoogis Yang Biologis”

Islam, Ramadhan, Tarbiyah

Kurikulum Madrasah Ramadhan


halaqah di masjid ar-riyadh gunung tembak

Salah satu sebutan bulan ramadhan adalah syahrut tarbiyah (bulan pendidikan). Menurut para ulama Ramadhan dinamakan sebagai syahrut tarbiyah karena begitu banyak hikmah dan nilai-nilai pendidikan yang dikandungnya. Oleh karenanya, dalam upaya menyemarakkan Ramadhan sebagai syahrut tarbiyah atau bulan pendidikan, sudah barang tentu umat Islam wajib mengisinya dengan kegiatan edukatif, mencerdaskan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil di dalam  Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur, saat menafsirkan QS Al-Baqarah : 183 menyebutkan sebagai madrasah takwa, adapun secara lengkap sebagai berikut : Ramadhan merupakan madrasah taqwa, perhatikanlah bagaimana kata taqwa disebutkan diawal ayat dan di akhir ayat diantara ayat-ayat puasa; hal itu karena puasa menjadi salah satu hal yang paling agung untuk mewujudkan ketaqwaan dalam diri seorang hamba, maka hendaklah kita melihat bagaimana pengaruh puasa terhadap ketaqwaan kita kepada Allah baik dalam hal pendengaran dan penglihatan maupun ucapan; agar kita bisa mencapai sebuah tujuan yang mulia : { لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ }.

Sebagai sebuah madrasah, maka sudah barang tentu memiliki tata aturan. Misalkan dalam hal ini syarat masuknya mesti jelas, yaitu orang-orang yang beriman. Demikian juga kualifikasi dan standar kelulusannya juga terukur, yaitu bertakwa. Dimana kesemuanya itu memiliki rujukan yang sangat komprehenship dan unggul. Adapun rujukan utamanya adalah Al-Qur’an, As-Sunnah, Sirah Nabawiyah, dan dilengkapi dengan pendapat salafush shalih dan fuqaha yang tertuang dalam kitab-kitab terdahulu hingga komtemporer. Dan demikian halnya dengan seluruh kehidupan umat manusia di dunia. Continue reading “Kurikulum Madrasah Ramadhan”

Islam, Peradaban, Ramadhan

Ramadhan Bulan Literasi


Bulan Ramadhan, telah tiba. Di dalamnya mengandung keutamaan yang tak terbatas. Salah satu dari keutamaannya adalah disebut sebagai Syahr al-Qur’an. Hal ini disebabkan karena al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” (Al Baqarah [2]: 185).

Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz menjelaskan bulan Ramadhan diistimewakan dengan turunnya al-Qur’an pada malam lailatul qadar. Al-Qur’an turun dalam satu jumlah dari lauhil mahfudz ke langit dunia sebagai petunjuk bagi manusia dari kesesatan dan ayat-ayat muhkamat yang memberi penjelasan berupa hidayah Tuhan yang kuat, jelas, dan terang bagi akal sehat, yaitu pemisah antara yang haq dan bathil. Continue reading “Ramadhan Bulan Literasi”