ekonomi, Peradaban, Ramadhan, wakaf

Peluang dan Tantangan Lembaga Wakaf Berbasis Ormas Islam


Setiap oganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, melekat pada dirinya selalu mendapat amanah dari ummat untuk mengelola aset wakaf. Meskipun dalam praktiknya, wakif baik secara perorangan pribadi maupun badan usaha, seringkali juga menyerahkan harta wakafnya kepada nazhir pribadi (perseorangan) yang dipercaya dan amanah dalam mengelola aset wakaf itu. Disii lain menurut UU No 41 tahun2004, yang disebut dengan Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya. Dan nazhir sendiri bisa secara perseorangan, organisasi atau badan usaha. Sedangkan yang dimaksud dengan organisasi disini adalah organisasi yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan dan/atau keagamaan Islam.  Disinilah peran ormas Islam menjadi penting, sebab kehadirannya lebih dulu dari UU No 41 itu sendiri.

Pagi tadi, Ahad, 10/2/2022, saya diminta untuk menjadi salah satu narasumber pada FGD (Fokus Group Discussion), oleh Lembaga Wakaf Wahdah Islamiyah.  Pesertanya terdiri dari jajaran pengurus Wahdah dari tingkat pusat dan wilayah. DPP Wahdah sedang mempersiapkan Nadzir yang profesional, untuk mengelola aset wakafnya, yang tersebar di seluruh Indonesia. FGD sendiri mengundang dua orang  pembicara. Selain saya, ada Ust. Syahroni dari Wakaf Mulia Institute. Kapasitas saya dalam kesempatan tersebut adalah sebagai Pembina Badan Wakaf Hidayatullah.

Ada beberapa hal yang menjadi pokok diskusi tadi. Bahwa pengalaman masa lalu dan masa kini berkenaan pengelolaan wakaf di seluruh dunia, menjadi pelajaran penting untuk bisa di implementasikan oleh semua nazhir agar lebih berdaya guna dan berhasil guna lagi. Disamping itu juga mengambil benchmarking dari keberhasilan pengelolaan wakaf di seluruh dunia, juga saya sampaikan bagaimana pengalaman Hidayatullah dengan Baitul Wakafnya, dalam melakukan peran sebagai nazhir yang profesional. Continue reading “Peluang dan Tantangan Lembaga Wakaf Berbasis Ormas Islam”

Islam, Leadership, Peradaban, Ramadhan

Berpikir dan Bekerja


Seringkali kita menghadapi diskusi atau bahkan pertengkaran yang hebat. Bahkan menjadi perdebatan seperti chicken and egg, duluan mana antara telur atau ayam. Sehingga terjadi debat kusir yang berkepanjangan. Sebab ada juga yang menilai bahwa, berfikir itu bukan kerja. Dan hanya yang menggunakan fisik alias otot dan berkeringat itulah yang bekerja. Atau dengan bahasa lain lihatlah hasilnya yang dapat dilihat, dan biasanya diasosiasikan dalam bentuk material yag kasat mata.

Meskipun hal tersebut sudah berlangsung lama, berulang-lang dan berjilid-jilid jika dibukukan. Tetapi saya yakin hal itu  akan masih terus terjadi perdebatan hingga kini. Problemnya adalah tidak ada yang mendudukkan persoalan pada tempatnya. Semua berargumen, bahwa pendapatnya yang paling benar. Lalu jika semua menganggap paling benar, lalu pendapat mana yang paling benar dari yang paling benar itu. Tambah pusing jadinya.

Mari kita urai, secara jernih dan dengan kepala  dingin. Gambar di samping menunjukkan sebuah diagram yang mudah untuk dibaca. Dan ini lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa sebenarnya, siapapun yang ingin melakukan sesuatu (bekerja), pasti berfikir dulu. Dalam grafik itu ditunjukkan sekitar 90% waktu yang digunakan untuk berfikir sebelum mengerjakan sesuatu. Dan sekitar 10% waktu yang digunakan untuk mengeksekusi dan merealisasikan apa yang dipikirkan itu. Jadi yang paling benar berarti berfikir dulu, bukan bekerja dulu?

Tunggu dulu, Continue reading “Berpikir dan Bekerja”

Islam, Kronik, Peradaban, Ramadhan

Jangan Takut Baca Al Qur’an


Beberapa hari menjelang ramadhan tahun ini, kita dihebohkan sebuah reaksi atas kegiatan membaca Al-Qu’an secara kolosal di Jalan Malioboro, jantung kota Yogyakarta. Acara yang bertepatan dengan hari Selasa Wage itu, dimana setiap hari itu, Malioboro diberlakukan bebas dari kendaraan umum dan hanya berisi para pejalan kaki, menjadi suasana berbeda. Biasanya banyak kegiatan hapenning art atau flash mob yang diisi dan menampilkan kegiatan kesenian daerah.

Namun tanggal 27/3/2022 itu, di depan benteng Vredeburg, tepat di titik nol kota Yogya, diisi oleh berbagai kalangan pengajian Ibu-ibu dan Bapak-bapak pengajian, serta kaum milenial yang asyik dengan gadget-nya secara kolosal asyik masyuk membaca al-Qur’an dengan suara lirih. Yang dibaca sama, Surat Yasin. Durasinya sekitar 10-15 menit bahkan ada yang lebih cepat, karena banyak yang sudah biasa dan hafal. Surat ke-36 ini hanya terdiri dari 83 ayat, 3 lembar atau 6 halaman kurang sedikit. Continue reading “Jangan Takut Baca Al Qur’an”

Islam, Kronik, Parenting, Peradaban

Anda Bicara Tentang Apa ?


Teko hanya mengeluarkan isi Teko. Demikian bunyi salah satu pepatah. Teko atau cerek, adalah tempat yang biasanya diisi air. Bisa dalam bentuk kopi, the, air putih, sirup dan lain sebagainya. Sehingga, ketika teko diisi kopi, tidak mungkin pada saat yang sama kita mengharapkan keluar dari teko itu air putih. Karena teko hanya mengeluarkan apa isinya. Kecuali kopinya sudah dikeluarkan, teko dicuci, kemudian isinya diganti dengan air putih. Ternyata, butuh waktu dan proses.

Demikian juga dengan aktifitas kita. Apa yang kita bicarakan, kita tulis, kita lakukan apapun itu bentuknya, sesungguhnya menunjukkan seperti apa isi kepala kita. Dan isi kepala kita itu, juga berasal apa saja yang mengisi kepala kita. Bisa jadi dari bacaan, apa yang kita dengar dan dilihat, serta pengalaman hidup. Maka ada pepatah Inggris, You’re what you read. Continue reading “Anda Bicara Tentang Apa ?”

Islam, Kronik, Peradaban, Politik., Ramadhan

Ketika Dakwah Semakin Merekah


Masyarakat dunia dibikin heboh. Sabtu, 2 April 2022, Time Square tepat di jantung kota New York Amerika Serikat bergelora. Tidak sperti biasanya, kurang lebih 2.000 orang kaum muslimin baik para imigran maupun penduduk tempatan, memenuhi jalanan untuk iftar dan sholat tarawih secara berjama’ah. Tempat dimana lokasinya dekat dengan peristiwa 911, yang terjadi lebih dari duapuluh tahun silam. Sontak kejadian yang pertama di wilayah ini, menjadi sorotan dunia dan viral dimana-mana. Gambar dan video berseliweran diberbagai media sosial, dan memenuhi pemberitaan dan perbincangan, diberbagai media.

Event Organizernya adalah Project ZamZam. Sebuah lembaga yang berdasarkan website resminya, merupakan lembaga sosial yang mengimpor air zam-zam untuk wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Dimana 100% keuntungan dari penjualannya didonasikan untuk membangun sekolah-sekolah di palestina. Targetnya acara itu adalah mengkampanyekan bahwa, Islam itu sebagai agama damai, rahmatan lil ‘alamiin, dan menghapus stigmatisasi negatif yang ada. Tanpa keributan semua berjalan dengan indah. Dan sejauh ini terlihat bahwa target itu sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Continue reading “Ketika Dakwah Semakin Merekah”