The Living Company (Agar Perusahaan Berumur Panjang)


tumbuhSetelah dipostingan sebelumnya, kita membahas tentang keberlangsungan hidup sebuah perusahaan, dimana di dalamnya juga disampaiiakan tabel hasil penelitian dari SBA  (Small Business Administration) tentang usia perusahaan yang didirikan tahun 1998. Dan kemudian kita mendapati fakta bahwa, setelah berumur 7 tahun, rata-rata tinggal 31,18% yang masih bertahan hidup. Nah, ditulisan kali ini, saya sengaja  menyadur  sebagian besar dari buku Chaotics, karya Philips Kotler dan John A. Caslione, yang ternyata juga bersumber  dari buku The Living Company karya Arie de Geus, mendapatkan fakta yang menarik, tentang rata-rata harapan hidup perusahaan di Jepang dan Eropa, serta  bagaimana agar perusahaan dapat berumur panjang. Bahkan sampai ratusan tahun, sesuatu yang mungkin juga ingin kita lakukan dan banyak contoh kisah suksesnya.

Adalah Arie de Geus, saat itu usianya 38 tahun, jabatannya line manager Royal Dutch Shell, yang menyebabkan dia harus tinggal di tiga benua, untuk melaksanakan tugasnya itu. Dan di Shell, jabatan terakhirnya adalah direktur perencanaan perusahaan yang bertanggungjawab atas perencanaan dan sekenario bisnis. Saat masih di Shell, de Geus memulai studi atas sejumlah perusahaan yag berumur panjang. Ia ingin tahu apakah perusahaan-perusahaan ini dikelola dengan seperangkat sifat dan prioritas yang umum. Semakin dlam penelitiannya atas perushanaan-perusahaan tersebut, semakin besar kekhawatirannya akan harapan hidup. Tulisannya, “Harapan hidup rata-rata sebuah perusahaaan seharusnya dua- sampai tiga abad,” Continue reading “The Living Company (Agar Perusahaan Berumur Panjang)”

Advertisements

#13…..Not For Sale


Menjelang Milad ke 11 PT Totalindo Rekayasa Telematika beberapa waktu yang lalu, tepatnya Awal Juni , saya mendapat opportunity dari seorang sahabat baik, saya untuk menjajagi menjadi partner dengan salah satu perusahaan Technology dari Eropa. Kebetulan kawan saya ini baru saja dating memenuhi undangan, ke Eropa, untuk mengikuti semacam exhibition  tahunan, yang di selenggarakan oleh Perusahaan itu. Singkatnya, melalui email saya di introduce, sahabat saya itu untuk berkomunimasi langsung dengan VP APAC (Asia Pacifcif) yang berdomisili di Malaysia. Dari komunikasi via email, intinya dia minta company profile kami. Kemudian saya penuhi permintaannya tersebut. Saya agak lama menunggu jawaban, ternyata email tersebut di eskalasi ke Head Quarternya di Eropa sana.

Dari HQ, mereka meminta waktu untuk melakukan teleconference kepada Manajemen, perusahaan kami. Stelah di sepakati waktunya, GMT+9, akhirnya kami komunikasi via skype. Pada awalnya seperti biasa, dia memberikan gambaran tetang perusahaannya. Dimana dia menjadi market leader pada product tertentu, mempunyai cabang di 15 negara, dimiliki oleh salah satu investment company terbesar di negaranya. Dan revenuenya Continue reading “#13…..Not For Sale”