Entrepreneurship

Pemimpin dan Problem Eksekusi


dreamstime.com

Dalam sebuah organisasi, apapun bentuknya dan seberapapun besarnya, selalu memiliki tujuan yang kemudian dirumuskan dalam visi dan misi. Selanjutnya dibreakdown dalam program kerja yang didalamnya juga terdapat : target, sasaran, indikatar keberhasilan. Dan  dilanjutkan dengan formula strategi serta strategi implementasi termasuk timelinenya. Namun, kerapkali kita menjumpai organasi dengan strategi yang tersusun dan terformulasikan dengan baik, dengan mengikuti kaidah manajemen modern, akan tetapi tidak mampu terimplementasi sesuai dengan rencananya. Inilah yang kemudian disebut dengan problem eksekusi. Dimana, salah satu aktor terpenting disini adalah pemimpin organisasi.

Mengapa demikian? Sebab pemimpin itu hadir bukan hanya untuk dihormati, dita’ati dan disayangi serta dengan sejumlah diksi sejenis lainnya. Itu sudah pasti. Akan tetapi lebih jauh dari itu, kehadirannya dituntut untuk mempersembahkan kinerja dan karya serta sejarah, dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi. Sehingga pada hakekatnya kinerja seorang pemimpin itu, akan dicapai melalui kerja orang lain.

Dengan demikian  maka salah satu tugas utama pemimpin adalah menggerakkan orang lain. Sebab, sejatinya seorang pemimpin itu hanyalah ibarat sebatang lidi yang tidak memiliki banyak fungsi bila ia sendiri. Ia perlu menggabungkan lidi-lidi itu untuk menjadi kekuatan. Nah, pemimpin bertugas menggabungkan lidi tersebut. Konsekwensinya adalah, seorang pemimpin lebih banyak berbicara tentang kita bukan saya. Continue reading “Pemimpin dan Problem Eksekusi”

Entrepreneurship, Kronik, Peradaban

NASEHAT AWAL TAHUN


awaltahunLupakan hiruk pikuk dan hingar bingar menyambut tahun baru, yang disiarkan berbagai media dari seluruh belahan dunia. Dengan deretan pesta pora dan kebisingan yang ditimbulkan oleh tiupan terompet, dentuman petasan dan kemudian diakhiri dengan bunyi sirene atau gemerincing lonceng sera gegap-gempita dan sorak-sorai,  ketika waktu menunjukkan pukul  00:00. Biarlah mereka larut dalam dunianya itu. Karena itu yang diinginkannya, dan selalu ditunggu setiap pergantian tahun. Meski hal ini terus berulang, disetiap tahun, ternyata tidak pernah membosankan. Kendati di berbagai media selalu di wartakan bahwa, disetiap tahun pasti menelan korban, apakah itu kecelakan, mabuk-mabukan, narkoba dan lain sebagainya, ternyata masih saja dinanti-nanti. Bahkan di akhir tahun dan di awal tahun ini, lebih tragis lagi. Kita dikejutkan dengan pemberitaan tentang pembantaian rakyat oleh aparat, atas nama pemberantasan terorisme. Tanpa melalui proses peradilan, dan pembelaan di hadapan hakim, mereka dihabisi di sebuah rumah, yang dikelilingi sawah di bilangan Ciputat. Enam nyawa melayang. Terlepas mereka ‘teroris” beneran atau tidak, seperti pada kejadian di berbagai tempat sebelumnya, banyak yang  tidak terbuktikan. Tetapi opini telah tergiring, mereka melakukan perlawanan dengan senjata api, menyimpan bahan peledak yang siap di ledakkan, setiap saat  dan dengan tujuan yangtelah jelas, dan argumen lainnya. Stigmatitasi telah terbentuk. Mediapun seolah mengekor dan tidak melakukan cover both side, dan kemudian mengiyakan saja. Kemudian tidak sedikit yang tambah menyerang dengan membubui dan menambah-nambahi dengan berbagai alasan dan sudut padang, yang seolah-olah ilmiah dan benar. Tapi, lagi-lagi menyudutkan mereka, yang sudah tidak dapat membela diri.  Selanjutnya bisa dipastikan bahwa, tidak ada alsan lagi bagi publik untuk tidak meng-iyakan bahwa mereka adalah “teroris” sungguhan, dan pada giliranya adalah menyudutkan ummat Islam itu sendiri. Terutama bagi mereka yang menggiatkan dirinya dalam menegakkan Syari’ah. Ini pointnya.

Kembali ke soal akhir dan wal tahun. Kondisi seperti ini, kemudian menimbulkan pertentangan antara yang pro dan kontra. Coba lihat di media-media sosial menjelang tahun baru. Twitwar banyak terjadi antara yang pro dan kontra. Dinding-dinding facebook dipenuhi dengan status antara pro dan kontra, yang dilanjutkan dengan tulisan comment yang lebih seru lagi, berderet gayung bersambut, saling silang antara yang setuju dan tidak. Inilah era web 3.0. Yang ditandai dengan digulirkannya technologi semantic web dan kemudian mengedapankan aspek interaksi antar pengguna dan juga dibingkai dalam kemudahan akses, termasuk dengan mobile device. Maka sempurnalah pertarungan didunia maya itu. Karena betapa fasilitas yang ditawarkan itu telah memanjakan penggunanya sekaligus , memicu users untuk saling berinterasti, termasuk dengan saling serang. Continue reading “NASEHAT AWAL TAHUN”