Konsistensi


Update-lah blogmu setiap hari, walau itu hanya berupa cuplikan kata-kata mutiara @jamilazzaini

buku Tweet dari Jamil Azzaini sebagaimana saya kutip di atas, yang di jagad twitterland beliau bisaa dipanggil dengan julukan Kakek, ini cukup menginspirasi saya untuk selalu meluangkan waktu dalam nge-blog. Sementara, Kakek ini, adalah salah satu dari sekian orang yang selalu meng-update blognya setiap hari. Profesinya sebagai trainer dan seorang motivator, juga telah menghasilkan beberapa buku yang best seller, cukup mendukung untuk mengalirkan gagasannya dalam bentuk tulisan, Dan tulisannya yang ringan dan renyah itu baik yang dituangkan di buku maupun blog-nya, memudahkan pembacanya untuk memahami, tidak perlu mengernyitkan dahi atau memeras otak dan keringat untuk mengerti dan memahami apa maksud tulisannya. Meski kadang juga serius, tetapi tetap terasa ringan dan santai, karena kecakapannya dalam memilih diksi dan menyusun kalimat. Sesuatu yang cukup sulit buat saya. Dari isnpirasi itu, saya juga sudah berulang kali berniat untuk istiqomah dalam mengisi blog saya setiap hari, dan gagal maning-gagal maning. Dan  bisa di tebak, lagi-lagi beribu alasan yang bisa dibuat untuk kemudian menyebabkan blog yang sudah ada dibiarkan statis tak terupdate alias tak terurus. Padahal sebagaimana ciri dari web 3.0, blog adalah salah satu media social, dengan ciri bisa memberikan komunikasi dua arah dan bahkan lebih, antara penulis (pemilik blog) dengan pembaca. Continue reading “Konsistensi”

Ulang Tahun di Era Web 2.0


Saya terkejut, ketika tiba-tiba di situs jejaring sosial saya (FB, Tubley, FS) termasuk di SMS dan email, muncul banyak ucapan selamat ulang tahun. Di satu sisi merupakan kebahagiaan tersendiri  ada yang mengingatkan, disisi lain sebenarnya saya jarang atau bila dikatakan tidak pernah atau tepatnya tidak suka ritual ulang tahun itu. Tradisi keluarga saya, memang tidak terlalu mengenal ulang tahun. Praktis, acara ulang tahun itu pertama kali di TK,  dan kemudian pernah saya lakukan ketika di SMP atau SMA, dimana ketika itu, ada teman yang melihat di Buku Induk bahwa hari itu tanggal lahir, dan kemudian rame-rame minta traktir. Setelah itu, ketika di perusahaan diadakan acara-acara semacam yang berlaku kepada seluruh karyawan, sebagai bagian dari penghargaan terhadap karyawan, maka acara ulang tahun berupa kejutan, dimana temen-teman rame-rame ke-ruangan saya sambil membawa kue ulang tahun. Itulah kira-kira, kaitan saya dan ulang tahun. Tetapi, ketika saat ini teknologi berkembang dengan cepat, maka praktis tidak ada yang bisa di rahasiakan (kecuali jika sengaja berbohong), terhadap identitas kita, semuanya  telanjang, dan telah berubah menjadi rahasia publik.  Ternyata salah satu hal yang berpengaruh, terhadap revolusi itu, adalah teknologi Web 2.0, berikut secara ringkas kita bahas tentang teknologi ini.

Web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O’Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004, merujuk pada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web—seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomi—yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna. O’Reilly Media, dengan kolaborasinya bersama MediaLive International, menggunakan istilah ini sebagai judul untuk sejumlah seri konferensi, dan sejak 2004 beberapa pengembang dan pemasar telah mengadopsi ungkapan ini.

Walaupun kelihatannya istilah ini menunjukkan versi baru daripada web, istilah ini tidak mengacu kepada pembaruan kepada spesifikasi teknis World Wide Web, tetapi lebih kepada bagaimana cara si-pengembang sistem di dalam menggunakan platform web. Mengacu pada Tim Oreilly, istilah Web 2.0 didefinisikan sebagai berikut:

Web 2.0 adalah sebuah revolusi bisnis di dalam industri komputer yang terjadi akibat pergerakan ke internet sebagai platform, dan suatu usaha untuk mengerti aturan-aturan agar sukses di platform tersebut.

Techology overview

Web 2.0, secara teknologi  memiliki  kemampuan Client and Server-software, termasuk berupa sindikasi konten dan penggunaan protokol jaringan secara bersama. Berorientasi standar web browser, dapat menggunakan plugin dan software ekstensi untuk menangani konten dan interaksi pengguna. Situs web 2.0 menyediakan pengguna dengan informasi penyimpanan, penciptaan, dan penyebarluasan kemampuan yang tidak mungkin dalam lingkungan yang sekarang dikenal sebagai “Web 1.0”.

Web 2.0, merupakan sebuah website/portal yang  biasanya mencakup beberapa teknik dan fitur berikut. Andrew McAfee menggunakan akronim SLATES (papan tulis) untuk merujuk kepada Web 2.0:

  • Search

Menemukan informasi melalui kata kunci pencarian.

  • Links

Menghubungkan informasi bersama menjadi informasi yang bermakna ekosistem menggunakan model dari Web, dan menyediakan low-barrier social tools.

  • Authoring

Kemampuan untuk membuat dan memperbarui konten yang membuat pekerjaan kolaboratif banyak daripada hanya beberapa penulis web. Di wiki, pengguna dapat memperpanjang, membatalkan dan mengulang satu sama lain bekerja. Dalam blog, posting dan komentar-komentar dari individu-individu membangun dari waktu ke waktu.

  • Tags

Kategorisasi konten oleh pengguna menambahkan satu kata deskripsi untuk memudahkan pencarian, tanpa ketergantungan pada kategori pra-dibuat. Hal ini disebut sebagai “folksonomy”.

  • Extensions

Software yang membuat Web sebuah platform aplikasi serta dokumen server.

  • Signals

Penggunaan teknologi sindikasi seperti RSS untuk memberitahukan pengguna perubahan konten.

Saat ini telah berkembang pula teknologi Web 3.0. Ada beberapa definis, pro-kontra yang menyertainya, akan tetapi ada satu endapat yang mungkin bisa dijadikan rujukan adalah pendapat dari  CNN Money’s : Jessi Hempel, yang berpendapat bahwa Web 3.0 adalah Web 2.0 tapi ditambah dengan model bisnis yang menguntungkan.