ekonomi, Krisis, Kronik, Peradaban

Ketika Uang Menguasai Dunia


istock

Adalah sebuah kebodohan bahwa terjadinya resesi dan depresi ekonomi itu merupakan sesuatu yang natural dan bagian dari siklus ekonomi biasa. Para ekonom sebenarnya sedang membohongi kita, melalui data dan analisis ekonomi, yang seolah tak terbantahkan. Sebab realitasnya adalah semua by design. Kenaikan suku bunga The Fed misalnya, buka hanya sebuah respon terhadap kenaikan inflasi di Amerika. Akan tetapi itu menjadi alasan untuk memanipulasi uang yang beredar, dimana muaranya adalah memastikan semakin banyak kekayaan yang ditransfer dari rakyat ke tangan mereka. Sehingga, peran The Fed dan kehadirannya  merupakan metamorfosis dari perdagangan uang di zaman dulu.

Sehingga tidak banyak yang tahu bahwa gonjang-ganjing bahkan keruntuhan ekonomi suatu negara itu, tak terkecuali Indonesia, selain lemahnya ekonomi sebuah negara itu sendiri, yang disebabkan oleh ketidakmampuan mengelola negara, namun lebih dari itu maka sebenarnya semua sudah di atur dan ada yang mengatur oleh para bandit ekonomi. Setidaknya itu yang dikatakan oleh John Perkins dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man.

Menurut bukunya tersebut, tugas Perkins adalah meyakinkan pemimpin politik dan finansial negara berkembang untuk berutang besar dengan institusi seperti Bank Dunia (World Bank), IMF dan USAID. Setelah tidak bisa membayar, negara tersebut dipaksa tunduk terhadap tekanan politik dari Amerika Serikat mengenai berbagai masalah. Perkins menyatakan bahwa negara-negara berkembang dinetralkan secara politik, lalu jurang antara orang kaya dengan miskin diperlebar, dan ekonomi negara-negara tersebut dirusak untuk jangka panjang. Continue reading “Ketika Uang Menguasai Dunia”

ekonomi, Kronik

Dari Investasi ke Invasi


Respon atas tulisan sebelumnya tentang TKA dan Ancaman Kedaulatan Negara, ternyata mendapat tanggapan yang relatif homogen. Yaitu meng-amini apa yang saya tulis, dan kemudian prihatin atas kenyataan yang ada. Artinya saya tidak sedang menyampaikan fiksi, namun itu fakta yang dilengkapi dengan data. Bahkan ada yang menambahkan informasi yang tidak saya punya. Misal ada foto pemakaian uniform militer negara China, lengkap dengan tanda pangkatnya, seorang petugas security di salah satu perusahaan China. Saya belum sempat mengkomfirmasi kebenarannya. Jikalau demikian maka, justru fakta itu lebih menguatkan tesis awal saya yang saya maksud. Dan hanya dengan sedikit analisa sederhana, meski barangkali terkesan subyektif, malah semakin melengkapi narasi yang sudah ada itu.

Di akhir tulisan saya sebelumnya, sebagaimana menjadi judul tulisan ini, kemudian melahirkan hipotesa baru, bahwa ada kaitan erat antara investasi dan Invasi yang dilakukan negeri tirai bambu itu. Continue reading “Dari Investasi ke Invasi”