Sharing Economy


Meski bukan “barang” baru, namun penggunaan istilah sharing economy (ekonomi berbagi) atau ada yang menyebutnya dengan istilah collaborative economy, masih tergolong baru, apalagi di Indonesia. Istilah itu begitu mengemuka, saat para perusahaan rintisan (start-up) tumbuh subur dan terjadi dot net booming di Silicon Valley, menjelang dan diseputaran tahun 2000-an. Dan kemudian mendapatkan momemtum, pada saat arus disruptive economy, beberapa tahun ini lajunya kian kencang. Dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang disediakan oleh teknologi, maka sharing economy ini, telah menjadi trends saat ini.

Para pengamat dan pelaku usaha serta akademisi dibuat terkejut, saat perusahaan-perusahaan raksasa yang pernah menguasai dunia, seperti Sony, Ericsson, Walkman Nokia, Kodak dan seterusnya rontok, berguguran dan nyaris gulung tikar. Bukan berarti mereka tidak melakukan perubahan. Mereka jelas melakukan perubahan, namun mereka tidak bisa melawan teknologi dan perubahan paradigma bisnis. Dalam bahasa kekiniannya, mereka terdisrupsi oleh kehadiran teknologi baru. Continue reading

Advertisements

31 Fakta Start Up


hightechAdalah John L. Nesheim, dalam bukunya High Tech Start Up The Complete Handbook for Creating Successful New High Tech Company, dalam sebuah risetnya di Amerika, menemukan fakta tentang tipikal start up dalam teknologi tinggi. Saya mendapatkan buku ini, di Kinokuniya Book Store di KLCC – Malaysia,sekitar 4 tahun yang lalu. Ketertarikan saya atas buku ini, karena buku ini berisi informasi yang komplit berkenaan dengan hight-tech start up. Disamping itu,  di sampul depannya tertulis revised and updated, artinya buku ini telah mengalami revisi dan perbaikan atas kritikan dan komentar banyak orang dan bisa jadi mendapat masukan dari berbagai pihak. Terlebih lagi, buku ini juga merupakan International Bestseller. Tentu, buku ini memiliki kelas tersendiri. Bukan asal-asalan. Dalam buku ini, penelitian yang dilakukan oleh Nesheim meliputi start up di bidang teknologi dari perusahaan semi konduktor sampai dengan perusahaan berbasis internet.

Fokus dari riset Nesheim ini, mengkaitkan antara start up dan bagaimana pengaruh pembiayaan yang diperolehnya. Nesheim merupakan veteran dari Silicon Valley, dimana dia pernah bekerja di beberapa perusahaan disitu. Sejak tahun 1976, dia fokus melakukan riset pada high-tech start up. Selain itu Nesheim juga mengajar entrepreneurship di Cornell University dan beberapa Universitas lainnya di Asia dan Eropa. Tulisan ini bukan merupakan resensi dari Buku Nesheim, akan tetapi Continue reading