Motivasi Awal Tahun


Ada sebuah dorongan berupa semangat baru, setiap memasuki awal tahun. Meski tidak ada tuntunannya, tetapi ini menjadi semacam ritual tahunan. Biasanya didahului dengan dirumuskannya resolusi. Suatu pernyataan tekad, yang berusaha memperbaiki diri dari kesalahan dan kekurangan tahun sebelumnya, serta pencapaian yang ingin di raih di tahun ini.

Dan sebelum membuat resolusi, tentunya terlebih dahulu  telah dirumuskan visi hidup. Sebagai gambaran apa yang akan dicapai dalam jangka waktu tertentu. Permasalahannya adalah ternyata  tidak dan/atau belum merumuskan visi hidup. Jika kita sebagai manusia, dan terlebih mengaku muslim apalagi beriman, terus hidup tanpa visi, ibarat kita mau pergi, Continue reading “Motivasi Awal Tahun”

Advertisements

Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Bangsa Indonesia (ICT4INA)


Pernyataan Bersama Asosiasi dan Penggerak TIK Nasional:

Usulan Komitmen terhadap Roadmap TIK dan Kriteria Menteri TIK sebagai usaha membangun Kemandirian Bangsa

3. Foto bersama Tim Pembahasan Roadmap TIK Nasional & Kriteria Menteri TIKMIFTA (Muslim Information Technology Association) bersama bersama beberapa asosiasi dan penggerak TIK Nasional yaitu APKOMINDO, APTIKOM, ASPILUKI, AOSI, FTII, IKTII, MASTEL, MIKTI, dan lain-lain telah bersepakat untuk membuat pernyataan bersama mengenai Usulan Komitmen terhadap Roadmap TIK dan Kriteria Menteri TIK sebagai usaha membangun Kemandirian Bangsa. Dengan pernyataan bersama ini, asosiasi dan penggerak IT di Indonesia akan membantu memberikan arahan pada pemerintah terpilih berikutnya untuk dapat memberikan keberpihakan lebih baik kepada Implementasi TIK maupun kepada pengembangan Industri TIK di tanah air.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi dibuatnya pernyataan bersama ini, yang utama adalah bahwa bidang TIK merupakan alat strategis dalam meningkatkan daya saing bangsa. Potensi SDM indonesia yang besar merupakan modal dasar untuk membangun kekuatan TIK nasional, sudah saatnya Indonesia dipandang terhormat oleh bangsa lain melalui bidang TIK. Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan sangat memerlukan TIK yang andal serta terencana baik. Disamping itu, Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar, merupakan pasar TIK yang besar pula. Oleh karenanya, kami memandang kriteria pemilihan Menteri TIK yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan zamanya, akan menjadi faktor dalam mempercepat pencapaian solusi TIK Nasional. Continue reading “Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Bangsa Indonesia (ICT4INA)”

Waze-pun jatuh ke pangkuan Google


wazeAwal pekan lalu, Google Inc, mengumumkan akuisisi resmi Waze. Melalui Wakil Presiden Google Geo, Brian Mc Clendon, di blog nya kemarin, secara resmi proses akuisisinya itu di umumkan. Waze, adalah jejaring sosial berbasiskan peta, yang merupakan solusi pintar menghindari untuk menghindari kemacetan. Konon, Google setelah membeli Waze  akan mengintegrasikan dengan Google Maps, dan ternyata memberikan kesempatan untuk pengembangan produknya tetap berada di negara penjajah, Israel itu.

Nilai akuisisi Waze disebutkan sebesar US$ 1,3 Miliar, atas jejaring sosial bikinan negeri zionis ini. Dengan nilai 1 dollar US yang sekarang terus bergerak  ke arah Rp.10.000,- maka akan didapatkan dana senilai 13 Trilyun rupiah. Sebuah angka yang cukup fantastis, mengingat Waze Mobile Inc. didirikan pada tahun 2008 silam. Jadi hanya dalam waktu 5 (lima) tahun, bisa mencapai nilai sebesar itu.  Pencetus aplikasi ini adalah Uri Levine, Ehud Shabtai, dan Amir Shinar. Hingga akhir 2011, Waze hanya memiliki karyawan sebanyak 80 orang. Sebanyak 70 orang karyawan berkantor di Israel dan sisanya di Palo Alto, California, AS.

Saat ini users Waze terus bergerak mendekati angka 50 juta Continue reading “Waze-pun jatuh ke pangkuan Google”

#10…..Membangun R & D, Kenapa Tidak?


Di perusahaan kami, meskipun saat ini masih sangat kecil, kami sedang mengupayakan berjalannya sebuah devisi Research and Developmen (R&D). Meskipun selama kegiatan R&D sudah berjalan, akan tetapi masih belum memiliki dan mengikuti standard dan prosedur yang baik. Berjalan apa adanya. Belum ada team yang khusus di tempatkan disitu, sedemikian pula halnya, perusahaan juga belum cukup mengalokasikan budget untuk R&D. Dan dengan tanpa adanya alokasi dana dan resources yang cukup untuk R&D tersebut, kami sudah menghasilkan 2 (dua) produk, yang sudah terjual dipasar. Tetapi saya masih belum puas, jika dia tidak dikelola melalui proses R&D yang benar.

Sebagai perusahaan yang berbasis teknologi, kehadiran divisi R&D adalah merupakan sebuah keharusan. Sebab, R&D merupakan nyawa, yang akan menjaga hidup matinya sebuah perusahaan teknologi. Apalagi jika ia, ingin ungul dalam persaingan bisnis. Perusahaan teknologi yang memenangkan pertarungan, adalah mereka yang berani mengalokasikan dananya untuk kepentingan R&D ini. Biasanya mereka mengalokasikan budget untuk kepentingan R&D ini minimal di angka 3,5% dari total revenue. Continue reading “#10…..Membangun R & D, Kenapa Tidak?”