Islam, Leadership, Peradaban

Pemimpin Itu Melayani


Krisis kepemimpinan, kini terjadi dimana-mana. Ukuranya sederhana. Siapapun yang saat ini disebut pemimpin, dalam berbagai tingkatan dan level, rata-rata sibuk mengkapitalisasi dirinya dan kelompoknya untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompoknya lebih banyak dan banyak lagi. Tidak tanggung-tanggung, bisa dilakuan dengan berbagai daya dan upaya. Seolah mengamini dalil Lord Acton yang masyhur itu,”Power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely”. Dimana, korupsi dalam perspektif Acton tidak hanya menyangkut dengan uang saja, tetapi juga terkait dengan kebijakan, politik, sosial, budaya dan lain sebagainya. Sehingga “wajar” jika semakin sesorang mendapat kekuasaan semakin menggila dan gelap mata. Akibatnya enggan melepas kekuasannya itu. Dampaknya terus melakuan mobilisasi dan menjalin aliansi dengan berbagai pihak, agar kekuasaannya semakin kuat, langgeng dan tidak jatuh.  Seolah merekalah merupakan pengatur segalanya, orang lain (rakyat) dianggap buta, tidak tahu apa-apa.

Lebih parah lagi jika kemudian ada yang memanfaatkan kepemimpinan dan kekuasaan itu. Biasanya dilakukan oleh orang-orang disekitarnya dan kelompok-kelompok yang memiliki kepetingan. Mereka seringkali menjadi penyokong yang tidak waras. Sebab mereka juga takut kehilangan bagian dari “kue” kekuasaan yang telah dinimati atau yang dijanjikan. Maka berbagai upaya pembelaan dan penjerumusanpun dilakukan. Menjilat. Asal bapak senang (ABS) dan istilah serta perilaku sejenis lainnya. Akibatnya, pemimpinnya mati kutu, sebab semakin mendapat pembenaran, bukan kebenaran.

Apalagi jika seorang pemimpin tidak cukup memiliki ilmu, kapasitas, integitas dan kecakapan yang memadai dalam memimpin. Maka dia akan larut dan diombang-ambingkan oleh situasi, kondisi dan keadaan. Sebab ada virus yang dihembuskan, bahwa memimpin itu artinya menguasai Continue reading “Pemimpin Itu Melayani”

Islam, Peradaban

Teknokrasi : Tantangan Masa Depan Dakwah Islam


https://worldofweirdthings.com/2013/04/01/in-defense-of-some-technocracy

Adalah Dr. Kuntowijoyo (alm), beberapa tahun lalu menyampaikan akan lahirnya teknokratis, jika perkembangan teknologi terus melaju. Dalam bukunya Selamat Tinggal Mitos Selamat Datang Realitas [Kuntowijoyo : 2019] Kita sungguh-sungguh khawatir bahwa kemajuan teknologi akan menyebabkan timbulnya kesadaran teknokratis. Kesadaran teknokratis itu akan menyusutkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, semuanya hanya dipandang dari sudut teknis, manusia hanya akan menjadi satu dimensi, (one dimensional man). Sebuah kecemasan yang “menghantui”  dan cukup berasalan, karena senyatanya teknologi terus berkembang dengan cepat, bahkan hingga sampai banyak tergantinya pernan manusia oleh mesin (robot). Sehingga, apa yang disampaikan oleh pak Kunto itu, senyatanya masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Disaat beberapa tahun belakangan ini, sebagian besar kaum cendekia, bahkan juga masyarakat awan, disibukkan dengan terma revolusi industri 4.0, ataupun society 5.0 itu. Continue reading “Teknokrasi : Tantangan Masa Depan Dakwah Islam”

ekonomi, entrepreneur, technopreneur, Entrepreneurship

Mari Beli Produk Teman


Saat ini pandemi masih belum jelas kapan berakhirnya. Setiap hari kita mendapatkan informasi bahwa jumlah yang positif COVID-19 terus meningkat. Meski fluktuatif, tetapi masih di atas 1.000 orang perhari. Bahkan episentrum berpindah, dari Jakarta ke Jawa Timur. Disinyalir saat ini malah telah terjadi gelombang kedua. Ini pasti mempengaruhi segala aspek kehidupan. Kita fokus di aspek ekonomi dulu. Pengangguran terjadi dimana-mana. Dampaknya, jelas terasa. Multiplier effect-nya,melebar kemana-mana.

Beban hidup yang terus meningkat, Continue reading “Mari Beli Produk Teman”

Kronik, Peradaban

Motivasi Awal Tahun


Ada sebuah dorongan berupa semangat baru, setiap memasuki awal tahun. Meski tidak ada tuntunannya, tetapi ini menjadi semacam ritual tahunan. Biasanya didahului dengan dirumuskannya resolusi. Suatu pernyataan tekad, yang berusaha memperbaiki diri dari kesalahan dan kekurangan tahun sebelumnya, serta pencapaian yang ingin di raih di tahun ini.

Dan sebelum membuat resolusi, tentunya terlebih dahulu  telah dirumuskan visi hidup. Sebagai gambaran apa yang akan dicapai dalam jangka waktu tertentu. Permasalahannya adalah ternyata  tidak dan/atau belum merumuskan visi hidup. Jika kita sebagai manusia, dan terlebih mengaku muslim apalagi beriman, terus hidup tanpa visi, ibarat kita mau pergi, Continue reading “Motivasi Awal Tahun”

IT

Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Bangsa Indonesia (ICT4INA)


Pernyataan Bersama Asosiasi dan Penggerak TIK Nasional:

Usulan Komitmen terhadap Roadmap TIK dan Kriteria Menteri TIK sebagai usaha membangun Kemandirian Bangsa

3. Foto bersama Tim Pembahasan Roadmap TIK Nasional & Kriteria Menteri TIKMIFTA (Muslim Information Technology Association) bersama bersama beberapa asosiasi dan penggerak TIK Nasional yaitu APKOMINDO, APTIKOM, ASPILUKI, AOSI, FTII, IKTII, MASTEL, MIKTI, dan lain-lain telah bersepakat untuk membuat pernyataan bersama mengenai Usulan Komitmen terhadap Roadmap TIK dan Kriteria Menteri TIK sebagai usaha membangun Kemandirian Bangsa. Dengan pernyataan bersama ini, asosiasi dan penggerak IT di Indonesia akan membantu memberikan arahan pada pemerintah terpilih berikutnya untuk dapat memberikan keberpihakan lebih baik kepada Implementasi TIK maupun kepada pengembangan Industri TIK di tanah air.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi dibuatnya pernyataan bersama ini, yang utama adalah bahwa bidang TIK merupakan alat strategis dalam meningkatkan daya saing bangsa. Potensi SDM indonesia yang besar merupakan modal dasar untuk membangun kekuatan TIK nasional, sudah saatnya Indonesia dipandang terhormat oleh bangsa lain melalui bidang TIK. Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan sangat memerlukan TIK yang andal serta terencana baik. Disamping itu, Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar, merupakan pasar TIK yang besar pula. Oleh karenanya, kami memandang kriteria pemilihan Menteri TIK yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan zamanya, akan menjadi faktor dalam mempercepat pencapaian solusi TIK Nasional. Continue reading “Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Bangsa Indonesia (ICT4INA)”