Narasi Besar


Tidak ada pemimpin besar dunia, yang tidak membersamai dirinya dengan narasi besar. Sebut saja nama mereka yang dalam catatan sejarah sebagai orang besar, pasti membersamainya adalah narasi besar. Baik tertulis, ucapan yang disampaikan, dan torehan sejarah yang dilakukan. Sebab dari situ, seseorang bisa dinilai dan diketahui visinya. Bahkan bisa di tebak apa bacaannya, apa isi kepalanya, dengan siapa bergaul dan lain sebagainya.

Tidak ada pemimpin besar, yang dalam perjalanan hidupnya yang tidak akrab dengan ilmu. Jika ternyata kita jumpai model pemimpin yang tidak akrab dengan ilmu, maka bisa dipastikan mereka pemimpin KW, pemimpin palsu, bahkan bisa jadi sekedar pemimpin boneka. Dia menjadi pemimpin karena ditugaskan dan seterusnya. Dan demokrasi, memfasilitasi hadirnya model tanpa narasi. Tetapi dibesarkan oleh media, dan juga hasil pencitraan. Continue reading “Narasi Besar”

Advertisements

Mas Haydar Khitan


Jatiasih-20121224-00034Pada awalnya santai. Tata ruangnya disusun minimalis, apik dan rapi. Didindingnya tertempel foto tokoh dan juga selebritis yang pernah datang ke situ. Dindingnya di cat dengan warna kontras, menjadikan ruangan itu membawa kesan meriah. Diruangan itu, tersedia berbagai macam mainan anak-anak. Mulai dari lego, puzzle, mobil-mobilan, robot-robotan, sampai dengan gadget tersedia di ruang situ. Pengunjung dan pengantar bebas menggunakan peralatan itu. Suasananya sangat enak,  mesti sedikit hiruk pikuk. Petugas yang menjaga disitu sangat ramah. Membuat anak-anak menjadi betah. Mungkin karena musim liburan sekolah. Jadi banyak yang kemudian memanfaatkannya untuk datang kesitu. Rata-rata datang berombongan, minimal 1 keluarga.  Sehinggan mengakibatkan diluar, mobil dan motor penuh sesak menjejali parkiran. Eh jangan salah sangka ini bukan taman bermain anak-anak, akan tetapi itulah gambaran singkat dari ruang tunggu rumah sunatan (www.rumahsunatan.com).

Hari Senin Kemarin 24/12/2012, Anak ke-4 saya Haydar al-Ghifari, menjadi salah satu bagian dari orang yang hadir di situ. Saya daftarkan duluan jam 09.00, saat itu pasien sudah ramai, dan dapat antrian nomer-43. Sementara antrian sudah dimulai pukul 08.00 pagi. Saya diminta Continue reading “Mas Haydar Khitan”