Start Up Leadership


Bisnis rintisan (start up) selalu menarik untuk dikaji. Banyak hal yang bisa dipelajari, kemudian dapat di jadikan benchmark, dan diimplementasikan dalam bisnis rintisan kita. Kali ini, kita akan membahas tentang leadership. Yaitu berkenaan dengan kepemimpinan dalam bisnis rintisan. Sebenarnya, ini ini juga bagian dari diskusi di WAG sebelumnya. Mungkin anda bertanya, bagaimana sebuah bisnis rintisan memerlukan kepemimpinan. Padahal baru sedikit karyawan yang terlibat, bahkan bisa jadi cuman dirinya sendiri. Lalu apa gunanya kepemimpinan? Bukankah yang lebih penting survive dulu? Dan segudang pertanyaan lainnya.

Tulisan ini memang tidak akan menjawab pertanyaan itu semua. Namun, sebagaimana dalam tulisan sebelumnya, seringkali kacau balaunya tim startup dan kemudian terjadi pecah kongsi, bukan sekedar dari hilangnya kepercayaan, kecurangan, ketidakjujuran, ketidaksamaan visi dan sebagainya. Namun ternyata juga disebabkan oleh lemahnya leadership. Dengan demikian maka, Continue reading

Advertisements

Tantangan Start Up


Di salah satu WAG, kami berdiskusi tentang bagaimana mempertahankan dan mengembangkan bisnis rintisan (start up).

Ternyata ada 1001 sebab yang membersamai Start Up, sehingga banyak yang bertumbangan di tengah jalan. Alih-alih tumbuh, berkembang dan membesar. Banyak kemudian terjadi pecah kongsi. Semangat bakar kapal yang menjadi motivasi awal untuk membangun bisnis, ternyata diikuti dengan membakar kapal dan vehicle yang sedang di bangun. Hal ini dipicu oleh sebuah pertanyaan, mengapa rata-rata Start Up tidak tahan lama, dan salah satunya adalah perpecahan dalam manajemen? Continue reading

Berkah Perpecahan


Ini bukan sebuah judul sinetron ataupun nyanyian yang lebay itu. Akan tetapi sebuah fakta, tentang bagaimana sebuah group, kelompok maupun perusahaan (saya) dalam menghadapi pecah kongsi. Tulisan ini di picu, setelah menonton acara buaya show di salah satu TV, sepulang kerja semalam. Saya tidak tahu judulnya apa, akan tetapi yang jelas ada 4 bintang tamu yang di hadirkan disitu : Dicky Candra, Pinkan, satu lagi lupa dan Jamrud. Kemudian satu-satu mereka di tanya mengapa memutuskan untuk meninggalkan partnernya, ketika itu. Dicky menjawab, bahwa sudah tidak ada kesamaan Visi, sehingga dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari Wakil Bupati Garut. Hal senada juga disampaikan oleh Pinkan dan bintang tamu satunya, bahwa partnernya sudah tidak bisa kerja bareng. Akan tetapi Krisyanto Vokalis Jamrud punya kisah lain. Ketika keluar dari jamrud, justru ketika group itu naik daun, dan hanya mengirim SMS ke Aziz gitaris Jamrud. Bukan karena ada masalah, tetapi karena si Kris merasa jenuh dan bukan karena ada friksi. Tetapi titik kesamaan dari kesemuanya bukan terletak pada uang. Jika ketiga orang yang saya sebut berurutan itu tidak kembali lagi ke partnernya, kemudian memilih melakoni kariernya sendiri atau mencari partner lain, lain lagi dengan Krisyanto, dia balik lagi ke Jamrud dan ingin membesarkan lagi groupnya.

Saya-pun punya pengalaman pecah kongsi dalam membangun bisnis. Bahkan kondisi perpecahan ketika itu luar biasa berat. Selain perbedaan visi, juga ada juga kaitannya dengan masalah finansial. Padahal ketika itu kami sudah ber-kongsi selama 7 tahun. Saya menanggung beban hutang yang cukup besar, bahkan untuk membayangkanyapun bagaimana untuk melunasinya tak terbayang. Belum lagi adanya fitnah disana-sini, yang berpotensi menyeret ke ranah hukum. Dalam kondisi yang terpuruk seperti itu, bukannya uluran tangan bagaimana mengentaskan keterpurukan tetapi malah ย banyak ย pula cibiran dan psimisme dari beberapa orang yang kenal dengan saya dan partner saya. Dari semua itu dapat disimpulnya bahwa perusahaan akan habis dalam waktu yang tidak terlalu lama. Lebih dari 2 tahun, saya mengalami tekanan yang begitu hebat. Akan tetapi dengan parter baru, kami pelan-pelan menyamalkan persesi dan visi. Yang secara gradual telah membentuk semacam DNA di perusahaan. Disisi lain saya yakin kontribusi do’a yang senantiasa di panjatkan di tengah malam juga memiliki andil dalam mengentaskan permalasahan kami itu.

Sampai akhirnya ย saat ini, satu demi satu masalah terselesaikan dengan cara yang elegan. Bahkan kini perusahaan sedang mengalami pertumbuhan yang cukup significant. Lalu apa makna perpecahan? Jawabnya sederhana, jika perpecahan dimaknai sebagai akhir dari sebuah proses maka, kita akan terperangkap dalam persepsi itu, dan akibatnya kita akan jauh lebih terpuruk. Jika perpecahan dimaknai sebagai bagian dari proses, maka saya yakin kita akan selalu berusaha mencari jalan keluar yang terbaik. Jadi tergantung persepsi Anda. Meski tidak mau lagi pecah kongsi, dan saya yakin kami dalam kondisi yang solid, tetapi saya yakin pada titik tertentu, dalam bisnis bisa jadi perpecahan itu membawa berkah ๐Ÿ™‚