ekonomi, Peradaban, wakaf

Waqf Economic dan Kebangkitan Ekonomi Umat


Sore hari kemarin, Rabu 1/6/2022 saya kedatangan tamu istimewa. Rombongan dari Bank Waqf International, sebuah lembaga wakaf internasional yang berpusat di Malaysia, dengan jaringan tersebar diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Dato’ Abu Ubaidah, sebagai presiden BWI datang ke rumah, didampini oleh perwakilan BWI Indonesia. Secara fisik memang sudah lama saya tidak ketemu beliau. Tepatnya sejak pandemi menyerang tahun 2020 lalu. Namun komunikasi via online tetap jalan terus. Kemarin itu,benar-benar melepas rindu.

Secara kelembagaan Bank Waqf International memiliki visi menjadi lembaga pengelola dan pengembangan wakaf yang mengelola secara profesional, terpercaya dan mampu menciptakan sinergi pemerataan ekonomi di masyarakat. Sedangkan misinya adalah tercapainya pemberdayaan ekonomi rakyat sekaligus mengurangi kemiskinan dan menciptakan pemerataan ekonomi di berbagai sektor, terutama pada usaha kecil dan menengah. Continue reading “Waqf Economic dan Kebangkitan Ekonomi Umat”

Advertisement
Entrepreneurship

Blockchain Untuk Pendidikan


Diskursus tentang blockchain, saat ini mewarnai perbincangan di beberapa kelompok diskusi. Sebagai sebuah teknologi “baru”, tentu tidak semua faham, terlebih dia terus berkembang, terutama trekait dengan pemanfaatannya. Dan dari diskusi itu, biasanya selalu menghadirkan pembicaraan yang menarik. Ada perdebatan, ada titik temu, ada peluang dan seterusnya. Tentu hal ini selanjutnya akan menjadi tantangan, baik bagi para pegiat teknologi, maupun penerima manfaat dari teknologi tersebut. Berawal dari diskusi di salah satu WAG, terkait isu yang saya lontarkan, berkenaan dengan pemanfaatan blockchain untuk pendidikan. Berbagai pertanyaan gayung-bersambut, pro-kontra, mewarnai percakapan disitu. Lalu seperti biasa, pembahasannya sempat melebar kemana-mana. Namun jika dikerucutkan, paling tidak ada 4 (empat) hal yang mengemuka, dalam diskusi tersebut. Pertama, Bagaimana Implementasi blockchain di sektor pendidikan, seperti apa sih? Masih belum kebayang. Kedua, blockchain kok di pendidikan, entar di PT nggak pake rektor, di sekolah nggak ada kepala sekolah, termasuk dosen, guru dan jajaran nya? Ketiga, bagaimana blockchain berhadapan dengan regulasi pendidikan yang bejibun dan sering berubah-ubah itu?. Keempat, siapa dan dimana lembaga/negara yang sudah sukses mengimplementasikan blockchain ini, sehingga bisa dipakai benchmarking di Indonesia?

Tentu diskusi di WAG tersebut, sebenarnya lebih seru dari sekedar empat pertanyaan yang ada di atas. Tetapi dari situ menemukan kalimat yang menarik, bahwa jangan latah sedikit-sedikit blockchain, karena dia bukan aspirin sebagai obat mujarab bagi semua kebutuhan teknologi, saat ini dan masa depan. Continue reading “Blockchain Untuk Pendidikan”