Entrepreneurship, Peradaban

Berjama’ah dalam Ekonomi


Dalam berbagai tulisan yang saya buat di blog ini, selalu menampilkan banyak data dan fakta bahwa, umat islam setidaknya hingga saat ini tertinggal jauh di bidang ekonomi. Tidak hanya di sini, di negara ini, tetapi merata diseluruh dunia. Pendeknya dunia islam, kalah di sektor ekonomi. Hanya sedikit negara-negara muslim, yang secara ekonomi tidak tertinggal, dan malah unggul. Berbagai analisis, telah di tulis dan diaeminarkan oleh para ulama, akademisi, pakar dan cerdik cendekia. Bermacam rekomendasi, bahkan rencana tindak lanjut, telah dihasilkan. Proceedings, karya ilmiah telah banyak dimuat dan diterbitkan di berbagai jurnal. Namun faktanya, masih saja ketertinggalan itu terjadi, jika tidak bisa dikatakan lebih parah.

Jika memiliki data 100 orang terkaya Indonesia, yang dirilis oleh berbagai media, menempatkan ada sekitar 10 orang, alias sepuluh persen dari daftar orang terkaya tersebut yang muslim. Dan kebanyakan korporasi individu. Sehingga  justru semakin menegaskan bahwa, tidak ada kesadaran kolektif untuk kaya. Padahal mayoritas bangsa ini adalah muslim. Azas keadilan masih belum berlaku. Benar bahwa secara individu, sepuluh orang yangtersebut, belum bisa dikatakan mewakili umat Islam. Sebab ternyata secara mayoritas justru sebaliknya.  Continue reading “Berjama’ah dalam Ekonomi”

Islam

#11… Umrah, Sebuah Perjalanan Ruhiyah


Alhamdulillah, tanggal 20 – 28 Mei 2012 kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mendatangi tanah haram, bersama istri dan rombongan untuk menjalankan ibadah Umrah. Sebuah perjalanan dan pengalaman ruhani yang cukup memberikan nutrisi bagi ruhiyah.Nutrisi yang sesungguhnya juga dibutuhkan oleh tubuh,  agar sebanding dengan santapan jasmani yang selama ini telah rutin dikonsumsi, secara cukup. Bahkan telah  memenuhi empat sehat lima sempurna. Meskipun hanya mengenakan dua lembar kain tanpa jahitan, yang dinamakan ihram itu.

Ibadah Umroh, sebagaimana di awal tulisan ini di atas, merupakan santapan ruhani, akan tetapi dalam prosesi ibadahnya, sesungguhnya, banyak hal-hal yang menarik, yang sejatinya tidak berkaitan langsung dengan pemenuhan konsumsi ruhiyah, sebagai akibat langsung dari proses/ritual ibadah. Akan tetapi percikan ruhani itu, di dapat dari proses membaca alam, melihat tanda-tanda, dan lain sebagainya, selama di Jazirah Arab. Dan ini menjadi ibrah/pelajaran yang berharga. Bisa saja kita menemui hal-hal yang dalam keseharian sesuatu yang dipandang secara sederhana dan biasa saja, akan tetapi ketika kita berada dalam puncak ruhani yang full charge, memberikan makna yang berbeda. Pendek kata, setiap kejadian menjadi memiliki nilai tersendiri, dan ini merupakan kenikmatan ruhani tiada tara.

Seringkali, ketika saya berada di suatu tempat, baik selama di Mekkah, Madinah maupun tempat-tempat lain, tanpa saya sadari, imajinasi langsung melayang kemasa lampau, Continue reading “#11… Umrah, Sebuah Perjalanan Ruhiyah”