Zakat Berbasis Blockchain


Sebagai sebuah teknologi, blockchain masih tergolong baru. Sekitar tahun 2009, teknologi ini mulai dikenal. Dan sebagaimana watak teknologi, dia terus berkembang, mengikuti dinamika peradaban. Sebagai sebuah tools, sebenarnya blockchain ini, tidak berbeda dengan teknologi lainnya. Tergantung siapa dan bagaimana cara penggunaanya. Bahkan, dalam sebuah diskusi, sesungguhnya blockchain ini sebuah teknologi yang syar’i. Dimana, dia menyediakan sebuah sistem yang memungkinkan setiap orang dengan syarat tertentu, bisa memverifikasi atas apa yang dilakukannya. Persis, bagaimana ketatnya standar sanad dalam ilmu hadits. Dengan teknologi bawaan blockchain yang terdistribusi, sehingga memungkinkan banyak pihak sebagai verifikator, atas yang dilakukan oleh orang lain. Semua tercatat dalam ledger (buku besar), sehingga praktis, apa yang tercatat di ledger tersebut juga diketahui, dilihat, disimpan dan selanjutnya di verifikasi oleh pihak lainnya. Dengan demikian maka, blockchain merupakan teknologi yang mengajarkan kejujuran, sebab semua informasi tercatat dan tersebar ke berbagai pihak. Sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak menguasai teknologi blockchain ini, sebagai sebuah teknologi masa depan.

Pertanyaannya kemudian adalah, mengapa umat Islam seringkali tertinggal dalam hal teknologi? Termasuk berkenaan dengan blockchain tersebut. Continue reading “Zakat Berbasis Blockchain”

Advertisements

HARUSKAH FOKUS DALAM BISNIS?


focusDalam banyak buku tentang kewirausahaan dan juga beberapa seminar  dan pelatihan tentang entrepreneurship, banyak penulis dan pembicara seringkali menekankan agar fokus dalam memulai bisnis. Kemudian untuk memberikan justifikasi atas pendapatnya itu, maka di ambillah contoh kisah sukses, mereka yang fokus dalam bisnis. Digambarkanyalah, sejak awal merintis telah fokus dalam satu hal, meski badai menghadang dia tetap tegar, dan akhirnya bias meraih puncak kejayaan. Pun demikian, di beberkanlah fakta, kisah gagal nan tragis, bagi pengusaha yang tidak fokus dalam bisnisnya.  Mereka yang zig-zag dalam menjalankan bisnisnya, maka akibatnya akan gulung tikar dan kemudian terpuruk di dasar jurang kebangkrutan.

Dari cara berfikir di atas, tanpa kita sadari atau tepatnya alam bawah sadar kita sebagai pembaca dan juga audien dalam seminar atau pelatihan itu, akhirnya terpojok dan kemudian tergiring dalam konstruksi pemikian yang di bangun oleh penulis dan pembicara itu. Kita seolah-olah tidak bisa menghelak atas pendapat itu, karena mereka memberikan data empiris, yang seakan-akan pendapat itu tidak terbantahkan. Continue reading “HARUSKAH FOKUS DALAM BISNIS?”