On Time



Salah satu habits yang kemudian menjadi brand orang Indonesia adalah jam karet. Artinya, jika berjanji, gampang sekali tidak tepat waktu, sehingga “molor” seperti karet. Dan biasanya sangat mudah mencari alasan atas keterlambatannya itu. Bahkan seringkali menjadi permakluman dan pembenaran, jika tepat waktu. Trade merk yang tidak baik ini, dengan terpaksa kita telan. Sesuatu yang sebenarnya cukup menjengkelkan dan menyebalkan. Tetapi begitulah keseharian yang kita jumpai. Kita seringkali menjumpai, jika janji jam 08.00, maka, biasa datang jam 08.30,atau jam 09.00, bahkan bisa lebih. Dan ini dianggap biasa saja.

Pernah suatu saat, beberapa tahun lalu saya ada appointment dengan seorang Entrepreneur. Dan bersebab macet, akhirnya saya terlambat, lebih dari satu jam. Saat ketemu saya minta maaf dan seperti biasa, dengan alasan klise, saya menyampaikan bahwa keterlambatan karena jalan macet parah. Namun, jawabnya enteng. Continue reading

Advertisements

Tantangan Start Up


Di salah satu WAG, kami berdiskusi tentang bagaimana mempertahankan dan mengembangkan bisnis rintisan (start up).

Ternyata ada 1001 sebab yang membersamai Start Up, sehingga banyak yang bertumbangan di tengah jalan. Alih-alih tumbuh, berkembang dan membesar. Banyak kemudian terjadi pecah kongsi. Semangat bakar kapal yang menjadi motivasi awal untuk membangun bisnis, ternyata diikuti dengan membakar kapal dan vehicle yang sedang di bangun. Hal ini dipicu oleh sebuah pertanyaan, mengapa rata-rata Start Up tidak tahan lama, dan salah satunya adalah perpecahan dalam manajemen? Continue reading