Kebangkitan Ritel Muslim


Bukan sebuah isapan jempol, bahwa kini eranya kebangkitan ritel muslim. Diberbagai media, terutama medsos, beberapa bulan terakhir ini. Kita bisa dapatkan informasi adanya Grand Opening ritel Muslim, hampir setiap hari. Di WAG sering tersebar info pembukaan KS212Mart, KitaMart, SakinahMart, SuryaMart, Basmalah, Shodaqo dan lain sebagainya. Disisi lain, dari pengamatan, di beberapa lokasi, ternyata ritel modern yang selama ini menjadi market leader dan memegang sebagian besar market share, di bisnis ritel modern, banyak yang mulai tutup gerainya. Bahkan tahun lalu 7-eleven, menutup seluruh gerainya. Dan dari yang tutup itu, tidak sedikit yang kemudian dikonversi menjadi ritel muslim, atau jika tidak alih fungsi, bahkan jadi bangunan yang terbengkalai. Ternyata ditutupnya beberapa ritel mainstream itu, dan bangkitnya ritel muslim, sepi dari pemberitaan. Atau bisa jadi sengaja disembunyikan. Continue reading

Advertisements

Berjama’ah dalam Ekonomi


Dalam berbagai tulisan yang saya buat di blog ini, selalu menampilkan banyak data dan fakta bahwa, umat islam setidaknya hingga saat ini tertinggal jauh di bidang ekonomi. Tidak hanya di sini, di negara ini, tetapi merata diseluruh dunia. Pendeknya dunia islam, kalah di sektor ekonomi. Hanya sedikit negara-negara muslim, yang secara ekonomi tidak tertinggal, dan malah unggul. Berbagai analisis, telah di tulis dan diaeminarkan oleh para ulama, akademisi, pakar dan cerdik cendekia. Bermacam rekomendasi, bahkan rencana tindak lanjut, telah dihasilkan. Proceedings, karya ilmiah telah banyak dimuat dan diterbitkan di berbagai jurnal. Namun faktanya, masih saja ketertinggalan itu terjadi, jika tidak bisa dikatakan lebih parah.

Jika memiliki data 100 orang terkaya Indonesia, yang dirilis oleh berbagai media, menempatkan ada sekitar 10 orang, alias sepuluh persen dari daftar orang terkaya tersebut yang muslim. Dan kebanyakan korporasi individu. Sehingga  justru semakin menegaskan bahwa, tidak ada kesadaran kolektif untuk kaya. Padahal mayoritas bangsa ini adalah muslim. Azas keadilan masih belum berlaku. Benar bahwa secara individu, sepuluh orang yangtersebut, belum bisa dikatakan mewakili umat Islam. Sebab ternyata secara mayoritas justru sebaliknya.  Continue reading

Menjawab Tantangan Riil Ekonomi Umat


Setiap akhir tahun dan menjelang awal tahun, selalu membawa semangat dan tantangan tersendiri. Evaluasi dan optimisme, selalu mewarnai dinamika hidup yang terus dinamis.  Demikian juga halnya berkenaan dengan Ekonomi Umat. Yang pasti, hingga saat ini, secara statistik umat Islam masih mengalami ketertinggalan di bidang ekonomi ini. Hal tersebut hampir terjadi disemua sektor. Bahkan, dalam sebuah kesempatan, Pak Chairul Tanjung, Chairman CT Corp, mengungkapkan data, bahwa dengan populasi sekitar 87%, umat Islam, hanya mendapatkan porsi 12%. Sedangkan di sektor finansial, market share Bank Syariah seolah berada pada zona “kutukan 5%”. Berbagai upaya sudah dilakukan, setiap waktu, tetapi masih belum beranjak dari prosentasi tersebut. Dari sini cukup menjelaskan, bahwa ada ketimpangan yang sangat tajam.

Jika di breakdown secara rinci per-sektor, maka dari yang dua belas persen itu, bisa jadi akan didapati data yang semakin memprihatinkan. Sektor-sektor strategis, luput dari penguasaan umat Islam. Dus, prosentase terbesar akan di dominanasi oleh sektor informal. Ketertinggalan secara ekonomi ini, nampaknya terus membesar. Artinya porsi ekonomi umat semakin mengecil.  Bukan tidak tumbuh. Namun dengan besaran kue yang ada, dengan pertumbuhan sama, atau 2 kali lipat sekalipun, masih belum bisa mengejar.

Pertanyaannya adalah, Continue reading