Politics is Business


Terilhami oleh comments seorang sahabat atas status Fb saya, ketika membahas tentang kebijakan impor beras yang menurut saya menjadi bagian dari liberalnya politik di Indonesia. Saya tulis, ketika politik jadi komoditas, petani jadi korban, tengkulak untung, birokrat dapat komisi. Atas status itu, dia menyampaikan pesan yang sangat singkat. Tetapi jelas dan lugas. Dia bilang, jika dulu business is business, dan politic is politic, kini berubah politics is business. Saya rasa ini pernyataan yang benar, meski sarkastik. Dan pernyataan ini sebenarnya bukan hal baru, tetapi momentumnya tepat.

Pernyataan itu, menjadi benar saat mencium aroma transaksional yang sangat menyengat dan praktiknnya jelas di depan mata. Terutama, saat penentuan calon kepala daerah, dalam pilkada serentak tahun ini. Kita saksikan, bagaimana partai dijadikan kendaraan untuk maju sebagai calon eksekutif, dan hal sama juga saat penentuan calon legislatif. Terlebih di Pilkada kali ini, carut marut dengan jelas dipertontonkan. Kita bisa lihat bagaimana partai saling comot orang. Tidak pandang bulu, dia kader atau bukan. Mengerti platform, visi, misi, program partai atau tidak. Yang penting “layak” dijual, Continue reading “Politics is Business”

Advertisements

Dead Valley I (Memasuki Lembah Kematian)


Dead Valley atau ada yang menyebut the valley of dead, bukanlah sebuah tempat yang di rujuk oleh,  mbah Google, yaitu berupa Taman Nasional  (National Park) yang berada di Timur California, di Negara Amerika sana. Bukan pula cerita lembah kematian dalam petualangan Naruto, dimana digambarkan sebagai sebuah tempat yang gelap-gulita di dasar jurang, yang di penuhi dengan berserakannya tulang-beluang dan tengkorak manusia, yang sangat menyeramkan. Bahkan bukan sebuah roman maupun novel yang tidak jarang dibumbui dengan romansa petualangan pendekar silat, dengan seorang bintang mengenakan topi miring, yang menutupi sebagian wajahnya, dan pedang yang mengkilap tergantung di punggungya. Dan digambarkan pula siapapun yang melalui tempat itu, dijamin tidak akan bisa pulang secara hidup-hidup,  sebagaimana yang sering kita baca dalam cerita fiksi  tentang dunia persilatan.  Sekali lagi kita tidak bicara tentang itu.

Meski masih ada sangkut pautnya dengan suasana yang menyeramkan dan berdampak kepada “kematian”, kini  anda saya ajak untuk melihat dari sisi lain. Yaitu bagaimana sebuah “kematian”  dalam bisnis itu Continue reading “Dead Valley I (Memasuki Lembah Kematian)”