Dua Senjata Konsultan


consultingSaya sudah lama berkenalan dengan profesi konsultan. Dan dalam beberapa kesempatan, saya pun juga menjadi bagian dari itu. Akan tetapi, meski bertahun-tahun bergelut disitu, ternyata masih belum ngeh bener, apa sesungguhnya yang di jual oleh konsultan itu. Bahkan dengan sedikit apriori, banyak yang berseloroh jika trainer dan motivator itu jualan abab, alias kata-kata dan omongan, lain halnya dengan konsultan. Dia jualan kertas, semakin tebal rekomendasi, analisa yang di buat, maka buku yang di cetak menjadi tebal dan ini berati semakin tebal pula bayaran yang di peroleh. Pendapat ini, tidak sepenuhnya salah, sebab praktek seperti ini lazim di dunia per-konsultanan di negeri ini. Apalagi jika berhadapan dengan proyek-proyek pemerintah, maka seloroh itu, menemukan jawabannya dengan tepat.

Saya pernah mendapat cerita, dari seorang senior mantan pemimpin proyek diperusahaan Telco terbesar di negeri ini. Beberapa tahun lalu, perusahaan ini dihadapkan pada permasalahan bagaimana untuk mengubah bisnisnya, yang selama ini stagnan, tidak bergerak dan menuju jurang kebangkrutan. Continue reading “Dua Senjata Konsultan”

Advertisements

Menikmati Kegagalan


 Dear Team,

Panitia telah mengumumkan pemenang tender dengan menunjuk perusahaan lain sebagai pemenangnya. Semoga ini ja;an terbaik buat kita semua…..Amin. Terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya yang luar biasa dari rekans semua, dalam mempersiapkan tender ini.

 

dreamKalimat di atas merupakan BBM dari salah satu partner kami., beberapa hari  lalu, yang di tujukan beberapa partner lain, termasuk  saya, menyikapi, kalahnya kami dalam salah satu tender. Saya  menerima BBM ini, jam 20.03 malam, ketika masih dalam perjalanan pulang dari kantor, menuju rumah. Meskipun rangkaian kalimat yang di tulis partner saya itu kelihatan sederhana, tanpa pilihan diksi yang membuat penekanan pada kalimat yang di susunnya itu, tetapi BBM tadi, menjadi pukulan telak buat kami.

Bagaimana tidak. Telah beberapa bulan, team up disiapkan. Kita bekerja sepanjang hari, dan bahkan beberapa lembur dan kali nge –champ, untuk mempersiapkan semua persyaratan tender itu. Meskipun kami hanya bagian kecil dari project yang cukup besar ini, tetapi sejatinya peran dan kehadiran kami dalam keseluruhan project ini menjadi cukup vital. Project yang multi disiplin ini, sesungguhnya benar-benar challenges bagi kami. Kami juga mengeluarkan full and best team untuk support,  semenjak tahap persiapan, yang dimulai dari penyusunan proposal. Dengan jangka waktu model penilaian project yang bertingkat dan panjang, membuat energy kami, juga menjadi cukup terkuras disitu. Baik pada saat penyusunan proposal teknis, yang mengantarkan team kami bisa maju ke tahap berikutnya, yaitu financial and business proposal, yang juga tidak sedikit membutuhkan effort. Pendeknya, dalam team itu, telah di persiapkan segala-sesuatunya. Ibarat dalam permainan sepak bola, Continue reading “Menikmati Kegagalan”