Dakwah, ekonomi, Entrepreneurship, Islam, Peradaban, wakaf

Hakeem Olajuwon: Pemain Basket yang Wakaf Masjid


SEATTLE – 1997: Hakeem Olajuwon #34 of the Houston Rockets goes up for a slam dunk against the Seattle Supersonics during game 4 of the Western Conference Semifinal series of the 1997 NBA Playoffs in 1997 at the Key Arena in Seattle, Washington. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement. (Photo by Sam Forencich/ NBAE/ Getty Images)

Memang belum ada pernyataan resmi bahwa Islamic Dawah Center di kota Houston itu,merupakan wakaf dari Legenda Bola Basket Amerika bernama Hakeem Olajuwon. Akan tetapi jika melihat statemen nya sebagaimana dikutip dari laman resmi Islamic Dawah Center, mengarah kesana. Apalagi jika dikaitkan dengan aktifitasnya selama ini, maka semakin jelas. Berikut kutipan tersebut :

“Dengan senang hati saya menyambut Anda di tengara bersejarah ini di kota besar Houston. Pada tahun 1994, saya membeli gedung ini dengan visi mengubahnya menjadi sesuatu yang melengkapi keindahan dan keanggunannya. Hal pertama yang saya bayangkan adalah tempat yang damai di mana ibadah, pembelajaran, dan refleksi berkembang. Saya membayangkan sebuah ruang unik di mana arsitektur besar dan spiritualitas halus merangkul membawa jiwa setiap pengunjung dalam perjalanan yang indah ke dunia keseimbangan dan ketenangan. Pada tahun 2002, mimpi itu menjadi kenyataan, dan Pusat Dakwah Islam membuka pintunya untuk melayani komunitas kami. Saya berharap dapat melihat Anda di sini, dan saya berharap Anda mendapatkan kunjungan yang mencerahkan – baik untuk doa, pendidikan, atau hanya untuk sedikit inspirasi”. Terlihat jelas bahwa niat awal Olajuwon itu memang untuk memberikan fasilitas Islamic Center di kota Houston dimana dia berkarir dalam bermain bola basket profesional.

Menurut houston.culturemap.com, gedung  ini dibangun oleh  Gubernur Texas Ross Sterling sebagai  Houston National Bank pada tahun 1928. Ini mereupakan salah satu Federal Reserve Bank. Damana bangunan ini merupakan salah satu dari empat bank yang dibangun di sudut jalan Main dan Franklin di pusat kota Houston; hanya tiga dari bangunan ini yang berdiri saat ini. Sterling sendiri adalah pendiri dan presiden dari Humble Oil and Refining Company, yang akhirnya menjadi Exxon Mobile. Dari tahun 1933 sampai 1946, dia menjadi presiden Sterling Oil and Refining Company dan ketua dari Houston National Bank Continue reading “Hakeem Olajuwon: Pemain Basket yang Wakaf Masjid”

Entrepreneurship, Peradaban

Berjama’ah dalam Ekonomi


Dalam berbagai tulisan yang saya buat di blog ini, selalu menampilkan banyak data dan fakta bahwa, umat islam setidaknya hingga saat ini tertinggal jauh di bidang ekonomi. Tidak hanya di sini, di negara ini, tetapi merata diseluruh dunia. Pendeknya dunia islam, kalah di sektor ekonomi. Hanya sedikit negara-negara muslim, yang secara ekonomi tidak tertinggal, dan malah unggul. Berbagai analisis, telah di tulis dan diaeminarkan oleh para ulama, akademisi, pakar dan cerdik cendekia. Bermacam rekomendasi, bahkan rencana tindak lanjut, telah dihasilkan. Proceedings, karya ilmiah telah banyak dimuat dan diterbitkan di berbagai jurnal. Namun faktanya, masih saja ketertinggalan itu terjadi, jika tidak bisa dikatakan lebih parah.

Jika memiliki data 100 orang terkaya Indonesia, yang dirilis oleh berbagai media, menempatkan ada sekitar 10 orang, alias sepuluh persen dari daftar orang terkaya tersebut yang muslim. Dan kebanyakan korporasi individu. Sehingga  justru semakin menegaskan bahwa, tidak ada kesadaran kolektif untuk kaya. Padahal mayoritas bangsa ini adalah muslim. Azas keadilan masih belum berlaku. Benar bahwa secara individu, sepuluh orang yangtersebut, belum bisa dikatakan mewakili umat Islam. Sebab ternyata secara mayoritas justru sebaliknya.  Continue reading “Berjama’ah dalam Ekonomi”