Sharing Economy


Meski bukan “barang” baru, namun penggunaan istilah sharing economy (ekonomi berbagi) atau ada yang menyebutnya dengan istilah collaborative economy, masih tergolong baru, apalagi di Indonesia. Istilah itu begitu mengemuka, saat para perusahaan rintisan (start-up) tumbuh subur dan terjadi dot net booming di Silicon Valley, menjelang dan diseputaran tahun 2000-an. Dan kemudian mendapatkan momemtum, pada saat arus disruptive economy, beberapa tahun ini lajunya kian kencang. Dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang disediakan oleh teknologi, maka sharing economy ini, telah menjadi trends saat ini.

Para pengamat dan pelaku usaha serta akademisi dibuat terkejut, saat perusahaan-perusahaan raksasa yang pernah menguasai dunia, seperti Sony, Ericsson, Walkman Nokia, Kodak dan seterusnya rontok, berguguran dan nyaris gulung tikar. Bukan berarti mereka tidak melakukan perubahan. Mereka jelas melakukan perubahan, namun mereka tidak bisa melawan teknologi dan perubahan paradigma bisnis. Dalam bahasa kekiniannya, mereka terdisrupsi oleh kehadiran teknologi baru. Continue reading

Advertisements

Start Up Leadership


Bisnis rintisan (start up) selalu menarik untuk dikaji. Banyak hal yang bisa dipelajari, kemudian dapat di jadikan benchmark, dan diimplementasikan dalam bisnis rintisan kita. Kali ini, kita akan membahas tentang leadership. Yaitu berkenaan dengan kepemimpinan dalam bisnis rintisan. Sebenarnya, ini ini juga bagian dari diskusi di WAG sebelumnya. Mungkin anda bertanya, bagaimana sebuah bisnis rintisan memerlukan kepemimpinan. Padahal baru sedikit karyawan yang terlibat, bahkan bisa jadi cuman dirinya sendiri. Lalu apa gunanya kepemimpinan? Bukankah yang lebih penting survive dulu? Dan segudang pertanyaan lainnya.

Tulisan ini memang tidak akan menjawab pertanyaan itu semua. Namun, sebagaimana dalam tulisan sebelumnya, seringkali kacau balaunya tim startup dan kemudian terjadi pecah kongsi, bukan sekedar dari hilangnya kepercayaan, kecurangan, ketidakjujuran, ketidaksamaan visi dan sebagainya. Namun ternyata juga disebabkan oleh lemahnya leadership. Dengan demikian maka, Continue reading