Nilai-Nilai Ekonomi Syariah


Sebenarnya sudah lama saya ingin berbagai tulisan ini. Saya terinspirasi dan kemudian mengambil salah satu materi dalam International Seminar on Islamic Economic System – A Reply to Global Economic Challenge yang dilaksanakan STIE Hidayatullah, dalam ruang GBHN DPR/MPR Republik Indonesia pada tanggal, 5 February 2018, dengan tema Increasing National Competitiveness through Strengthening Sharia Economic and Finance. Materi ini disampaikan oleh Dr. Prayudhi Azwar, MEc sebagai Islamic Economic and Finance Department Bank Indonesia. Presentasi beliau cukup komplit dan lengkap. Semua aspek, baik yang sifatnya konseptual sampai data-data berkenaan dinamika dan implementasi ekonomi Islam secara khusus dan ekonomi di dunia pada umumnya, tersampaikan dengan baik.

Dari materi yang berbobot itu, memang sarat dengan data dan informasi, sehingga semuanya bisa dijadikan referensi bagi pegiat ekonomi Islam. Saya sangat menikmati. Tidak perlu mengerutkandahi untuk memahaminya. Semua ditampilkan dengan cara yang mudah dipahami. Continue reading

Advertisements

Zakat Berbasis Blockchain


Sebagai sebuah teknologi, blockchain masih tergolong baru. Sekitar tahun 2009, teknologi ini mulai dikenal. Dan sebagaimana watak teknologi, dia terus berkembang, mengikuti dinamika peradaban. Sebagai sebuah tools, sebenarnya blockchain ini, tidak berbeda dengan teknologi lainnya. Tergantung siapa dan bagaimana cara penggunaanya. Bahkan, dalam sebuah diskusi, sesungguhnya blockchain ini sebuah teknologi yang syar’i. Dimana, dia menyediakan sebuah sistem yang memungkinkan setiap orang dengan syarat tertentu, bisa memverifikasi atas apa yang dilakukannya. Persis, bagaimana ketatnya standar sanad dalam ilmu hadits. Dengan teknologi bawaan blockchain yang terdistribusi, sehingga memungkinkan banyak pihak sebagai verifikator, atas yang dilakukan oleh orang lain. Semua tercatat dalam ledger (buku besar), sehingga praktis, apa yang tercatat di ledger tersebut juga diketahui, dilihat, disimpan dan selanjutnya di verifikasi oleh pihak lainnya. Dengan demikian maka, blockchain merupakan teknologi yang mengajarkan kejujuran, sebab semua informasi tercatat dan tersebar ke berbagai pihak. Sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak menguasai teknologi blockchain ini, sebagai sebuah teknologi masa depan.

Pertanyaannya kemudian adalah, mengapa umat Islam seringkali tertinggal dalam hal teknologi? Termasuk berkenaan dengan blockchain tersebut. Continue reading

Tansiqul Harakah


Saya mendengar kalimat tansiqul harakah ini, langsaung disampaikan dari lisan Prof. Dr. Ma’ruf Amin, diberbagai waktu, kesempatan yang berbeda disetiap acara yang saya ikuti. Sebuah diksi, yang menurut saya cukup menarik, untuk di kaji lebih jauh. Menjadi menarik, karena kalimat tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Islam (MUI), yang sekaligus Rais ‘Aam PBNU. Yang dengan derajat keulamaannya, beliau mampu menyampaikannya dengan pendekatan dan bahasa yang indah, tanpa multi interpretasi. Hal ini, seringkali beliau kemukakan berkenaan dengan peran MUI ditengah-tengah umat. Dan sudah barang tentu dengan gayanya beliau yang runut, ringan, singkat, padat dan jelas, saat men-sarah sesuatu, sehingga mudah untuk dimengerti dan dipahami, awam seperti saya ini.

Tansiqul Harakah ini, sebenarnya sudah dibahas diberbagai kesempatan, bahkan tahun lalu saat Komisi Dakwah MUI mengeluarkan beberapa pedoman dakwah diantaranya : pedoman dalam pe membangun persatuan umat (tauhidul ummah), menyatukan kerangka pemahaman agama ahlussunnah wal jama’ah (taswiyatul afkar), dan membangun sinergi gerakan (tansiqul harakah) dalam bingkai Islam wasathiyah. Continue reading

Resolusi Palembang


Even 3 hari di Palembang itu di prakarsai oleh Pusat Inkubasi Bisnis Syariah MUI (Pinbas MUI). Hadir perwakilan MUI dari 34 Propinsi, Ormas Islam, Perguruan Tinggi dan Pesantren-Pesantren besar se Indonesia, serta utusan dari berbagai Institusi. Tidak kurang dari 250 peserta hadir di Hotel Ultima Horison Palembang. Kota ini sedang berbenah, untuk persiapan pelaksanaan Asian Games 18.8.2018, sebuah perhelatan akbar olahraga se benua Asia ini. Pembangunan LRT (Light Rail Transit) hampir selesai. Kelihatan kerjanya dikebut, lembur siang-malam. Diberbagai sudut kota, taman kota tertata dengan apik dan rapi. Markot Asian Games, taman-taman itu. Demikian juga trotoar tertata rapi. Tempat duduk disediakan disepanjang jalan. Sudah hampir menyerupai kota-kota modern. Wajah kota benar-benar sedang di poles. Sayang, diberbagai tempat yang saya lewati, sampah masih berserakan dimana-mana, belum terkelola dengan baik. Atau bisa jadi, kesadaran rakyat akan kebersihan belum menjadi habits.

Saat pembukaan pada Rabu14/2 di hadiri oleh Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin selaku Ketum MUI, Dr. Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Alex Noerdin (Gubernur Sumsel), Kapolda dan beberapa pejabat di Sumsel. Dalam Sabutannya, Ketum MUI menyampaikan bahwa MUI saat ini mendorong pertumbuhan ekonomi Islam. Sehingga menjadi Arus Baru Ekonomi Indonesia, melalui redistribusi aset dan kemitraan. Demikian juga Menko Perekonomian, beliau menyampaikan bahwa pemerintah juga terus mendorong terjadinya pemerataan pembangunan, dan umat Islam meski berperan di sini. Continue reading

Islamic Economic System in Answering Global Economic Challenge


Alhamdulillah, Senin, 5 Pebruari 2018, bertempat di Ruang GBHN Gedung Nusantara V DPR/MPR RI, berlangsung seminar internasional dengan tajuk sebagaimana judul di atas. Ada 3 pembicara yang hadir untuk neyampaikan gagasannya pada kesempatan itu. Pertama adalah Prof. Dr. Muhammad Syukri Salleh dari Center for Islamic Development Management Studies (ISDEV) Universiti Sains Malaysia, Pulau Penang, Malaysia. Kedua Sherereza binte Mohamed Saniff, Ph.D, Dosen Faculty of Islamic Development Management, Sultan Sharif Ali Islamic University (UNISSA), Brunei Darusalam. Dan yang ketiga adalah, Prayudhi Azwar, Ph.D. Direktur Ekonomi dan Keuangan Syariah, Bank Indonesia. Dan acara ini diselenggarakan oleh BEM Revolusi STIE Hidayatullah Depok. Dan saya di amanahi untuk memoderatori acara tersebut. Penunjukkan dadakan yang agak bikin grogi, tetapi akhirnya alhamdulillah bisa berjalan lancar. Continue reading

Bahagianya Bertemu Ulama


Satu hal yang membahagiakan saya adalah saat bertemu ulama. Bukan untuk “ngalap berkah”, namun memang setiap ketemu ‘alim itu, selalu ada energi baru, yang tanpa disadari mengalir dalam jiwa. Bersanding saja, seolah terjadi transfer spiritual. Apalagi berbincang, mendengar tausyiah dan atau membaca buku-buku (kitab-kitab) karangannya. Seolah asupan ruhiyah terpenuhi, secara sempurna.

Berkali-kali saya mengalami hal semacam ini. Baik ulama nusantara maupun dunia. Pernah dua tahun lalu ketemu pengarang buku al jihad bil maal fi sabilillah, Dr. Nawaf Takruri di kediaman beliau di Istanbul Turki. Demikian juga saat silaturrahim dengan Syaikh Amin Al Hajj di Khartoum Sudan. Continue reading

Menata (Kembali) Ekonomi Kita


Di setiap saat kita disuguhi data statistik tentang kesenjangan ekonomi umat. Disparitas ini, sudah terjadi menahun. Dan setiap saat sesungguhnya sudah dilakukan kajian yang mendalam oleh kaum cerdik cendekia dalam mencari jalan keluar. Beberapa teori, serta solusi mengatasi permasalahan selalu hadir, bahkan dengan berbagai sudut pandang dan perspektif. Namun, lagi-lagi terjadi perulangan terus menerus, seolah dalam putaran roda gila, terjebak dalam lingkaran setan. Dan saya tidak bosan untuk mengulang-ulang ini, agar bisa mempengaruhi alam bawah sadar kita, bahwa ada something wrong dalam tatanan ekonomi kita. 

Sementara itu, dengan bergantinya tahun, jarak ketimpangan itu terus melebar. Menurut Chairul Tanjung, yang disampaikan dalam Kongres Ekonomi Umat Islam memaparkan data bahwa umat islam yang jumlahnya 87,5% dari populasi penduduk Indonesia, hanya mendapatkan porsi 12,5% perputaran bisnis. Continue reading