ekonomi, Entrepreneurship, Peradaban

Catatlah Utangmu !


angkaberita

Seharian saya menemani anak bontot yang sedang muraja’ah dan setor hafalan al Qur’an. Akhwat, baru kelas 5 SD, kebetulan sedang menghafalkan juz 3, di surat al-Baqarah ayat 282. Dalam mus’af Madinah, itu berada pada lembar ke-48, satu halaman penuh berisi satu ayat. Dia bilang,”kok panjang banget ayatnya, satu halaman”. Saya mencoba menerangkan sekilas bahwa itu ayat yang memerintahkan pencatatan terutama terkait utang-piutang.

Saya menjelaskan bahwa, pinjam-meminjam harta atau utang-piutang merupakan salah satu jenis muamalah yang kerap dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Dan secara syariah itu diperbolehkan, sehingga perlu di atur. Terkait dengan itu Islam sebagai agama yang sempurna, juga mengatur perkara utang-piutang ini dengan rinci, baik itu melalui nash Al-Quran maupun hadis. Dalam konteks ini kita akan membahas Surat Al Baqarah ayat 282, yang merupakan salah satu ayat Al-Quran tentang utang-piutang, kewajiban mencatat transaksi dan harus adanya saksi.

Sebagaimana kita pahami bahwa utang-piutang adalah menyerahkan harta atau suatu benda kepada seseorang yang harus dikembalikan di masa mendatang. Ketika harta-benda itu dikembalikan, kondisinya harus dalam keadaan tetap dan tidak berubah. Continue reading “Catatlah Utangmu !”