Dakwah, Islam, Tarbiyah

Khutbah Yang Menggugah


Source : Kholid Usman

Pagi tadi, suasana sholat Idul Fitri di alun-alun Masjid Umul Qura’ pesantren Hidayatullah cukup menghangat. Jama’ah berbondong-bondong memenuhi lapangan itu dari berbagai arah di seputaran Kalmulya Depok. Beberapa ada yang dari Bogor juga. Bagi saya juga istimewa, karena memaksakan diri didorong pake kursi roda menuju tanah lapang. Karena operasi amputasi jempol kaki, dua bulan lalu masih belum 100% pulih. Bahkan sebenarnya ini merupakan sholat jama’ah pertama di Masjid setelah dua bulan operasi itu. Saya pilih menempati pedestrian disamping lapangan utama, sejajar dengan shaf pertama. Harapanya sepi. Ternyata jama’ah membludak, pedestrian jadi penuh. Ketua Yayasan sempat bilang, jumlah jama’ah di luar perkiraan.

Imam yang memimpin sholat Id adalah Ust. Aminullah al Hafidz – Imam tetap Masjid Umul Qura’. Pada saat sholat Id tadi membaca surat al-Insan untuk 2 rekaat, dengan suara yang merdu sekali. Khatib-nya Ust. Muzakir, S.S. M.Ed, direktur Hidayatullah Institute. Beliau menyampaikan dengan penuh penghayatan, cara mengatur intonasi yang mengalir, pilihan ayat dan diksi yang cukup menyentuh. Penuturannya seolah tidak sedang membaca teks. Tiga puluh menit lebih, dengan panas yang mulai menghanghat, tidak dirasakan oleh jama’ah. Tidak ada yang beringsut meninggalkan lokasi. Semua khusyuk mendengarkan khutbah yang menarik itu. Seolah semuanya sedang tersihir, karena sangat kontekstual dengan realitas kekinian.

Saya sedikit cuplikan dari khutbah yang dibawakan kanditat doktor pendidikan di Universiti Malaya tersebut,”Kejujuran senantiasa menghasilkan dampak yang positif dan keberuntungan yang berlimpah ruah. Karena kejujuran adalah kebaikan yang akan menuntun kita untuk melakukan berbagai  kebaikan dan kemuliaan. Kejujuran akan menjadi bukti kebaikan perilakunya, kemurnian tabiatnya, ketinggian mentalitasnya, dan kecerdasan akalnya. Sebaliknya orang yang suka berdusta, mudah berbohong, dan gampang menipu hidupnya  pasti sengsara. Di dunia tidak bahagia, sedang di akheratnya pasti menderita. Di dunianya hina,  sedang di akherat masuk neraka. Na’udzu billah.

Sekalipun berat, tetaplah memilih jujur sebagai jalan hidup sebab kejujuran akan membawa  kepada ketenangan. Apalah artinya citra positif, harga diri, status sosial jika dibangun di atas  kedustaan. Apalah artinya ketenaran jika dibangun di atas kepalsuan. Apalah artinya kemuliaan  dan kewibawaan jika dibuat-buat. Semua yang tidak jujur akan mudah hilang dan sirna. Meski  ditutupi dengan narasi-narasi yang menarik dan argumentasi ilmiah”

source : kholid Usman

Dipenutup khutbahnya disampaikan begini,”Mari kita didik anak-anak kita sejak kecil agar memiliki karakter jujur dan menjauhi kebiasaan  berbohong. Insya Allah mereka akan menjadi generasi yang sholeh, mandiri dan tangguh. Mari kita bina generasi muda berkepribadian jujur agar kelak saat menjadi pemimpin yang jujur dan tidak suka berbohong dan mengingkari janji. Masyarakat saat ini sudah muak dengan pemimpin yang suka berbohong. Janjinya mensejahterakan, kenyataannya menyengsarakan. Janjinya memajukan, nyatanya malah kebalikannya. Janjinya kemandirian, ujung-ujungnya malah nambah utang lagi”. Naskah khutbah lengkapnya dapat diunduh disini

Selesai khutbah, saat bersalaman, banyak yang meminta teks khutbah tersebut. Saya dengar aja juga yang berguman bahwa khutbahnya tendensius, menjurus, dan mengkritik pemerintah. Tetapi lebih banya yang mengapresiasi bahwa ini khutbah yang mampu memotret realitas kekinian dengan terbuka. Bagus untuk introspeksi diri. Ini menarik, khutbah bisa menjadi pembicaraan jama’ah. Bukan tidur saat khutbah, sehingga tidak tahu apa isi khutbahnya. Meski ada pro dan kontra, ini juga bagus, asal bukan dalam kerangka perpecahan, akan tetapi dalam mencari titik temu.  Dan hal inipun sesungguhnya membuktikan jama’ah menyimak khutbah itu.

Bahkan isi khutbah itu, terus dibicarakan oleh beberapa orang tamu saat bertamu di rumah paska sholat idul fitri. Termasuk kehadiran sang Khatib saat silaturrahim ke rumah paska khutbah, sambil menikmati hidangan ala kadarnya. Saya ulurkan tangan dan sampaikan selamat, khutbah yang dahsyat.

Beberapa tamu berikutnyapun yang datang kerumah, juga masih membicarakan dan mengapresiasi khutbah tadi. Sambil mempertanyakan siapa yang membuat naskah khutbah? Kok bisa khatibnya mampu membahasakan dengan sangat baik, bahkan mampu menyelami isi khubahnya itu sendiri, dan mengartikulasikan dengan menawan. Hal ini juga disampaikan oleh istri beserta jama’ah Ibu-ibu lainnya. Sehingga secara bawah sadar, jama’ah menjadi langsung mengoreksi dirinya dan sekitarnya. Tanpa harus main tunjuk, sebab sejatinya yang diwasiatkan oleh khatib itu, adalah tentang diri kita semua, tentang kekinian dan tentang kedisinian.

Ini bukan hanya berkenaan dengan kemampuan Khotib dalam beretorrika dan mengolah kata semata. Akan tetap lebih dari itu, i sebagaimana disinggung di atas, karena kemampuan khotib menjiwai dari isi khubahnya, sehingga seakan-akan, dia sebagai subyek sekaligus obyek dari konten khutbah itu. Saya yakin, pasti diulang-ulang membacanya, jauh sebelum khutbah itu berlangsung. Diteliti, dimaknai kata-demi kata, alur kalimat dan lain sebagainya. Sehingga saat khutbah tadi sempat tercekat sebentar, saat khutbah berlangsung, seolah ada perasaan yang menekan dan membawa suasana kejiwaan yang mendalam.

Saya rasa jika kapasitas semua khotib seperti tersebut di atas, bukan sekedar lulus dari program sertifikasi penceramah agar mendapatkan sertifikat moderasi keagaamaan, sehingga bisa diundang di masjid-masjid tertentu, maka dakwah ini akan semakin semarak.  Demikian pula mestinya disertai dengan tema-tema khutbah baik itu : khutbah jum’at, khutbah Id, ceramah keagamaan, dan lain sebagainya nya dipersiapkan dengan baik, dengan pemilihan tema, penuturan dan bahasa yang kontekstual, In Syaa Allah pasti akan menggerakkan umat untuk menjadi lebih baik. Dan pada gilirannya, juga memberi kontribusi nyata bagi bangsa, negara dan peradaban Islam itu sendiri. Khutbah ditempatmu tentang apa? Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.