Islam, Leadership, Peradaban, Ramadhan

Berpikir dan Bekerja


Seringkali kita menghadapi diskusi atau bahkan pertengkaran yang hebat. Bahkan menjadi perdebatan seperti chicken and egg, duluan mana antara telur atau ayam. Sehingga terjadi debat kusir yang berkepanjangan. Sebab ada juga yang menilai bahwa, berfikir itu bukan kerja. Dan hanya yang menggunakan fisik alias otot dan berkeringat itulah yang bekerja. Atau dengan bahasa lain lihatlah hasilnya yang dapat dilihat, dan biasanya diasosiasikan dalam bentuk material yag kasat mata.

Meskipun hal tersebut sudah berlangsung lama, berulang-lang dan berjilid-jilid jika dibukukan. Tetapi saya yakin hal itu  akan masih terus terjadi perdebatan hingga kini. Problemnya adalah tidak ada yang mendudukkan persoalan pada tempatnya. Semua berargumen, bahwa pendapatnya yang paling benar. Lalu jika semua menganggap paling benar, lalu pendapat mana yang paling benar dari yang paling benar itu. Tambah pusing jadinya.

Mari kita urai, secara jernih dan dengan kepala  dingin. Gambar di samping menunjukkan sebuah diagram yang mudah untuk dibaca. Dan ini lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa sebenarnya, siapapun yang ingin melakukan sesuatu (bekerja), pasti berfikir dulu. Dalam grafik itu ditunjukkan sekitar 90% waktu yang digunakan untuk berfikir sebelum mengerjakan sesuatu. Dan sekitar 10% waktu yang digunakan untuk mengeksekusi dan merealisasikan apa yang dipikirkan itu. Jadi yang paling benar berarti berfikir dulu, bukan bekerja dulu?

Tunggu dulu, Continue reading “Berpikir dan Bekerja”