Dari Kampung : #2019GantiPresiden


Saya sedang mudik ke kampung istri, di Pangkalpinang. Alhamdulillah kemarin 19/6/2018 berkesempatan silaturrahim ke sepupu. Anak tertua dari salah satu, pak Dhe Marni (alm), kakak dari almarhumah Ibunda saya. Lebih dari sepuluh tahun merantau di Bangka. Sebelumnya sudah merantau di OKI. Sejak tahun 60an. Tinggal di rumah sederhana, di Desa Keposang, Toboali, Bangka Selatan. Dari ibu kota provinsi, Pangkalpinang sekitar 2-2,5 jam perjalanan. Hanya 7 km jaraknya dari Kota Toboali, ibu kota Kab Basel atau sekitar 15 menitan, ditempuh dengan mobil. Masuk ke dalam. Setengah jalan sudah di aspal, setengah masih tanah. Ada ratusan KK tinggal disini. Mayoritas dari Jawa. Mereka adalah para transmigran swakarsa.

Lima tahun lalu, saat saya datang pertama kali kesini. Kehidupannya masih sangat sederhana. Namun, Alhamdulillah kini telah mengalami perubahan. Demikian juga tetangga disekitarnya. Meski juga tetap sederhana, tetapi sudah terlihat ada perubahan. Di dindingnya yang separoh tembok, separoh kayu itu, terpampang peta Bangka dan juga ada foto anggota DPD RI Dapil Babel, dan Aleg dari PKS

Continue reading “Dari Kampung : #2019GantiPresiden”

Advertisements