Narasi Besar


Tidak ada pemimpin besar dunia, yang tidak membersamai dirinya dengan narasi besar. Sebut saja nama mereka yang dalam catatan sejarah sebagai orang besar, pasti membersamainya adalah narasi besar. Baik tertulis, ucapan yang disampaikan, dan torehan sejarah yang dilakukan. Sebab dari situ, seseorang bisa dinilai dan diketahui visinya. Bahkan bisa di tebak apa bacaannya, apa isi kepalanya, dengan siapa bergaul dan lain sebagainya.

Tidak ada pemimpin besar, yang dalam perjalanan hidupnya yang tidak akrab dengan ilmu. Jika ternyata kita jumpai model pemimpin yang tidak akrab dengan ilmu, maka bisa dipastikan mereka pemimpin KW, pemimpin palsu, bahkan bisa jadi sekedar pemimpin boneka. Dia menjadi pemimpin karena ditugaskan dan seterusnya. Dan demokrasi, memfasilitasi hadirnya model tanpa narasi. Tetapi dibesarkan oleh media, dan juga hasil pencitraan. Continue reading

Advertisements