Periodesasi Kehidupan Rasulullah SAW


Siapapun itu, baik muslim maupun non-Muslim, tidak akan pernah habis menggali dari berbagai sisi kehidupan Rasulullah SAW, sejak beliau lahir hingga wafat. Dari sudut pandang manapun akan selalu menarik, dan bahkan kita selalu mendapatkan insight baru, untuk kemudian dikontekstualkan dalam konteks kekinian. Tidak akan pernah habis mengaji dan mengkaji sirah nabi ini. Dari disiplin ilmu apapun juga.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa usia Rasulullah SAW adalah 63 tahun. Tentu selama 63 tahun itu, banyak memberikan tauladan terbaik buat kita. Ternyata dalam rentang waktu tersebut, ada pembagian “karier” hidup beliau. Yang darinya, kemudian nanti akan berpengaruh dalam memimpin umat dalam membangun Peradaban Islam. Sebuah Peradaban yang tiada pernah ada bandingannya di dunia ini.

Model tarbiyah dan kurikulum ilahiyyah inilah, yang membentuk karakter Rasulullah SAW, sehingga menjadi manusia paripurna sepanjang masa. Tidak ada satupun makhluk Allah yang mampu menandinginya. Bahkan, masa dimana beliau hidup, adalah masa terbaik bagi peradaban umat manusia di muka bumi ini. Sesuatu yang tak terbantahkan, bahkan oleh sarjana dan cerdik cendekia non muslim sekalipun. Olehnya menurut Michael W Hart menempatkan Nabi sebagai orang pertama yang paling berpengaruh di dunia. Hal ini dimuat dalam bukunya  The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History, yang sangat legendaris itu.

Ada banyak fakta yang sekaligus menjelaskan bahwa aktivitas beliau dalam berbisnis (ekonomi), ternyata lebih lama dibandingkan dengan masa beliau menjadi Nabi dan Rasulullah. Hal ini bisa kita dapati dari kitab-kitab Sirah, dengan berbagai macam redaksi.

Adalah Syaikh Muhammad Ramadhan Al-Buti rahimakumullah, dalam Fiqhus Sirahnya, yang beliau ringkasan dari Sirah Ibnu Hisyam, menyebutkan bahwa, “Ketika berusia 12 tahun, Rasulullah SAW diajak pamannya, Abu Thalib, pergi ke Syam dalam suatu kafilah dagang….”

Kemudian menurut Ibnu Atsir dalam Al-Kamilu fi Tarikh juga menguraikan bahwa “Pada usia 37 tahun, beliau (Rasulullah SAW) mengurangi aktivitas bisnis, dan lebih menyibukkan diri dengan ibadah, selama 3 tahun untuk menyambut datangnya tugas kenabian. Dan pada umur 40 tahun, Muhammad mendapatkan wahyu di Gua Hira.” Beliau ber-uzlah/bettahanuts di Gua Hira’, yang dari atasnya bisa memandang kota Makkah. Dan dari gua hira’ inilah, maka jibril di utus Allah SWT, untuk menyampaikan wahyu pertama, surat Al Alaq 1-5 tersebut.

Sehingga dari fakta tersebut di atas, maka dapat di kelompokkan Bahia dalam masa 63 tahun usia beliau, dapat dibagi menjadi :

  1. Masa kanak-kanak dan remaja (0-12 tahun)
  2. Berdagang = 25 tahun
  3. Tahannuts (perenungan) = 3 tahun
  4. Nabi/Rasul = 23 tahun.

Inilah realitas sejarah, yang seharusnya menjadi pelajaran bagi kita dalam membangun Peradaban Islam . ini model Tarbiyah Allah SWT kepada rasul-Nya. Ini merupakan pendidikan multidimensi, yang melahirkan pemimpin terbaik, sepanjang sejarah hidup umat manusia. Meski tidak harus persis seperti itu, namun fakta bahwa hampir 40% umur Rasulullah, dihabiskan dalam kegiatan ekonomi. Sehingga, semestinya ada stressing yang perlu di susun dalam kurikulum pendidikan kita. Bahwa berdagang dalam pengertian sempit (jual-beli/bisnis), maupun dengan pengertian luas (ekonomi), sudah mulai diajarkan dan dipraktekkan sejak usia belia.

Jika saat ini Umat masih belum berjaya, barang kali, kita masih belum ittiba’ Rasulullah SAW secara komprehensif, termasuk memasukkan urgensi Iqtishodiyah dalam kurikulum pendidikan kita. Wallahu a’lam.

Gorontalo, 14/01/2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s