Posted in Islam, IT

Cara Kami Membantu Pendidikan IT di Papua


SMKHari-hari ini, disejumlah media di ramaikan berita tentang pembukaan kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) bernama Free West Papua di kota Oxford. Banyak, pihak kemudian berteriak, untuk memberikan teguran yang tegas kepada pemerintah Inggris. Di Media sosial, kicauan untuk meminta agar Gelar Ksatria yang diberikan kepada Presiden SBY, yangg dikenal dengan nama ” Knight Granda Cross in the Order of the Bath”, dari Inggris untuk dikembalikan. Berkenaan dengan itu, Pemerintah Indonesia telah memanggil Duta Besar Inggris di Jakarta untuk memerotes keras pembukaan kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu. Jurubicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Michael Tene, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pemerintah Inggris selalu menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan Indonesia dan menolak gerakan separatisme di Papua. Tetapi, sebuah kenyataan bahwa, kantor bernama Free West Papuaatau Bebaskan Papua Merdeka itu dibuka bulan lalu dan dihadiri oleh walikota Oxford serta seorang anggota parlemen, merupakan sebuah fakta yang tak terbantahkan. Meskipun menurut Tene “Pemerintah Inggris mengatakan, kebijakan dewan kota itu tidak ada hubungannya dengan kebijakan pemerintah Inggris.”

Apapun dinamika yang terjadi di Papua, sebenarnya merupakan akumulasi dari sejarah panjang, jauh sebelum Papua bergabung dengan Indonesia. Kemudian saling berkelidan dengan kepentingan asing yang ingin menguasai Papua adalah, sebuah fakta lain. Sehingga, kekuatan asing itu, selalu saja bermain di air keruh, dan kemudian memfasilitasi, dengan segala daya dan upaya, agar rakyat Papua berpisah dari Indonesia. Bahwa kemudian “terkesan’ bumi papua di keruk untuk kepentingan pejabat dan Jakarta, adalah faktor lain, yang mungkin ada benarnya juga. Meskipun Otonomi Khusus, juga memberikan dana alokasi yang tidak sedikit kepada Papua. Toh, kenyataannya masih saja di rasa kurang, jika di bandingkan dengan kekayaan alamnya yang dikeruk.

Akhir bulan Maret lalu saya pergi ke Manokwari, Ibukota Papua barat yang dilanjutkan ke Kabupaten Teluk Bintuni, yang lebih dari 7 jam menempuh perjalanan darat dari Manokwari. Dengan jalan yang luar biasa. Sehingga hanya bisa dilalui dengan menggunakan mobil 4×4 WD alias yang double gardan. Itupun jika hujan turun, disebagian lokasi masih sulit untuk dilalui. Karena lumpur di jalanan, bisa sampai di atas ukuran ban mobil truk. Saya di undang, oleh teman-teman Hidayatullah, pada acara Rapat Kerja Wilayah PW Papua Barat. Dan mendapat kesempatan berkeliling dan menjumpai warga Muslim disana, baik penduduk asli (sayang saya belum ada kesempatan di pedalaman untuk mendatangi mereka, meskipun 5 hari disana), dan juga para pendatang yang mayoritas berasal dari Bugis, Makassar, Buton, Jawa dan Sunda. Pada acara itu, yang dilaksanakan di Pesantren Hidayatullah, juga di hadiri oleh Bapak Wakil Bupati Teluk Bintuni Drs. H. Akuba Kaitam , seorang Muslim dan Putra Daerah. Saya ingat betul rangkaian kata dalam sambutannya, kurang lebih begini,”Saya berterima kasih atas kehadiran lembaga dakwah dan pendidikan Islam di Papua ini. Tetapai saya ingin lembaga Dakwah, Pendidikan Islam dan Pesantren yang ada di Papua ini, bukan hanya diisi oleh kaum pendatang, tetapi bagaimana mampu mengangkat derajat anak-anak yang berambut keriting seperti saya ini, untuk memahami Islam secara benar, dan memperoleh kesempatan belajar sama seperti anak-anak lain, di Jawa, Sulawesi, Sumatra dan lain sebagainnya. Sebab sesungguhnya, merekalah yang akan mewarisi dan mengurus Papua ini kedepan, demi kesejahteraan negara ini,”. Sebuah penegasan yang sebenarnya cukup mewakili keinginan masyarakat Papua pada umumnya.

Memajukan Pendidikan Papua

Selang sebulan lebih dari kedatangan saya di tanah Papua, kemarin 06/05/2013, kami kedatangan tamu dari bumi Papua lagi. Kali ini dari Timika. Adalah Ust. Lamuhammadi Laodedini (Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Papua) dan Ismael Justra, S.Sos (Kepala SMK Yapis Timika Papua). Mereka berdua di antar oleh Ir. Rum Andri, M.Kom dan Erik Hadi Saputra, M.Eng dari STMIK AMIKOM Yogyakarta, sebagai mitra sekaligus pembina dari SMK Yapis tersebut. YAPIS adalah salah satu lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam yang cukup eksis di Papua. Berdiri sejak tahun 1969 di Jayapura, dan kemudian menyebar di seluruh wilayah Papua. Karena, mereka memang fokus di Papua. Kedatangan mereka, adalah dalam rangka menandatangai MoU (Memorandum of Understanding) antara perusahaan kami PT Totalindo Rekayasa Telematika dengan SMK Yapis Timika Papua. Inti dari MoU tersebut adalah :

  1. PT. Totalindo Rekayasa Telematika bersedia menerima siswa-siswi SMK YAPIS Timika Papua untuk melaksanakan magang/prakerin selama batas waktu tertentu dan dengan standar yang ditetapkan.

  2. Ketentuan magang/prakerin siswa-siswi SMK YAPIS Timika Papua pada PT. Totalindo Rekayasa Telematika akan diatur dalam kesepakatan lebih lanjut.

  3. PT. Totalindo Rekayasa Telematika bersedia sebagai penguji kompetensi keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi.

  4. PT. Totalindo Rekayasa Telematika bersedia memberikan update  dan upgrade pengetahuan dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi kepada Guru maupun siswa-siswi SMK YAPIS Timika Papua.

Dalam kesempatan itu, saya juga menegaskan, bahwa selain untuk magang dan menguji kompetensi, kami juga berkomitmen untuk menerima siswa-siwwa lulusan SMK Yapis Timika, terutama Putra Daerah, untuk bekerja di perusahaan kami. Akan tetapi, saya juga menegaskan pula, bahwa kami lebih senang jika para alumnus itu, membangun IT di Papua, dan kami akan berusaha untuk mendampingi mereka.

Perusahaan kami memang masih kecil, demikian pula sumbangsih kami. Tetapi saya yakin dengan berbagi upaya seperti ini, sedikit demi sedikit nantinya akan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Dan berkenaan dengan Papua, inilah salah satu kontribusi kami buat bumi Nuwaar. Mungkin, tidak terlalu berarti. Tetapi saya yakin, gejolak yang ada sebagaimana saya kemukakan di atas, bisa di minimalisir, jika pendidikannya di majukan. Masyaraka harus di cerdaskan. Dia tidak bisa hanya sebagai obyek, tetapi harus bisa sebagai subyek. Yang pada gilirannya akan menaikkan taraf hidup rakyat, dan mempertipis kesenjangan sosial. Semoga….

Advertisements

Author:

Life is beautiful

2 thoughts on “Cara Kami Membantu Pendidikan IT di Papua

  1. I see a lot of interesting articles on your blog.

    You have to spend a lot of time writing, i know
    how to save you a lot of work, there is a
    tool that creates unique, google friendly articles in couple of seconds,
    just search in google – k2 unlimited content

  2. I read a lot of interesting posts here. Probably you
    spend a lot of time writing, i know how to save you
    a lot of time, there is an online tool that creates unique, google friendly articles in seconds,
    just type in google – k2seotips unlimited content

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s