Posted in Parenting

Mas Haydar Khitan


Jatiasih-20121224-00034Pada awalnya santai. Tata ruangnya disusun minimalis, apik dan rapi. Didindingnya tertempel foto tokoh dan juga selebritis yang pernah datang ke situ. Dindingnya di cat dengan warna kontras, menjadikan ruangan itu membawa kesan meriah. Diruangan itu, tersedia berbagai macam mainan anak-anak. Mulai dari lego, puzzle, mobil-mobilan, robot-robotan, sampai dengan gadget tersedia di ruang situ. Pengunjung dan pengantar bebas menggunakan peralatan itu. Suasananya sangat enak,  mesti sedikit hiruk pikuk. Petugas yang menjaga disitu sangat ramah. Membuat anak-anak menjadi betah. Mungkin karena musim liburan sekolah. Jadi banyak yang kemudian memanfaatkannya untuk datang kesitu. Rata-rata datang berombongan, minimal 1 keluarga.  Sehinggan mengakibatkan diluar, mobil dan motor penuh sesak menjejali parkiran. Eh jangan salah sangka ini bukan taman bermain anak-anak, akan tetapi itulah gambaran singkat dari ruang tunggu rumah sunatan (www.rumahsunatan.com).

Hari Senin Kemarin 24/12/2012, Anak ke-4 saya Haydar al-Ghifari, menjadi salah satu bagian dari orang yang hadir di situ. Saya daftarkan duluan jam 09.00, saat itu pasien sudah ramai, dan dapat antrian nomer-43. Sementara antrian sudah dimulai pukul 08.00 pagi. Saya diminta kembali jam 11.00. tetapi pada jam 11.15, saya, istri dan Haydar datang di rumah sunatan Jati Asih. Haydar baru berusia 7,5 tahun, kelas 2 SD. Padahal, yang datang ke situ, dan yang akan khitan rata-rata umur 10 tahunan, juga ada yang sudah SMP, bahkan ada muallaf yang berumur 40an tahun datang untuk berkhitan. Haydar menunggu sambil main-main dengan saya, sesekali melihat anak yang baru di khitan dilantai 2 turun, ada yang senyum-senyum, ada pula yang meringis. Saya amati, ekspresi Haydar biasa saja.

Dari sekian banyak metode sunatan, Rumah Sunatan  paling tidak menyediakan 3 (tiga) cara untuk berkhitan, sebagaimana yang tercantum dalam brosurnya, yaitu :

1.    Konvensional

Metode ini adalah metode yang masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Pemotongan kulit kulup dilakukan secara manual dengan menggunakan gunting dan dibantu klem. Biasanya banyak sekali terjadi perdarahan, sehingga memakan waktu yang cukup lama yaitu hingga 30 – 45 menit. Dengan memilih metode ini maka kulit harus dijahit dan diperban. Pasien tidak diperkenankan banyak bergerak sekurang-kurangnya hingga 4 hari serta perban agar dijaga untuk senantiasa tetap bersih dan kering.

2.    Electric Cauter/Laser

Electric Cauter atau yang masyarakat awam biasa sebut dengan ”laser” adalah alat yang memiliki gagang (handle) dengan elemen logam di ujungnya. Jika alat ini dialiri listrik, maka elemen tersebut akan panas dan memerah. Elemen yang panas tersebut digunakan untuk memotong kulup. Proses relatif cepat dan perdarahan minimal. Biasanya dengan metode ini kulit tetap harus dijahit dan diperban guna menghindari pendarahan.

3.    Smart Klamp

Smart Klamp merupakan metode dan teknik sunatan yang diperkenalkan sejak tahun 2001 di Jerman. Penemunya adalah dr. Harrie van Baars yang mana saat ini Smartklamp telah dikembangkan dan diproduksi di Malaysia. Smart Klamp terbuat dari bahan plastik dengan cara kerja seperti klem tali pusar pada bayi yang baru lahir. Alat ini terdiri dari 2 komponen, tabung plastik dan ring klem. Smartklamp terdiri dari beberapa ukuran yang dapat digunakan dari usia bayi sampai usia menjelang remaja. Khusus pasien usia dewasa Rumah Sunatan menyarankan dengan metode lain. Alat ini digunakan sekali pakai, dengan keunggulan lebih aman, cepat dan nyaman.

Keuntungan menggunakan alat ini diantaranya adalah : melindungi kepala penis saat disunat, perdarahan sedikit sehingga mengurangi risiko infeksi dan tidak memerlukan antibiotik, alat ini mudah digunakan, mencegah cedera pada saat proses sunatan, proses sunat cepat hanya 7 menit, dengan mekanisme penutupan ”klik” maka tidak perlu lagi jahitan, hasil kosmetik yang lebih baik dan simetris, aman bagi pasien kencing manis, hemofilia, autis atau hiperaktif.  Setelah disunat, pasien dapat beraktifitas seperti biasa. Namun, tetap dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan yang berlebihan. Setelah 5 hari, alat dapat dilepas sendiri atau oleh dokter yang mengkhitan.

Kami memilih metode ke-3 yaitu smart klamp. Kakaknya dulu, tahun 2009 di khitan bareng,  mas Nafi’ dan mas Rif’at menggunakan metode no-2, yaitu laser, khitanya di IMS (Islamic Medical Services) di Prumpung.  Sekitar 5 hari baru sembuh. Sedangkan bapaknya pake no-1. Ketika, itu saya di ajak Ayah ke Pak Bukhari, mantri kesehatan di Kalangbret. Salah satu tukang khitan terkenal paling cepat di masanya. Bayangkan ketika itu saya diminta baca Dua Kalimat  Syahadat, dan dilanjutkan dengan membaca al-Fatihah. Begitu selesai baca al-Fatihah, pada saat yang bersamaan juga selesai proses khitannya. Dua hari setelah itu, saya sudah main bola, dan pilih jadi kiper agar geraknya tidak banyak. Sialnya, pas ada yang shooting, saya gagal memblock atau menangkap, malah kena yang habis di khitan. Akibatnya “gendhelen”, sebuah diksi yang sangat khas, ketika ada pembengkakan habis khitan. Dan nampaknya, dengan teknologi terkini, anak-anak sekarang tidak mengalami hal itu.

Haydar ketika dipanggil dan memasuki ke ruang khitan di lantai 2, sama sekali tidak takut, meskipun beberapa hari sebelumnya “diteror” kakaknya denngan menakut-nakutinya, jika khitan itu sakitnya luar biasa. Umminya tidak berani mendampingi, pilih keluar ruangan. Dokternya, sangat komunikatif, namanya dr. Muhammad Zaiem.  Dialog Haydar dan dokter berjalan dengan akrab, seolah-olah sudah lama saling kenal. Kemudian Haydar di pinjami iPad untuk mengalihkan perhatian. Saya lihat dia pilih game Angry Bird. Dari roman mukanya, nampak sangat menikmati. Ketika di suntik, Haydar sempat, meringis menahan sakit. Dua kali di suntik, dua kali pula dia meringis sambil memegangi iPad. Kemudian dokter memberi tanda batas, dengan spidol, di ujung kemaluan Haydar. Sekitar 5 menit, akhirnya bius telah bekerja dengan baik. Kemudian Dokter memulai dengan memasang alat smart klamp-nya sampai dengan yang di tandai dengan spidol tadi.  Setelah rapi, kemudian dipotong kulitnya melingkar, sebatas dimana smart klamp di pasang. Dan kurang dari 10 menit proses selesai. Kemudian turun dari dipan operasi, dan pake celana khusus khitan.

Begitu selesai, semua proses itu, kami menyelesaikan administrasi. Pada saat itu  terdengar anak berteriak-teriak ketakutan untuk di khitan. Dan petugas di ruang operasi itu, minta bantuan perawat yang lain untuk membantu memegangi pasien. Untung Haydar sudah selesai, jadi tidak menganggu psikolosi-nya . Turun dari lantai-2, banyak yang melihat dan nanya. Karena melihat tubuh Haydar yang kecil dan selalu senyum-senyum, dikiranya dia tidak jadi sunat. Padahal sudah selesai proses semua. Dan alhamdulillah, sampai detik ini tidak apa-apa. Nunggu hari jum’at nanti untuk kontrol, semoga tidak ada masalah juga.  Semoga menjadi anak Sholeh Nak…………

Advertisements

Author:

Life is beautiful

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s